IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
30


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di rumahku Do?" tanya Frans yang bingung melihat sahabatnya itu di rumahnya tanpa pemberitahuan dulu.


Aldo menatap Frans dengan kesal, karena dia terlihat seperti orang yang tidak bersalah, bukannya menjawab pertanyaan Frans. Aldo malah balik bertanya, "Apa yang kau lakukan pada Sarah? Apa kau menurunkannya di tengah jalan?"


Frans yang heran dengan reaksi sahabatnya tersebut, dia hanya menjawabnya dengan singkat, "Iya...."


"Apa kau tidak punya hati Frans? Bagaimana bisa kau tega menurunkan wanita yang sedang mengandung anakmu itu sendirian di tengah jalan, dia berjalan kaki kehujanan dan kedinginan, apa kau puas?" tanya Aldo dengan amarah karena kesal Frans tidak merasa bersalah sama sekali.


"Tunggu, apa maksudmu Do? Aku memang menurunkannya di tengah jalan, supaya dia bisa pulang naik taksi, karena aku mengantar Stevi ke lokasi pemotretan," jawab Frans dengan alasannya.


"Apa kau bodoh Frans...? Di jalan itu dari dulu tidak pernah ada angkutan umum apapun yang melintasinya," kata Aldo kesal.


"Apa...? Aku benar-benar tidak tahu hal itu Do," ucap Frans dengan terkejut.

__ADS_1


"Frans, sebagai sahabatmu aku hanya mengingatkanmu, jangan pernah kau sia-siakan wanita yang tulus mencintaimu seperti Sarah, sebelum kau menyesal setelah kehilangan dia," kata Aldo menasehati Frans.


"Apa maksudmu? Aku tidak punya perasaan apapun pada Sarah, jadi aku tidak akan menyesali apapun. Sekarang yang aku cintai di hatiku hanya Stevi seorang," jawab Frans menjelaskan isi hatinya.


"Terserah kau saja, aku pulang dulu," kata Aldo pamit padanya. Di dalam mobil, Aldo menatap Frans dan berkata di dalam hatinya, "Frans, kau mungkin mengira kau tidak akan bisa jatuh cinta pada Sarah, tapi siapa yang akan tahu masa depan, hanya waktu yang bisa menjawabnya."


Lalu Aldo menjalankan mobilnya untuk segera pergi dari rumah Frans. Setelah kepergian Aldo dari rumahnya, Frans segera masuk ke dalam rumah untuk mencari Sarah, di sana dia melihat Bi Inah yang baru saja turun dari lantai atas setelah memberikan minuman hangat pada Sarah.


"Iya tuan, Non Sarah sedang mandi, mungkin sekarang dia sudah selesai," jawab bi Inah.


Mendengar itu Frans langsung pergi ke lantai atas untuk segera melihat Sarah.


Di dalam kamarnya, Sarah yang baru saja selesai mandi. Dia sedang memakai baju di atas ranjang, saat Sarah hendak menarik resleting belakang baju tidurnya, Frans tiba-tiba datang dan mencium punggungnya.

__ADS_1


Sarah sangat terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Frans.


"Apa yang kamu lakukan? Pergilah!" Sarah hendak turun dari ranjang untuk melarikan diri dari Frans, tapi dengan cepat Frans menarik tangan Sarah lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan segera menindihnya.


"Akhirnya aku mendengar suaramu juga, setelah seharian ini kau diam saja di depanku," ucap Frans dengan tersenyum.


"Apa yang kamu inginkan? Lepaskan aku!" ucap Sarah sambil meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari Frans.


"Apa yang aku inginkan? Kau pasti tahu," jawab Frans dengan tatapan panas.


"Aku mohon padamu Frans, tolong lepaskan aku sekali ini. Aku tidak punya tenaga untuk melayanimu." pinta Sarah memohon.


"Kalau begitu kau tidak perlu melawanku, kau hanya perlu menurut saja untuk menghemat tenagamu," kata Frans dengan tersenyum panas sambil menciumi leher Sarah.

__ADS_1


__ADS_2