IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
29


__ADS_3

Sarah menuruti ucapan Frans tanpa menjawabnya ataupun menolaknya, dia langsung turun dari mobil Frans dengan ekspresi wajah yang datar dan murung.


Setelah menurunkan Sarah, Frans terus melihat ke kaca spion, dia sebenarnya tidak tega menurunkan Sarah, jika bukan Stevi yang memintanya, dia tidak akan menurunkan Sarah di tengah jalan.


Frans tidak tahu, jika jalur jalan tersebut dari dulu tidak ada satupun kendaraan umum yang melintasinya, namun memang itulah yang direncanakan oleh Stevi.


Stevi terus melihat Sarah melalui kaca spion, dia menatap tajam Sarah dan tersenyum sinis sambil berbicara dalam hatinya, "Rasain kamu Sarah…! Jalan kaki sampai rumah, syukur-syukur kalau masih bisa pulang, kalau pingsan di jalan, aku harap kamu tidak pernah bangun lagi."


Sarah yang di turunkan Frans di tengah jalan, dia sedang berusaha mencari taksi ataupun angkutan umum lainnya. Tapi Sarah tidak menemukan satupun kendaraan umum yang melintas. Lalu dia akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki, kehamilannya yang besar membuatnya kelelahan.

__ADS_1


"Jangan menangis Sarah...! Cukup kamu menangisi pria itu, dia tidak pantas kamu tangisi, kamu harus kuat demi anakmu," kata Sarah berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Namun Sarah tetap menangis. Dia berjalan dengan tertatih-tatih seraya berpegangan pada pohon-pohon di jalanan karena dia sangat kelelahan. Tiba-tiba hujan turun cukup deras dan membuatnya kedinginan, jadi dia memutuskan untuk berhenti berjalan, dan berteduh di bawah pohon sambil menyilangkan kedua tangannya karena kedinginan.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah tidak kuat lagi berjalan," keluh Sarah dengan tangisannya, tubuhnya menggigil karena kedinginan.


Tidak lama setelah itu Aldo melewati jalan tersebut, dia melihat Sarah yang sedang hamil berdiri di bawah pohon ditengah derasnya hujan. Lalu Aldo menghentikan mobilnya tepat di depan Sarah.


"Apa yang kau lakukan di tengah jalan hujan-hujan begini? Dimana Frans...?" tanya Aldo penasaran.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Aldo tersebut, Sarah hanya diam dan menangis. Aldo tidak tega melihat reaksi Sarah yang menangis, dia merasa sangat kasihan pada Sarah dan tidak bertanya lagi, namun dia memikirkannya dalam hati, "Apa yang sebenarnya dia alami? Mengapa dia terlihat sangat menyedihkan dan rapuh?"


Aldo mengantarkan Sarah pulang ke rumah, sesampainya mereka di depan rumah Frans. Sarah hanya diam saja dan tidak beranjak sedikitpun dari mobil, dia hanya menatap sedih rumah itu.


"Sarah... kita sudah sampai, apa kau tidak ingin turun?” panggil Aldo menyadarkan Sarah dari lamunannya. “Turunlah dan segeralah ganti bajumu agar kau tidak sakit!" perintah Aldo.


Sarah yang tersadar dari lamunannya karena panggilan Aldo, dia segera turun dari mobil.


"Terima kasih, kamu sudah mengantarku pulang," kata Sarah dengan membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Iya, sama-sama tidak perlu sungkan, aku pulang dulu ya," kata Aldo pamit.


Setelah Sarah masuk ke dalam rumah, Aldo menghidupkan mesin mobilnya bersiap untuk segera pulang, namun tepat sebelum Aldo menjalankan mobilnya Frans tiba di rumah. Melihat Frans yang baru tiba Aldo mengurungkan niatnya untuk pulang, dia segera keluar dari dalam mobilnya untuk bicara dengan Frans.


__ADS_2