
"Dimana kau tadi pagi? Dan dengan siapa kau? Pasti itu yang kau lakukan semalam." tanya Aldo geram supaya Frans mengingat peristiwa semalam.
Mendengar perkataan Aldo tersebut membuat Frans mulai berpikir, mungkin tuduhannya pada Sarah tadi pagi itu tidak benar. Mungkin dia yang memulai dulu mendekati Sarah, bukan Sarah yang menjebaknya seperti apa yang dia tuduhkan.
Frans teringat perkataannya yang sangat kasar tadi pagi pada Sarah, dia sangat menyesal dan ingin segera menebus kesalahannya pada Sarah. Frans langsung segera menelepon Rani untuk menanyakan dimana lokasinya dan Sarah menonton pertunjukan musik, tapi Rani tidak mengangkat teleponnya.
Frans tidak menyerah untuk menemukan keberadaan Rani, dia menyuruh Aldo untuk melacaknya. "Do, cepat cari tahu lokasi ponsel Rani sekarang!"
"Apa...?" tanya Aldo yang terkejut dengan perintah Frans yang mendadak.
"Sekarang juga, temukan secepatnya!" ucap Frans mengulangi perintahnya. Aldo yang sudah kenal dengan sifat Frans dari dulu mengerti betul, jika dia sudah memberi perintah harus segera dilaksanakan kalau tidak, dia akan mengamuk nanti.
__ADS_1
"Baik tunggulah sebentar." jawab Aldo segera mengotak-atik handphone miliknya. Aldo yang ahli IT tentu tidak akan kesulitan menemukannya, "Ini dia...!” teriak Aldo dengan tersenyum senang. “Sekarang dia sedang berada di gedung Opera Grand Royal," kata Aldo menjelaskan lokasinya pada Frans.
"Ok, terima kasih." Frans segera bergegas pergi ke lokasi yang Aldo tunjukan. Dia mengendarai mobilnya dengan sangat cepat supaya bisa segera bertemu dengan Sarah. pertunjukan musiknya.
Pertunjukan musik klasik tersebut sudah selesai, Sarah sudah berada di luar gedung menunggu Rani mengambil mobilnya. Begitu Frans melihat Sarah, dia langsung memanggilnya dengan keras.
"Sarah..." panggil orang tersebut.
Sarah menoleh karena dia merasa familiar dengan suara yang memanggilnya tersebut. Saat Sarah menoleh melihat orang tersebut adalah Frans, dia langsung ketakutan dan berusaha menghindarinya.
"Apa yang kau lakukan? Apa kau bodoh?" ucap Frans dengan nada tinggi. Sarah yang masih syok karena hampir tertabrak, dan takut dengan Frans yang memarahinya, dia hanya menangis. "Kau hampir tertabrak dan membunuh bayimu!" tukas Frans kasar.
__ADS_1
"Aku memang bodoh, maafkan aku..." jawab Sarah dengan tangisannya, tubuhnya gemetar karena takut dengan Frans yang memarahinya.
Melihat kondisi Sarah yang gemetaran seperti itu Frans langsung memeluk Sarah dengan erat, dan menurunkan suaranya.
"Maafkan aku..., aku yang salah, itu bukan salahmu, aku tidak akan memarahimu lagi," kata Frans menyesali ucapannya.
Sarah langsung membalas pelukan Frans dan juga semakin menangis mendengar permintaan maaf dari Frans.
"Aku janji, aku akan melindungimu dan membuatmu bahagia mulai sekarang," ucap Frans sambil menghapus air mata Sarah, lalu ia mencium keningnya.
Rani yang melihat mereka berdua dari kejauhan merasa bahagia karena menurutnya, sahabatnya itu sudah menyelesaikan masalahnya, dia pun pergi dulu tanpa menunggu Sarah.
__ADS_1
Frans menggandeng tangan Sarah masuk ke dalam mobilnya. Sarah sangat senang melihat perubahan perilaku Frans yang jadi lebih lembut padanya. Mereka berdua pun pulang menuju ke rumah.
Setelah Frans dan Sarah yang telah menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka, masalah lain menanti mereka di rumah.