IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
43


__ADS_3

"Baiklah non, bibi akan simpan surat ini, dan akan bibi berikan pada tuan Frans ketika bibi kembali ke sini nanti." jawab bi Inah berjanji pada Sarah, setelah itu bi Inah pergi meninggalkan rumah untuk pulang kampung.


Hari itu Frans pulang dari kantor lebih awal, Dia pulang ke rumah untuk mempersiapkan dirinya, karena Ia akan pergi kencan dengan Stevi untuk merayakan hari pergantian ulang tahunnya.


Saat itu Frans terlihat rapi sekali dengan raut wajah yang sangat bahagia, Ia tidak sabar ingin segera bertemu Stevi. Tidak lama kemudian Stevi datang ke rumah, Frans bingung melihat Stevi yang datang lebih awal dari jam yang mereka janjikan.


"Stev, apa yang kamu lakukan di sini? Oh...aku tahu, kamu tidak sabar ingin memberiku kejutan ya, mangkanya kamu datang sendiri ke sini sebelum aku menjemputmu." tanya Frans dengan wajah bahagianya.


Stevi diam sejenak sebelum Ia menjawab pertanyaan Frans, lalu Ia menggenggam kedua tangan Frans dengan wajah bersalah.


"Maafkan aku Frans, aku sangat menyesal, tapi aku tidak bisa menemanimu hari ini, aku ada fashion show malam nanti." jawab Stevi dengan alasannya.

__ADS_1


Frans langsung melepaskan tangan Stevi yang menggenggam tangannya,


"Apa maksudmu? Malam ini kamu kerja dan tidak bisa menemaniku, kamu tahukan Stev malam ini sangat penting bagiku, karena nanti malam adalah hari ulang tahunku." kata Frans dengan wajah kesal.


Stevi mengerti jika Frans marah padanya jadi dia berusaha membujuk Frans untuk menenangkannya dengan menunjukan hadiah mewah yang dia bawa untuk ulang tahun Frans.


"Ayolah Frans, lihatlah ini...aku membawakanmu hadiah jam tangan mahal, kamu suka inikan." kata Stevi berusaha menenangkan Frans yang kesal, namun Frans tetap diam dan tidak peduli dengan hadiah yang Stevi bawakan untuknya.


Frans yang tidak pernah tega melihat Stevi menangis, Ia pun dengan mudah memaafkan Stevi.


"Baiklah, kamu boleh pergi." kata Frans sambil menerima hadiah untuknya dari tangan Stevi.

__ADS_1


Mata Stevi langsung terbelalak karena mendengar ucapan Frans yang telah memaafkannya, membuat Stevi sangat senang sampai dia memeluk Frans.


"Terima kasih Frans, kamu memang pacar yang sangat pengertian, aku pergi dulu ya..." kata Stevi dengan tersenyum senang, dan Ia segera pergi dari rumah Frans.


Setelah kepergian Stevi, Frans kembali ke dalam kamarnya dengan wajah sedih, Ia menaruh hadiah dari Stevi di meja samping tempat tidurnya tanpa Ia buka.


Meskipun Frans mengatakan pada Stevi untuk pergi, sebenarnya Ia ingin Stevi menemaninya malam ini, tapi Ia tidak mau menghalangi kebahagian Stevi.


Lalu Frans teringat Sarah yang belum memberinya hadiah ulang tahun, Ia pun segera pergi ke kamar Sarah. Sebelum Frans masuk ke dalam kamar Sarah, Dia melihat Sarah berdiri di depan jendela kamarnya dan berbicara sendiri.


"Kamu akan segera lahir, tapi ibu belum menemukan nama yang cocok untukmu nak..." kata Sarah sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Frans melenggang masuk ke dalam kamarnya, dia melingkarkan tangannya memeluk Sarah dari belakang dan mengelus perutnya. Sarah sangat terkejut dengan sikap Frans yang tiba-tiba bersikap lembut padanya.


__ADS_2