
Nurma selesai dengan susunya yang di buatkan untuk Almira, namun saat membawanya ke depan rumah hanya ada suaminya yang sedang bertelphonan.
''Pasti Ayah sama Ibu ngajak Almira jalan jalan pakai mobil baru. ''
gumam Nurma sambil kembali masuk kedalam rumahnya meninggalkan suaminya yang sibuk dengan telphone di telinganya.
Nurma menyimpan susu nya kedalam kulkas dan dia langsung menuju kamar untuk membawa pakaian gantinya karena dia akan mandi mumpung sepi, Nurma tidak tahu kalau tindakannya mandi adalah sebuah undangan untuk suaminya.
Saat asik memilih pakaiannya, Faris menyelinap masuk kedalam kamar dengan sangat pelan dan benar saja Nurma tidak menyadarinya.
''Maasss....... ''
teriak Nurma saat Faris memeluknya tiba tiba.
''Curang..... kenapa bisa tahu kalau Ayah yang peluk Bunda?? ''
ucap Faris sambil melepaskan pelukannya.
''Bau parfum nya aku tahu dan lagian di rumah cuma ada kita berdua, otomatis kamu pelakunya. ''
jawab Nurma sambil memilih pakaian dalam nya.
''Bunn, jangan bawa pakaian kamu dan cukup bawa pavorite kamu saja yaa, di rumah sudah Ayah siapkan semua kebutuhan kamu, oh iya...... bawa make up kamu juga karena Ayah gak menyediakannya, Ayah gak tau make up yang cocok untuk kamu. ''
ucap kembali Faris sambil melepaskan kancing kemejanya satu persatu.
''Yasudah aku gak akan bawa apa apa berarti, Almira di bawa sama Ayah dan Ibu yaa?? ''
''Iya Bunn..... Ayah mau menjajal mobil baru dan anehnya anak kamu malah girang di ajak jalan jalan sama kakek dan nenek nya. ''
''Padahal Almira belum minum susunya loh, Ayah sama Ibu emang senang jalan jalan Mas dan sekarang ada teman nya deh pengganti aku. ''
''Bunn..... situasi mendukung loh sekarang, yuu.... kita ke surga. ''
ucap Faris saat selesai melepas kemejanya.
''Jangan macam macam yaa..... aku gak mau Mas dan nanti bahaya kalau Ayah sama Ibu datang tiba tiba. ''
tolak Nurma dan membuat Faris mendelik.
Nurma merasa aneh dengan suaminya, secepat itukah bisa mencintai Nurma dan menerimanya, Nurma malah berfikiran kalau suaminya akan sulit menerima kehadirannya karena pernikahannya kan demi Almira dan demi memberikan status pada Nurma yang akan di bawa ke kediaman Faris.
Nurma langsung keluar kamar sambil menenteng handuk dan pakaian gantinya, Faris memilih merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan handphone milik istrinya.
__ADS_1
''Ternyata istriku sangat polos sekali, ada apa denganku yaa?? bisa begitu cepat jatuh cinta sama Nurmala dan bahkan dia wanita yang baru aku kenal, apa ini yang dinamakan jodoh?? ''
ucap Faris sambil menatap foto di galery handphone milik istrinya.
Faris menyimpan kembali handphone milik Nurma dan kembali merebahkan tubuhnya sambil menunggu istrinya yang sedang mandi, Faris sebenarnya ingin meminta hak nya namun tidak mungkin di lakukan di rumah mertuanya karena situasinya sangat tidak mendukung.
Beberapa menit kemudian Nurma selesai dengan mandinya dan orang tuanya belum pulang juga, Nurma merasa takut karena di rumah hanya berdua dengan suaminya, situasi yang tidak pernah Nurma inginkan dulu karena saat ini dia masih takut.
Nurma pun akhirnya masuk kedalam kamarnya setelah berdiam lama di dapur mencuci gelas kotor dan cucian piring yang ada di dapur.
''Sudah mandinya?? ''
ucap Faris saat Nurma masuk kedalam kamar.
''Sudah dan sana Mas mandi mumpung masih sepi di rumahnya. ''
jawab Nurma dan Faris langsung menghampiri istrinya yang duduk di depan kaca meja riasnya.
