Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#10 Lamaran untuk Nurmala


__ADS_3

Setelah puas mengobrol dengan teman temannya, tepat jam tujuh malam semua teman Nurma bubar pulang dan Nurma pun ikut pulang.


Nurma menghela nafasnya saat tidak mendapati Almira dan Ayahnya, Nurma tidak mempermasalahkannya dan dia akan pulang sendiri menggunakan taksi online kembali.


Nurma sudah membelikan beberapa pesanan yang di minta Ibunya, Saat Nurma akan memesan taksi online nya ternyata Reza menghampiri nya.


''Suster Nurma mari saya antarkan pulang, ini sudah malam tidak baik pulang sendiri. ''


ucap Reza dan Nurmala langsung terdiam.


''Nona Almira sudah di dalam mobil tertidur karena menunggu anda, mari Suster keburu malam. ''


ucap kembali Reza dan akhirnya Nurmala mengangguk lalu mengikuti Reza.


Nurmala memilih duduk di kursi depan di samping Reza karena dia merasa kurang nyaman jika duduk bersama Faris.


''Suster Nurmala..... terimakasih karena kamu sudah membuat putri saya tertawa lepas, selama ini saya tidak pernah melihat senyum Almira yang begitu lepas dan itu berkat anda. ''


ucap Faris dan Nurmala langsung terdiam.


''Sama sama Tuan. ''


jawab Nurmala dan langsung kembali menatap jalanan malam di sampingnya.


Reza hanya melirik ke arah Nurmala yang hanya diam tanpa mau mengajak berbicara, sedangkan saat melihat dari spion ke arah belakang, Reza bisa melihat Tuannya sedang tersenyum sambil mengusap rambut Almira yang ada dalam pangkuan nya.


''Bunda...... ''


ucap Almira saat membuka matanya dan mencari Nurmala.


''Bunda nya di depan sayang duduknya. ''


ucap Faris dan almira langsung duduk lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Nurmala.


''Mau pindah sama Bunda ajah. ''


ucap kembali Almira sambil berjalan maju ke depan.


Reza langsung memberhentikan mobilnya di sisi jalan dan Almira langsung menuju Nurmala lalu duduk di pangkuan nya.


''Bunda udah beliin pesanan Nenek belum?? ''


ucap Almira yang mengingatkan permintaan neneknya.


''Sudah sayang, tuh pesanan Nenek satu kantong penuh. ''


jawab Nurmala sambil menunjuk bungkusan di hadapannya.


Almira hanya cekikikan melihat begitu banyak pesanan Neneknya dan membuat Faris tersenyum senang karena tawa Almira sekarang ada dan tidak seperti saat mendiang Ibunya hidup.


Akhirnya setelah menempuh perjalan dua puluh menit, mobil sampai di depan halaman rumah Nurmala, Nurmala membuka pintu dan menurunkan Almira terlebih dahulu.

__ADS_1


Almira langsung berlari masuk kedalam rumah dan berhasil membuat Nurmala berteriak agar Almira jangan berlari.


''Berisik Suster, ini sudah malam dan menganggu tetangga tau. ''


ucap Faris sambil berjalan mendahului Nurmala dan membuat Nurmala mendelik sebal.


Reza hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tuannya yang menjahili Suster Nurma.


Reza mengeluarkan sebuah bungkusan dari bagasi dan membawanya masuk.


Nurmala langsung mengucap salam dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan minum membantu Ibunya.


''Ibu kira Almira datang sendiri, ternyata sama amu dan Ayahnya juga. ''


ucap Ibunya Nurmala saat putrinya menghampirinya ke dapur.


''Tadi gak sengaja bertemu di cafe dan kami di antarkan pulang, ini makanannya di sajikan saja ke tamu Buu. ''


ucap Nurmala sambil memberikan bungkusan makanan pada Ibunya.


''Untung Ibu pesan banyak kalau gak malu dong ada tamu gak di suguhi makanan. ''


''Ibu mendingan ke depan bawain minumnya, biar makanan di urus sama Nurma saja. ''


''Yasudah deh, ibu duluan ke depan yaa.... ''


ucap Ibu NUrmala sambil berjalan membawa nampan ke arah depan rumahnya.


