
Sarah menangis dan tubuhnya gemetaran karena ia memegang gunting rumput tersebut di tangannya, namun Ia tetap nekat dengan ucapannya. "Pergilah...! Aku tidak mau pulang denganmu." kata Sarah sambil semakin mendekatkan gunting rumput tersebut ke lehernya.
Frans yang takut melihat Sarah nekat, Dia berusaha menenangkannya, "Jangan lakukan itu Sarah! Apa maumu agar kau mau pulang denganku? Aku akan lakukan apapun itu permintaanmu," tanya Frans berusaha membujuk Sarah.
"Aku tidak mau pulang, kalau masih ada wanita itu di rumah." jawab Sarah dengan tangisannya.
"Sarah, kau jangan kelewatan dengan permintaanmu, bagaimana bisa aku mengusir Stevi?" kata Frans berusaha membujuk supaya Sarah mengubah permintaannya.
"Aku tidak melarangmu bertemu dengannya, aku hanya tidak mau serumah dengan wanita itu, usir Dia atau biarkan aku pergi. Aku tidak peduli kau melakukan apapun dengan wanita itu, tapi jangan lakukan itu di rumah, itu sangat menjijikkan." kata Sarah dengan tangisannya.
"Baiklah..., aku akan turuti permintaanmu, turunkan gunting itu." jawab Frans berusaha menenangkan Sarah.
Lalu Sarah menurunkan gunting rumput tersebut dari lehernya, Frans melihat Sarah yang mulai lengah dengan dirinya, lalu Ia dengan cepat merebut gunting rumput tersebut dari tangan Sarah, dan melemparnya jauh dari mereka, kemudian Frans menarik Sarah ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kau tidak terluka kan...? Aku janji akan mengusir Stevi dari rumah, tapi jangan lakukan hal itu lagi." kata Frans sambil memeluk erat tubuh Sarah.
Sarah semakin menangis dipelukan Frans, karena meskipun Dia marah dengan Frans, kenyataannya Dia sangat merindukan pelukan pria di depannya ini.
Tidak lama setelah itu Rani tiba di sana, Ia melihat Frans dan Sarah yang berpelukan dari kejauhan, lalu Ia menghampiri mereka dan menarik tangan Sarah supaya lepas dari pelukan Frans.
"Apa yang kau lakukan? Kau masih tidak punya malu untuk mencari Sarah, pergilah Frans!" usir Rani dengan kesal karena melihat Frans.
"Jangan ikut campur urusan rumah tanggaku, tangkap Dia...!" kata Frans memerintah pengawalnya untuk menangkap Rani.
Pengawal Frans segera menangkap Rani dengan memegangi kedua tangannya.
"Lepaskan aku...!" teriak Rani meronta-ronta supaya tangannya dilepaskan.
__ADS_1
Sarah yang melihat Rani ditangkap oleh pengawal Frans jadi panik dan memohon kepada Frans supaya melepaskannya, dia memegangi lengan Frans dan menatapnya dengan wajah memelas.
"Lepaskan Rani Frans, Dia tidak salah apapun, Dia sudah banyak membantuku, tolong lepaskan Dia Frans." kata Sarah memohon kepada Frans dengan wajah khawatir.
Frans yang tidak tega melihat wajah Sarah yang khawatir, akhirnya Ia melepaskan Rani.
"Baiklah...lepaskan Dia." kata Frans memerintahkan pengawalnya untuk melepaskan Rani, dan dengan segera pengawalnya melaksanakan perintah Frans untuk melepaskan Rani.
"Kali ini aku mengampunimu karena Sarah, tapi lain kali aku tidak akan memaafkanmu." kata Frans segera berlalu pergi dari sana, dengan menggendong Sarah ke mobilnya.
Hari itu Frans memakai supir, jadi Dia duduk di belakang dengan memeluk Sarah. Frans memandangi wajah Sarah dan berbicara di dalam hatinya,
"Aku tidak tahu perasaan apa ini? Kenapa hatiku menjadi tenang begitu aku melihatnya, apa aku mencintainya? Tidak...itu tidak mungkin, itu pasti karena aku merindukan tubuhnya saja."
__ADS_1