IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
35


__ADS_3

"Sudahlah Frans, kamu tidak usah repot-repot mencari wanita kampung itu, biarkan saja jika dia pergi dari rumah. Untuk masalah anaknya, aku juga bisa memberimu anak," kata Stevi seraya bersandar manja di bahu Frans.


Frans berdiri tiba-tiba hingga membuat Stevi yang bersandar padanya jatuh. "Aduh... Frans kamu apa-apaan sih!" Stevi kesal karena Frans jadi dingin padanya.


Frans yang kesal segera pergi ke kantor tidak menghiraukan ucapan Stevi. Di kantornya Frans uring-uringan dan tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya, dia terus memikirkan dimana keberadaan Sarah, hingga Aldo menghampirinya.


"Ada apa Frans? Kenapa kau terlihat sangat kacau?" tanya Aldo penasaran.


"Sarah kabur dari rumah," jawab Frans kesal.


"Apa...? Sarah kabur dari rumah?" tanya Aldo yang terkejut mendengar ucapan Frans.


"Cepat suruh orang untuk mengikuti Rani kemanapun dia pergi, aku yakin pasti Rani yang menyembunyikannya," perintah Frans pada Aldo.

__ADS_1


"Baiklah aku akan suruh orang untuk mengikuti Rani," jawab Aldo segera berlalu pergi dari ruangan Frans.


Sudah satu minggu berlalu sejak Sarah pergi dari rumah. Tapi Frans belum juga mendengar kabar keberadaan Sarah dari orang suruhannya untuk mengikuti Rani. Frans terlihat seperti orang yang frustasi menunggu kabar pencarian Sarah.


Sedangkan Stevi, dia asyik menikmati kebahagiannya karena berhasil menyingkirkan Sarah dari rumah, setiap hari dia pergi shopping ke Mall untuk bersenang-senang.


Hari itu Frans mendapat panggilan telepon dari orang suruhannya yang mengikuti Rani, katanya hari ini Rani akan pergi ke puncak, Frans yang mendengar itu teringat jika Rani punya villa di daerah puncak. Frans segera bergegas untuk pergi ke villa tersebut sebelum keduluan Rani, namun Stevi menahannya.


"Maaf Stev, aku tidak bisa menemanimu, aku harus pergi." jawab Frans segera berlalu meninggalkan Stevi sendirian.


Di suatu villa yang asri, Sarah sedang menyirami bunga-bunga di halaman villa tersebut. Sarah terlihat bahagia karena hari itu Rani berjanji akan mengunjunginya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.


"Sarah...." kata orang tersebut memanggil namanya.

__ADS_1


Sarah merasa familiar dengan suara yang memanggilnya itu, Dia segera menoleh ke asal suara itu. Betapa terkejutnya Sarah melihat orang tersebut adalah Frans, Frans datang ke sana dengan membawa sepuluh orang pengawalnya. Sarah menatap Frans dengan wajah kesal dan penuh amarah.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Pergilah!" teriak Sarah pada Frans.


"Tentu saja, untuk menjemput istriku yang kabur dari rumah." jawab Frans sambil tersenyum. Mendengar perkataan Frans Sarah jadi takut, Dia langsung berusaha lari untuk menghindari Frans.


"Kemana kau pergi Sarah? Ayo pulang denganku!" teriak Frans sambil mengejar Sarah. Sarah yang lari ketakutan karena Frans mengejarnya, Dia lari tanpa berpikir sampai akhirnya terpojok dan tidak bisa menghindar lagi.


"Mau lari kemana kau sekarang? Ayo pulang denganku Sarah!" kata Frans sambil mengulurkan tangannya. Sarah yang sudah terpojok dan ketakutan, Ia melihat ada gunting rumput di samping kakinya, Ia segera mengambil gunting tersebut.


"Jangan mendekat...! Atau aku akan mengakhiri hidupku sekarang juga." kata Sarah dengan mengarahkan gunting rumput tersebut ke lehernya.


Frans yang melihat tingkah Sarah menjadi sangat panik. "Apa yang kau lakukan?

__ADS_1


__ADS_2