
Stevi berusaha menarik perhatian Frans dengan mendekatkan tubuhnya ke Frans.
"Frans, tidak bisakah kamu mengusir Sarah dari rumah, aku tidak suka dengan keberadaannya diantara kita," kata Stevi dengan manja.
"Kamu kan tahu Stev, Sarah sedang mengandung anakku, aku tidak mungkin mengusirnya dari rumah, tapi setelah dia melahirkan bayinya, aku akan ceraikan dia, dan mengusirnya dari rumah, jadi kamu tidak perlu khawatir dengannya," jawab Frans menjelaskan.
"Ehm..., baiklah... terserah padamu," kata Stevi dengan senyum palsunya, di dalam hati dia bicara, Aku tidak mungkin menunggu sampai Sarah melahirkan bayinya, nanti keburu Frans menyadari perasaannya pada Sarah. Kalau aku tidak bisa membuat Frans menyingkirkan Sarah, akan kubuat Sarah sendiri yang pergi meninggalkan Frans.
Di saat Frans dan Stevi sedang asyik berbincang di dalam klub malam, tiba-tiba Frans mendapat panggilan telepon dari kantornya, jadi dia pergi keluar sebentar untuk menjawab telepon tersebut.
"Stev, aku keluar dulu untuk menjawab telepon, ini telepon yang sangat penting," kata Frans meminta izin untuk pergi ke luar.
__ADS_1
"Iya, pergilah!" jawab Stevi mengizinkan.
Setelah Frans pergi keluar untuk menjawab teleponnya.
Stevi mulai mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam tasnya, dia menuangkan isi botol itu ke dalam gelas minuman Frans. Cairan tersebut berisi obat perangsang. Stevi menuangkannya dengan tergesa-gesa karena takut Frans segera kembali. Tidak lama kemudian, Frans kembali tepat setelah Stevi selesai menuangkan cairan tersebut, Stevi segera menyembunyikan botol cairan itu ke dalam tasnya.
"Ada apa? Apa ada masalah di kantor?" tanya Stevi mengalihkan perhatian.
"Tidak, hanya masalah kecil saja, tidak usah dipikirkan," jawab Frans singkat, kemudian dia duduk kembali di kursinya dan meneguk minumannya. Stevi terus memperhatikan Frans ketika meneguk minumannya, dia menunggu reaksi dari obat tersebut. Tidak lama setelah itu Frans mulai merasa kepalanya sangat pusing dan tubuhnya menjadi panas.
"Ada apa Frans? Apa kamu tidak sehat?" tanya Stevi berpura-pura peduli.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, aku merasa kepalaku sangat pusing, aku mau pulang saja Stev," jawab Frans menjelaskan apa yang dia rasa.
"Baiklah, ayo kita pulang saja," kata Stevi sambil membantu Frans berdiri.
Di rumah Sarah sedang memasak makanan, dia menyiapkan makan malam untuk Frans. Bi Inah melihat kedatangan Frans dan Stevi yang baru pulang ke rumah.
Frans terlihat seperti orang mabuk karena jalannya sempoyongan, jadi Stevi memapahnya ke dalam kamar. Setelah Stevi mengantarkan Frans ke dalam kamarnya, dia turun ke bawah untuk menemui bi Inah yang masih di bawah tangga.
"Bi, suruh Sarah antarkan minuman hangat untuk Frans, dia sedang mabuk di kamarnya," perintah Stevi pada bi Inah.
"Baik Non." Bi Inah segera pergi ke dapur untuk memberitahu Sarah, supaya mengantarkan minuman ke kamarnya Frans sesuai perintah Stevi.
__ADS_1
Stevi kembali ke dalam kamar Frans, dan mulai beraksi dengan rencananya. Dia mulai melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya satu-persatu sampai telanjang. Lalu dia mulai mendekati Frans dan naik di atas tubuhnya.
"Frans, apa kamu merasa tidak enak?” Stevi mulai melepaskan kancing baju Frans. “Aku bisa membantumu supaya terasa enak," kata Stevi dengan rayuannya sambil menempel-nempelkan tubuhnya pada Frans.