''Enak gak sayang kue nya?? ''


ucap Nurmala saat Alimra mengunyah makanannya sambil menganggukan kepalanya.


''Enak banget Bunda kuenya.... ''


jawab Almira sambil mengacungkan jempolnya.


''Ayo bantu bawa ke depan yaa.... ''


ucap Nurmala dan Almira mengangguk senang.


Nurmala berjalan di belakang Almira dengan membawa nampan berisi cemilan sedangkan Almira membawa tadahan bawah piringnya.


''Anak Ayah rajin sekali. ''


ucap Faris reflek saat memperhatikan Almira yang menata tadahan bawah piring dan membuat Almira tersenyum.


''Sudah selesai ikut duduk yaa kamu Nurma. ''


ucap Sang Ayah dan Nurmala mengangguk.


Almira langsung duduk di samping Nurmala sambil menggandeng lengan Nurmala, Faris hanya tersenyum melihat putrinya begitu nyaman berada di samping Nurmala.

__ADS_1


''Maaf karena saya datang nya malam malam, tadinya mau besok tapi kebetulan ketemu Nurmala dan Almira, jadi yaa sekalian saya datang kesini saja. ''


ucap Faris dan Kedua orang tua Nurmala hanya mengangguk.


''Mau besok atau sekarang kan sama saja, sama sama mau berbicara kan?? ''


ucap Ayah Nurmala dan Faris mengiyakannya.


''Maaf karena putri saya keluarga Bapak jadi terganggu, saya sebagai Ayah nya pun tidak bisa melarang, kemarin sempat melarang malah berakhir jadi mayat hidup Almiranya, Ijinkan saya untuk meminang putri bapak menjadi istri saya dan Bunda untuk Almira, bukan saya memanfaatkan kedekatan Almira dan Nurma tapi saya merasa nyaman saat melihat Putri saya berada dekat dengan Nurma, saya juga gak mungkin kan membiarkan Almira tetap tinggal di rumah Bapak, tapi saya juga gak bisa membawa Nurma begitu saja untuk ikut dengan Almira, mungkin untuk saat ini saya ataupun Nurma belum sama sama memiliki perasaan, tapi nantinya kalau kita bersama rasa itu akan tumbuh, Saya ijin melamar Nurmala Pak. ''


jelas Faris kembali dan membuat kedua orang tuanya Nurmala terdiam, sedangkan Nurmala langsung melototkan matanya.


''Bapak serahkan jawaban nya pada Nurmala karena dia yang akan menjalani nantinya. ''


ucap Ayahnya Nurmala dan Faris langsung menatap ke arah Nurmala.


''Bagaimana Nurma?? kamu bersedia menikah dengan Ayahnya Almira?? Ayah serahkan semua padamu dan Ayah tidak akan memaksa. ''


ucap Sang Ayah sambil menatap ke arah putrinya.


Nurmala terdiam dan Almira langsung menggenggam tangan Nurmala, Nurmala langsung tersadar dan menatap mata Almira yang menunjukan harapan besar pada jawaban Nurmala.


''Baiklah, saya bersedia menikah dengan Tuan dan semua untuk Almira. ''


jawab Nurmala dan membuat Almira tersenyum senang lalu memeluk Nurmala.


Semua langsung bernafas lega dan Faris tersenyum senang, Faris mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya pada Nurmala.


''Itu tanda pengikat untuk kamu, panggil saya Faris jangan Tuan yaa!!! ''


ucap Faris sambil memberikan sebuah kotak dan Nurma menerimanya.


''Baiklah semua sudah beres dan Bapak harap pernikahan kalian kelak harmonis dan bahagia, kunci utama adalah komunikasi dan kejujuran. ''


ucap Sang Ayah dan membuat Faris menggangguk.


''Saya akan mengingat ucapan Bapak, silahkan tentukan tanggal pernikahan nya dan kapanpun itu saya akan menyanggupinya, lebih cepat lebih baik karena dalam waktu dekat saya ada perjalanan bisnis ke luar negeri. ''


jawab Faris dan membuat Ayahnya Nurmala tersenyum.


''Nurma..... kamu siapnya kapan?? semua terserah kamu yang menentukannya. ''


ucap Ayah Nurmala yang melemparkan jawaban pada Nurmala.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2