IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
26


__ADS_3

Di rumah sakit, Sarah sedang diperiksa keadaannya oleh Rani. Frans menunggunya di luar ruangan, dia terlihat gelisah dengan mondar-mandir di depan ruangan menunggu Sarah diperiksa karena khawatir. Beberapa saat kemudian Rani keluar dari ruangan Sarah dengan wajah kesal.


Melihat itu Frans segera menghampirinya dan bertanya, "Bagaimana keadaan Sarah sekarang?"


Bukannya menjawab pertanyaan Frans, Rani malah balik bertanya, "Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu?"


"Apa maksudmu?" tanya Frans yang bingung dengan maksud pertanyaan Rani.


"Apa yang kau lakukan padanya sampai dia kelelahan seperti itu?" tanya Rani dengan wajah kesal.


"Aku tidak melakukan apapun, di rumah dia tidak melakukan pekerjaan berat, dia hanya membantu bi Inah memasak saja," jawab Frans membela dirinya.


"Bagaimana kau tahu, kau tidak di rumah seharian, kan?" tanya Rani dengan kesal.


Frans langsung berpikir dan memandangi bi Inah dengan tatapan penuh pertanyaan.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan Sarah hari ini Bi? Katakan padaku!" tanya Frans pada bi Inah.


Bi Inah hanya menunduk dan menjawab pertanyaan Frans dengan ragu-ragu, "Itu ... hari ini Non Stevi menyuruhnya untuk membersihkan seluruh rumah Tuan."


"Apa...?" Frans membelalakan matanya karena sangat terkejut mendengar jawaban bi Inah.


Tidak lama kemudian Stevi tiba di rumah sakit. Dia tersenyum menatap Frans, tapi Frans menatapnya dengan penuh amarah. Lalu Frans menarik tangan Stevi untuk bicara agak jauh dari Rani dan bi Inah.


"Ada apa Frans?" tanya Stevi dengan senyuman di wajahnya, dia belum mengerti situasi yang akan dihadapinya.


Stevi sangat terkejut dengan sikap Frans, ini pertama kalinya Frans memarahinya itupun hanya untuk wanita seperti Sarah, jadi dia dengan sengaja menggunakan air mata buayanya untuk menghindari kesalahan.


"Maafkan aku Frans... aku tidak bermaksud membuat Sarah begini. Aku hanya cemburu padanya, karena sejak dia hadir di antara kita, kamu berubah jadi dingin padaku," kata Stevi dengan air mata buayanya.


Frans yang sangat mencintai Stevi, tentu saja dia tidak tega untuk memarahinya karena melihatnya menangis.

__ADS_1


"Baiklah, jangan menangis lagi! Ini salahku yang kurang perhatian denganmu, tapi aku tidak punya perasaan apapun pada Sarah, jadi kamu tidak perlu khawatir tentang itu," ucap Frans seraya memeluk Stevi untuk menenangkannya.


"Maaf...! Hari ini aku tidak bisa menemani kamu untuk pergi nonton ke Bioskop. Besok, aku janji akan menemanimu pergi ke sana, sekarang lebih baik kamu pulang saja ke rumah," ucap Frans membujuk Stevi supaya tidak menangis lagi.


"Baiklah, aku pergi dulu ya," jawab Stevi sambil berlalu pergi.


Rani yang melihat mereka dari kejauhan merasa semakin kesal dengan Frans, bukannya memarahi Stevi tapi malah memeluknya. Setelah kepergian Stevi, Frans kembali ke depan ruangan kamar Sarah menghampiri bi Inah.


"Bibi pulang saja ke rumah! Stevi tidak ada yang melayaninya kalau Bibi di sini, soal Sarah saya yang akan menjaga,” perintah Frans pada bi Inah.


"Baik tuan, saya permisi dulu," jawab bi Inah segera berlalu pergi.


Setelah itu Frans ingin masuk ke ruangan kamar Sarah, namun saat Frans membuka pintu ruangan kamar Sarah, Rani menghentikannya.


"Apa kita bisa bicara?" tanya Rani dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2