
"Sudahlah Frans, ayo kita masuk ke dalam!" kata Stevi sambil menarik tangan Frans. Frans segera melepaskan tangannya dari Sarah.
Sarah terus memperhatikan tangannya, karena Frans begitu mudah untuk melepaskan tangannya. Frans dan Stevi berjalan di depan dengan saling bergandengan tangan, sedangkan Sarah berjalan sendirian di belakang mereka.
Tanpa diketahui oleh Sarah, sebenarnya Frans dari tadi diam-diam meliriknya karena Dia terlihat sedih dan murung. Mereka berhenti di sebuah butik terkenal, di butik tersebut tersedia baju-baju bagus dan bermerk karya desainer terkenal dengan harga yang fantastis.
Saat Stevi sedang asyik memilih gaun di butik tersebut, Frans mendekati Sarah dan bicara padanya, "Kalau ada baju yang kau suka ambilah! Aku akan membelikannya untukmu."
Belum sempat Sarah menjawabnya, Stevi sudah memanggil Frans. "Frans...cepat kemarilah! Bantu aku memilih gaun yang cocok untukku!" kata Stevi memanggil Frans.
"Iya...aku akan ke sana." jawab Frans segera berlalu menemui Stevi dan meninggalkan Sarah sendirian.
Mendengar perkataan Frans, Sarah sedikit tersenyum senang karena Frans mau membelikannya baju. Saat Sarah ingin menyentuh baju di depannya yang menurutnya terlihat bagus, salah satu pegawai butik tersebut sedang menggosipkan Sarah.
__ADS_1
"Hei lihat wanita itu...! Penampilannya sangat kampungan, memangnya Dia mampu beli baju di sini, kalaupun mampu Dia tidak akan pantas memakainya." kata pegawai butik tersebut menyindir Sarah.
"Iya benar, Dia sangat memalukan." kata pegawai butik lainnya yang ikut bergosip juga.
Sarah yang mendengar perkataan pegawai butik tersebut hatinya sangat terluka, Ia mengurungkan niatnya untuk menyentuh baju di depannya tersebut.
Sarah menahan air matanya supaya tidak menangis, Dia hanya menatap dari kejauhan ke arah Frans dan Stevi yang sedang memilih-milih baju dengan bahagia. Dia sangat iri melihat Stevi bisa begitu dekat dengan Frans.
Sarah memandangi Frans dan Stevi yang jalan bergandengan tangan di depannya dengan wajah sedih, Ia melamun memikirkannya dalam hati,
"Apa aku begitu memalukan untukmu Frans? Sampai kamu tidak pernah mengakui aku istrimu. Apa aku begitu hina? Sampai kamu tidak pernah menggandeng tanganku di depan orang lain."
Karena kehamilan dan penyakitnya, Sarah menjadi cepat lelah untuk mengikuti Frans dan Stevi berkeliling di Mall.
__ADS_1
Saat Sarah sedang berjalan dengan melamun di belakang Frans dan Stevi, tiba-tiba ada sesuatu yang menetes di hidungnya. Sarah melihat darah yang menetes di hidungnya, dan dengan segera Dia mengusapnya supaya tidak ada yang melihatnya.
Namun saat itu juga tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing, Ia berusaha menahan sakitnya sambil berdo'a di dalam hatinya,
"Ya Tuhan...tolong aku...tolong beri aku kekuatan, aku tidak ingin terlihat lemah di depan mereka."
Sarah berusaha menahan sakit kepalanya dan tetap berjalan mengikuti Frans dan Stevi. Akhirnya Stevi mengajak Frans ke sebuah restaurant, saat Sarah hendak masuk mengikuti mereka, Stevi menghentikannya di depan pintu masuk.
"Kau tunggu saja di luar, tidak usah ikut ke dalam." kata Stevi dengan dingin.
"Tapi kenapa Stev?" tanya Frans yang tidak setuju dengan Stevi.
"Frans, seharian ini aku sudah menuruti permintaanmu untuk mengajak Dia ikut, tidak bisakah kamu turuti permintaanku sekali ini." jawab Stevi dengan alasannya.
__ADS_1