
Frans langsung beranjak dari ranjang, dia mengambil baju di sebelahnya, lalu mengenakannya untuk segera mencari Sarah. Saat tiba di depan pintu kamarnya, Frans melihat pecahan gelas di lantai, dia menduga pasti Sarah yang menjatuhkannya kemarin malam.
Frans langsung pergi ke kamar Sarah, tapi dia tidak menemukannya di sana, lalu dia segera turun ke bawah untuk mencarinya di dapur.
"Sarah... dimana kau?" teriak Frans memanggil nama Sarah.
Namun tidak ada sahutan, di dapur hanya ada bi Inah yang menangis sendirian. "Ada apa Bi? Dimana Sarah?" tanya Frans yang bingung melihat bi Inah.
"Non Sarah... dia pergi dari rumah sejak kemarin malam dan belum pulang sampai sekarang," jawab bi Inah menjelaskan.
Mendengar ucapan bi Inah, Frans yakin jika memang Sarah sudah melihatnya dan Stevi semalam. Frans langsung berpikir dimana keberadaan Sarah sekarang, karena Sarah tidak punya kenalan siapapun di Jakarta, tiba-tiba dia teringat satu orang.
"Ya benar … pasti Sarah ada di rumah Rani," kata Frans dengan antusias.
__ADS_1
Frans langsung bergegas akan segera pergi ke rumah Rani, tapi Stevi yang baru saja bangun tidur menahan lengannya untuk menghentikannya.
"Sudahlah Frans, biarkan saja wanita kampung itu pergi," bujuk Stevi berusaha menahan kepergian Frans.
"Tidak bisa. Dia mengandung anakku, aku harus mencarinya," kata Frans tegas. Dia segera berlalu pergi meninggalkan Stevi.
"Aku harap kamu tidak bisa menemukan wanita itu Frans," kata Stevi yang kesal melihat kepergian Frans.
Frans mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya bisa segera sampai di rumah Rani. Sesampainya di sana Frans melihat Rani yang akan segera masuk ke dalam mobilnya, dia bergegas menghampirinya.
"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti?" tanya Rani berpura-pura tidak tahu maksud Frans.
"Aku tahu, pasti Sarah ada di dalam rumahmu, aku akan cari sendiri," tukas Frans. Dia segera melenggang masuk ke dalam rumah Rani.
__ADS_1
"Sarah... dimana kau? Cepatlah keluar! Aku tahu kau sembunyi disini," teriak Frans memanggil nama Sarah. Frans sudah mencari Sarah di setiap sudut ruangan yang ada di dalam rumah Rani, tapi dia tidak menemukan keberadaannya.
"Bagaimana? Apa kau puas?” tanya Rani dengan wajah kesal. “Sekarang, cepatlah keluar dari rumahku!" Rani segera menarik tangan Frans keluar dari rumahnya.
"Aku tahu kau menyembunyikannya. Cepat katakan padaku, dimana Sarah...?" tukas Frans dengan nada tinggi.
"Aku tidak tahu dimana Sarah dia kan istrimu, mengapa kau tanya padaku?" jawab Rani mengelak dari pertanyaan Frans.
"Lihat saja nanti, begitu aku tahu kau menyembunyikannya, aku akan membuat perhitungan denganmu," tutur Frans dengan ancamannya dan segera berlalu pergi.
Sesampainya di rumah Frans terlihat sangat kesal dan frustasi. Dia melenggang masuk ke dalam rumah dengan uring-uringan, lalu dia duduk di sofa ruang tamu seraya mengumpat kesal.
"Sialan! Apa yang terjadi padaku semalam? Kenapa aku tidak ingat sama sekali.” Frans memegang kepalanya dan mengacak-acak rambutnya. “Kalau saja aku tidak mabuk, Sarah tidak akan pergi dari rumah," tutur Frans bicara sendiri.
__ADS_1
Stevi melihat Frans yang pulang dengan raut wajah yang kesal dia sangat senang melihatnya, karena dia yakin Frans belum menemukan Sarah, tapi dia berpura-pura peduli pada Frans dan berjalan mendekatinya.