''Memang hubungan nya sepi sama Ayah mandi apa?? heummm...''
tanya Faris sambil memeluk Nurma dan mencium pipinya.
''Mas kamu suka bertelanjang dada kalau dari kamar mandi dan gak memakai pakaiannya di dalam kamar mandi, makanya mandi sekarang mumpung sepi. ''
jawab Nurma dan Faris tetap diam sambil memeluk istrinya.
''Jangan ngasal deh, aku udah mandi loh Mas kalau mas lupa. ''
''Kamu ini pikirannya jauh sekali, maksud Ayah itu temani mandi tuh kamu tunggu di meja makan dan ayah mandi di kamar mandi sendirian. ''
jelas Faris sambil melepas pelukan nya dan membawa handuk juga pakaiannya yang di siapkan Nurma.
Faris keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Nurma kembali melanjutkan memakai pelembab di wajahnya, Nurma menghubungi ibunya ternyata mereka bertiga sedang makan di dekat balai desa.
''Ayah sama ibu seperti punya mainan baru semenjak Almira datang. ''
ucap Nurma sambil menyimpan kembali handphone nya dan segera keluar untuk membuatkan makanan.
Nurma membuka kulkas dan hanya ada naget juga ayam yang sudah di bumbui tinggal di goreng, Nurma pun menyiapkannya dan segera memasaknya, Nurma sudah memberitahukan pada Ibunya untuk tidak membungkus makanan dan ibunya pun mengiyakannya.
''Masak apa Bunn?? ''
tanya Faris sambil duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
''Masak naget sama ayam goreng buat kita makan, ayah, ibu sama Almira lagi pada makan soto dekat balai desa, jadinya kita makan dengan yang ada di stok kulkas saja. ''
jawab Nurma sambil memberikan minum untuk Faris.
''Padahal jangan masak Bunn, kita pergi berdua makan di luar ajah yuu, jarang jarang loh kita berdua. ''
ajakan Faris dan Nurma menggelengkan kepalanya.
''Telat Mas, masakannya sudah mau matang dan kita makan yang ada di rumah saja, kan sayang makanan jadi gak kemakan kalau kita makan di luar. ''
tolak Nurma dan Faris pun tidak bisa melawan.
''Bunn..... ''
panggil Faris kembali dan membuat Nurmala menggeram kesal.
''Apa sii Mas manggil terus, aku mau tiriskan ayam sama nagetnya dulu. ''
jawab Nurma dan membuat Faris langsung tersenyum. kecut.
''Bunn..... kamu tuh sensi banget sih, Ayah kan cuma manggil dan minta Bunda merubah panggilan kita berdua, biar manis Bunn. ''
pinta Faris dan Nurma hanya menggelengkan kepalanya sambil menyajikan makanan di hadapan suaminya.
''Makan Mas karena perutku sudah sangat lapar sekali, nanti kita bahas lagi oke. ''
jawab Nurma sambil menyajikan nasi di atas piring suaminya.
Faris mengangguk dan langsung ikut memakan makanannya, Nurma masih canggung sebenarnya kalau mengikuti panggilan Faris karena baginya semua terasa mimpi, bisa memiliki suami dan seorang putri walaupun bukan Nurma yang melahirkannya namun Nurma menyayangi Almira layaknya putri kandungnya.
''Besok Bunda ikut Ayah ke perusahaan yaa, disana akan ada live show orang memohon dan semua Ayah serahkan sama Bunda untuk memberikan pelajaran setimpal. ''
ucap Faris saat selesai makan dan Nurma sedang mencuci piringnya.
''Semua terserah Mas saja dan aku gak mau ikut campur Mas, silahkan lakukan apapun yang setimpal menurut kamu, aku gak mau melihat orang yang pernah menyakiti keluargaku. ''
jawab Nurma dan Faris menganggukkan kepalanya setuju.
''Oke laah biar Ayah yang memberikan sedikit pelajaran untuk mereka. ''
ucap Faris dengan nada tegasnya dan sedikit tersenyum sinis saat membaca laporan dari Reza.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....