
"Tapi..." belum selesai Frans melanjutkan ucapannya, Stevi menarik tangannya untuk masuk ke dalam restaurant.
"Sudahlah...biarkan saja Dia di luar." kata Stevi memaksakan kehendaknya.
Di dalam restaurant Frans terus memperhatikan Sarah, Ia tidak tega melihat Sarah berdiri sendirian di luar.
"Biarkan saja Sarah masuk, Dia bisa duduk di meja lainkan." kata Frans berusaha membujuk Stevi.
"Sudahlah Frans, kenapa kamu terus memikirkan Dia sih? Bikin aku bete aja." jawab Stevi dengan wajah yang kesal, membuat Frans mengalah pada kehendaknya.
"Maafkan aku, aku tidak akan membicarakan Sarah lagi." kata Frans sambil menggenggam tangan Stevi untuk menenangkannya.
Di saat Frans dan Stevi sedang makan makanan enak di dalam restaurant, Sarah menderita kesakitan sendirian di luar restaurant.
40
Tidak lama setelah itu Sarah jatuh pingsan di lantai, karena Ia tidak mampu menahan sakit kepalanya. Frans yang melihatnya dari dalam restaurant segera menghampiri Sarah, yang sudah dikerubungi banyak orang di sekitarnya.
__ADS_1
"Sarah bangunlah...!" kata Frans berusaha menyadarkan Sarah sambil menggoyangkan tubuhnya.
Namun Sarah tidak bereaksi sedikitpun, lalu Frans dengan segera menggendongnya ke dalam mobil untuk segera pergi ke rumah sakit.
Di rumah sakit Frans begitu panik sampai Ia mondar-mandir di luar ruangan tempat Sarah diperiksa, tiba-tiba Frans mendapat panggilan telepon dari Stevi.
"Frans, kamu gimana sih, ninggalin aku sendirian di Mall. Kamu cepetan balik ke sini atau kita putus." kata Stevi di telepon.
Frans yang kebingungan karena ancaman Stevi, Dia segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan Sarah, dan memang Sarah baru saja siuman. Sebelum Rani mengatakan tentang keadaan Sarah pada Frans, Frans terlebih dulu bicara.
Rani yang mendengar perkataan Frans langsung menjadi kesal, dan ingin segera memarahinya, tapi Sarah memegangi tangannya.
"Pergilah...!" kata Sarah mengizinkan Frans untuk pergi.
"Terimakasih Sarah, kau sangat pengertian." kata Frans segera berlalu pergi meninggalkan Sarah.
Setelah kepergian Frans, Sarah menitihkan air matanya. "Kenapa kamu biarkan Dia pergi? Aku akan memberitahunya tentang kondisimu yang sebenarnya." kata Rani ingin segera keluar mengejar Frans, tapi Sarah menahannya.
__ADS_1
"Jangan Ran, aku tidak ingin Dia melihatku seperti ini." kata Sarah sambil memegangi tangan Rani, sampai Ia bangun dari ranjangnya untuk menghentikan Rani.
"Tapi Sarah, keadaanmu semakin memburuk, Frans harus tahu ini." kata Rani dengan alasannya.
"Tolong jujurlah padaku Ran, bagaimana kondisiku sekarang?" tanya Sarah lirih.
Rani hanya diam dan menangis, Ia tidak menjawab pertanyaan Sarah, membuat Sarah semakin ingin tahu kondisinya yang sebenarnya.
"Katakanlah Ran, aku sudah siap dengan semuanya, sejak aku tahu sakitku ini." kata Sarah dengan tangisannya.
"Sarah...kamu harus melahirkan lebih awal dari kehamilanmu, karena...usiamu tinggal satu minggu..." kata Rani sambil menangis memeluk tubuh Sarah.
Mendengar itu air mata Sarah semakin meluruh karena dia sangat sedih mengetahui kenyataan usianya yang tinggal sedikit.
"Maafkan aku Sarah...aku tidak bisa melakukan apapun untuk sakitmu ini." kata Rani dengan tangisannya. Dia merasa bersalah tidak bisa melakukan apapun untuk sahabatnya itu.
"Aku tidak apa Ran...aku masih punya waktu satu minggu, itu sudah cukup untukku." kata Sarah sambil berusaha tersenyum dalam tangisannya.
__ADS_1