IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
33


__ADS_3

Frans yang sudah terkena obat perangsang, tentu dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Frans langsung membalikkan posisinya menjadi di atas tubuh Stevi.


"Tumben sekali... hari ini kamu sangat agresif Sarah, tapi aku suka ini," kata Frans sambil menciumi setiap bagian tubuh Stevi. Dia salah mengenali orang karena efek obat tersebut.


Stevi yang mendengar Frans menyebut nama Sarah membuatnya sedikit kesal, tapi karena dia menyadari Sarah berjalan mendekat ke dalam kamar, jadi dia mulai beraksi.


"Frans..., pelan-pelan..., aku tahu kamu sangat mencintaiku, tapi pintunya masih terbuka," kata Stevi dengan manja. Frans yang sudah di luar kesadarannya tetap menciumi tubuh Stevi dan menyetubuinya dengan penuh napsu.


PYARR….!!


Sarah menjatuhkan gelas yang dia bawa di tangannya, karena dia sangat syok melihat apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.


Sarah diam membatu dan air matanya mengalir melihat Frans sedang bercinta dengan Stevi di depan matanya sendiri. Stevi sangat puas melihat reaksi Sarah yang terluka karena melihatnya bercinta dengan Frans.

__ADS_1


Setelah itu Sarah langsung pergi dari kamar Frans dengan wajah yang sangat sedih dan berurai air mata, tubuhnya lemas sampai dia jatuh terduduk di lantai.


Bi Inah yang melihat Sarah menangis langsung menghampirinya.


"Non Sarah, ada apa? Mengapa anda menangis?" tanya bi Inah khawatir.


Sarah hanya diam saja dan terus menangis, lalu tiba-tiba dia bangkit dari lantai dan berjalan ke luar rumah. Bi Inah yang khawatir dengan Sarah mencoba untuk menghentikannya.


Sarah tidak menghiraukan panggilan bi Inah, dia tetap berjalan ke luar rumah dan segera pergi dengan naik taksi. Di dalam taksi Sarah terus menerus menangis mengingat apa yang baru saja dia lihat. Suaminya bercinta dengan wanita lain di depan mata kepalanya sendiri.


"Kenapa kamu begitu tega padaku Frans? Apa salahku padamu?" keluh Sarah dalam tangisannya.


Akhirnya taksi yang Sarah naiki berhenti di sebuah rumah besar, itu adalah rumah Rani. Rani yang baru pulang dari rumah sakit mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya, jadi dia langsung membukakan pintunya.

__ADS_1


Begitu Rani membukakan pintunya, Sarah langsung memeluknya dengan erat. Rani bingung melihat Sarah yang tiba-tiba datang ke rumahnya dengan wajah yang sedih dan menangis.


"Ada apa Sarah? Apa yang terjadi padamu?" tanya Rani khawatir. Sarah tetap diam tidak menjawab pertanyaan Rani dan hanya terus menangis.


"Baiklah tidak apa, masuklah dulu ke dalam." Rani menggandeng tangan Sarah untuk masuk ke dalam rumahnya. Setelah masuk ke dalam rumah Rani, Sarah menceritakan semua yang baru saja terjadi dengannya pada Rani.


"Bajingann! Teganya mereka berbuat hal menjijikkan itu di depanmu. Kamu jangan menangis lagi Sarah, dia tidak pantas kamu tangisi, kamu tidak sendirian, kamu masih punya aku," kata Rani seraya memeluk tubuh Sarah untuk menenangkannya.


Paginya Frans yang baru bangun dari tidur mulai membuka matanya. "Ah! Kepalaku … ada apa denganku?" kata Frans seraya memegangi kepalanya.


Lalu Frans menoleh ke sebelah kanannya, dia sangat terkejut melihat Stevi dan dirinya yang tidak mengenakan apapun di bawah selimut.


"Apa yang sudah terjadi?" kata Frans yang terkejut. Dia menyadari pasti telah terjadi sesuatu semalam.

__ADS_1


__ADS_2