IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
38


__ADS_3

Setelah kepergian Frans dari kamar Sarah, Sarah menangis terisak karena Frans hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja.


Sejak Stevi keluar dari rumah dan tinggal di apartementnya, Dia tidak pernah lagi datang ke rumah. Frans juga jadi jarang pulang ke rumah, Dia hanya pulang sesekali saja, saat Dia membutuhkan Sarah, selain itu Dia menghabiskan waktunya di apartement Stevi.


Frans tidak pernah mengabaikan panggilan telepon dari Stevi, meskipun dalam keadaan apapun, Frans pasti akan selalu datang jika Stevi meneleponnya.


38


Hari itu tidak seperti biasanya Stevi tiba-tiba datang ke rumah. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sarah yang kesal melihat Stevi.


"Tentu saja, untuk bertemu dengan Frans, Dia masih kekasihku kau tahu itukan." jawab Stevi menyombongkan dirinya.


Tidak lama kemudian Frans turun ke bawah karena melihat Stevi datang ke rumah. "Kenapa kamu di sini? Aku kan sudah bilang, jangan datang ke rumah jika ingin bertemu denganku." kata Frans sambil memperhatikan Sarah, Ia takut membuat Sarah marah dengan kehadiran Stevi.


"Frans, aku kan kekasihmu, wajarkan jika aku ke rumahmu, aku sangat merindukanmu Frans." kata Stevi dengan menggoda manja, Ia ingin mencium bibir Frans, tapi Frans memalingkan muka karena Sarah sedang melihatnya.

__ADS_1


"Katakan yang sebenarnya, apa tujuanmu kemari?" tanya Frans terus terang tanpa basa-basi.


"Frans, sebentar lagikan hari ulang tahunmu, aku ingin kamu mengadakan pesta yang mewah dan besar di rumahmu." kata Stevi sambil memegangi tangan Frans.


"Untuk apa? Kamu kan tahu aku tidak suka pesta." jawab Frans dingin.


"Ayolah Frans, aku hanya ingin kamu bisa bahagia di hari ulang tahunmu saja." jawab Stevi dengan alasannya.


Alasan sesungguhnya Stevi menyuruh Frans mengadakan pesta adalah, karena Ia ingin Frans memperkenalkannya sebagai kekasihnya di hadapan para rekan bisnisnya.


Stevi yang mendengar jawaban dari Frans langsung senang, "Ye...terimakasih Frans, kamu selalu menuruti permintaanku." kata Stevi sambil memeluk Frans.


Sarah melihat mereka dengan wajah sedih, karena Frans terlihat bahagia setiap bersama Stevi.


"Frans, ayo kita pergi ke Mall, aku ingin beli gaun baru yang akan ku pakai di pesta ulang tahunmu nanti." kata Stevi mengajak Frans dengan antusias.

__ADS_1


Sebelum menjawab pertanyaan Stevi, Frans melihat ke arah Sarah, Ia ingin mengajaknya juga supaya Sarah punya baju bagus. "Baiklah, tapi Sarah juga akan ikut dengan kita." jawab Frans dengan usulannya.


"Apa...? Kamu ingin Sarah ikut dengan kita?" tanya Stevi yang terkejut mendengar usulan Frans.


"Kalau kamu tidak setuju, aku tidak mau ikut denganmu pergi ke Mall." jawab Frans berusaha agar Stevi setuju dengan usulannya.


Stevi diam sejenak memikirkan ucapan Frans, sebelum akhirnya Dia terpaksa menyetujui usulan Frans, "Baiklah, Dia boleh ikut dengan kita."


"Aku tidak usah ikut Frans, aku di rumah saja." jawab Sarah menolak ajakan Frans.


"Ikutlah, aku tidak suka mengulangi kata-kata ku." kata Frans dengan tegas.


Akhirnya Sarah juga ikut dengan Frans dan Stevi pergi ke Mall. Sesampainya di sana, saat Sarah baru turun dari mobil, Ia hampir jatuh karena terpeleset, namun Frans menangkapnya.


"Hati-hati, perhatikan langkahmu!" kata Frans sambil memegangi tangan Sarah.

__ADS_1


__ADS_2