IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
28


__ADS_3

Tidak lama kemudian Stevi datang ke rumah sakit untuk menagih Frans janji menonton ke Bioskop yang dia janjikan kemarin padanya.


"Frans, kita jadikan pergi nonton ke Bioskop hari ini?" tanya Stevi dengan antusias.


"Iya, jadi," jawab Frans seraya memikirkan sesuatu. Ia teringat Sarah yang terlihat sedih pagi ini, jadi ia ingin mengajaknya juga untuk menghiburnya.


"Kita ajak juga Sarah, kasihan dia terlihat sedih pagi ini," kata Frans mengusulkan idenya.


Mendengar perkataan Frans yang mulai perhatian pada Sarah, Stevi langsung kesal, tapi ia menutupinya dengan senyuman palsu, ia pura-pura setuju dengan permintaan Frans.


"Baiklah," jawab Stevi dengan senyum terpaksa.


Tidak lama kemudian Sarah keluar dari ruangannya, dan Stevi langsung berpura-pura baik padanya. "Ayo Sarah... ikutlah dengan kita untuk pergi nonton ke Bioskop!" kata Stevi sambil tersenyum palsu.


Sarah yang malas bicara karena ada Frans, dia hanya diam saja menuruti mereka untuk pergi ke Bioskop. Di perjalanan Sarah hanya diam dengan wajah tanpa ekspresi, dia menatap ke jendela luar dengan tatapan kosong. Frans diam-diam memperhatikannya dari balik kaca spion, namun Stevi terus mengajaknya bicara, jadi dia mengalihkan pandangannya pada Stevi lagi.

__ADS_1


Di dalam ruangan Bioskop, Frans duduk di tengah-tengah antara kursi Stevi dan kursi Sarah. Frans diam-diam melirik ke arah Sarah yang duduk di sebelah kirinya, Sarah masih terlihat seperti di dalam mobil, dia tetap diam dengan tatapan kosong. Stevi menyadari jika Frans diam-diam memperhatikan Sarah, jadi dia mulai kesal dan memikirkan rencana jahat untuk Sarah.


Setelah menonton di Bioskop mereka berencana langsung pulang ke rumah. Di perjalanan pulang hari itu cuacanya sedang mendung, Stevi dengan sengaja menyuruh Frans untuk melewati jalan lain, tidak seperti jalan awal berangkat tadi.


"Frans, lewat jalan sebelah sana saja!" kata Stevi sambil menunjuk jalan arah ke kanan.


"Kenapa? Bukannya itu malah tambah jauh ya?" tanya Frans bingung.


"Aku kan baru pulang dari Paris Frans, aku rindu dengan suasana jalan di Jakarta, jadi aku ingin kita keliling dulu, boleh ya...?" ucap Stevi dengan alasannya.


Di tengah-tengah perjalanan melewati jalan tersebut, Stevi memulai rencana jahatnya, dia berpura-pura ada pemotretan mendadak.


"Ya ampun, gimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Ini sudah hampir terlambat," ucap Stevi memulai dramanya.


"Ada apa Stev?" tanya Frans yang khawatir melihat Stevi panik.

__ADS_1


"Frans, aku baru dikasih tahu manajerku, jika sekarang aku ada pemotretan, tolong antarkan aku ke sana ya...!" pinta Stevi memohon.


Iya baiklah." jawab Frans.


"Tapi kasihan Sarah Frans, Dia pasti lelah sudah mengikuti kita terus hari ini." kata Stevi.


"Iya kamu benar, aku akan antarkan Sarah dulu ke rumah, baru setelah itu aku anterin kamu." kata Frans.


"Tidak bisa Frans, aku bisa terlambat nanti, turunkan saja Sarah di sini Frans, Dia bisa pulang naik taksi kan." kata Stevi.


"Tapi Dia kan baru keluar dari rumah sakit." kata Frans agak kurang setuju dengan usulan Stevi.


"Aku mohon Frans, ini sangat penting untukku." kata Stevi memohon.


"Baiklah, Sarah...tolong turunlah di sini, pulanglah dulu naik taksi ke rumah, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang, aku akan mengantar Stevi dulu." kata Frans.

__ADS_1


__ADS_2