
Satu bulan berlalu......
Nurma sudah mendaftarkan Almira ke sekolah taman kanak kanak terbaik di kota dan minggu depan bertepatan dengan tahun ajaran baru, setelah menunggu satu bulan lamanya akhirnya Almira bisa sekolah.
Saat ini Nurma sedang menemani Almira menyampul buku sesuai aturan sekolahnya, semua alat alat sekolah beserta pakaian nya Almira sudah di sediakan oleh sekolahnya.
Hubungan rumah tangga dengan faris semakin intim saja karena Nurma sudah mulai membalas kasih sayang yang di berikan suaminya, bahkan rasa canggungnya pada Faris sudah hilang dan Faris semakin hari semakin posesif pada istrinya yang membuat Nurma sangat pusing.
Nurma merasakan kasih sayang tulus dari suaminya dan membuat Nurma bahagia karena merasakan kembali kasih sayang itu dan bukan kaleng kaleng.
''Bunda..... besok jalan jalan yuu. ''
ajak Almira saat Sang Bunda sedang merapihkan alat alat sekolahnya.
''Mau jalan jalan kemana sayang?? ''
tanya Nurma dan Almira langsung terdiam.
''Terserah Bunda saja kemana, minggu depan aku sekolah dan sebelum sekolah mau jalan jalan dulu sama Bunda yaa. ''
jawab Almira dan Nurma tersenyum lalu merapihkan alat alat tulis nya.
''Nanti Bunda ijin Ayah dulu yaa sayang, takutnya Ayah gak ijinkan. ''
ucap Nurma dan Almira mengangguk.
Semua peralatan sekolah Almira sudah rapih dan si simpan di lemari khusus alat alat sekolah Almira, Nurma mewujudkan semua mimpi Almira tanpa Almira bicara apa maunya dan Almira begitu bahagia.
''Bobo siang dulu yaa sayang sudah waktunya dan nanti saat bangun kita bermain sepedah. ''
ucap Nurma karena memang sudah jadwal tidur siangnya Almira dan itu wajib untuk putrinya.
Almira menurut dan langsung menuju kamar mandi yang ada di sudut kamarnya, karena saat ini Almira juga Nurma sedang di dalam kamar Almira.
''Mas Faris gak akan mudah memberikan ijin keluar sekarang. ''
gumam Nurma dalam hatinya saat mengingat permintaan dari Almira.
Almira keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ranjangnya dimana Sang Bunda menunggunya, Almira langsung merebahkan tubuhnya dan Nurma langsung mengusap punggung Almira memberikan kenyamanan seperti biasa karena Almira akan langsung terlelap setelah merasakan kenyamanan yang di berikan Nurma.
__ADS_1
Hanya sepuluh menit Almira sudah tertidur pulas dan dengan sangat hati hati Nurma beranjak dari ranjang lalu keluar dari kamar putrinya.
Nurma langsung menuju kamar nya untuk merebahkan tubuhnya yang terasa lelah karena sedari pagi terus di kamar Almira.
Tak butuh waktu lama akhirnya Nurma terlelap ke alam mimpinya.
Dua jam kemudian......
Faris pulang lebih awal dan langsung menuju kamar setelah menanyakan keberadaan istrinya dan saat membuka pintu kamarnya ternyata istrinya sedang tertidur dengan posisi menantang bagi Faris.
Faris langsung melepas jas dan sepatunya, bahkan Faris melepas semua yang menempel di tubuhnya dan hanya menyisakkan bokser saja.
''Jangan salahkan Ayah kalau kita harus olah raga sore hari Bunda, kamu menantang soalnya dan membuat Ayah gak bisa menundanya. ''
ucap Faris sambil mengusap pipi Nurma yang sedang tertidur pulas.
Faris mulai melancarkan aksinya dan istrinya hanya menggeram lalu kembali terlelap karena dalam impian Nurma saat ini suaminya sedang menjamah tubuhnya namun semua adalah nyata.
Faris hanya tersenyum karena istrinya menikmati setiap sentuhannya dan saat mulai pada intinya, Nurma membuka matanya dan Faris langsung mencium Nurma saat akan protes.
Faris melakukan dengan sangat pelan dan mambuat Nurma menikamtinya, bahkan Nurma memejamkan matanya dan membuat Faris melepaskan ciumannya.
bisik Faris sambil mencium leher Nurma dan berhasil membuat Nurma mendesaaaaah.
Faris sangat menikmati permainannya hinga berbagai posisi di lakukannya dan Nurma hanya bisa pasrah menerima semuanya karena dia memang menginginkannya.
Satu jam kemudian Faris baru mengakhiri permainannya dan membuat Nurma langsung lemas dan terdiam sambil menetralkan nafasnya yang masih belum teratur.
''Makasih Bunda dan pemaksaan ini membuat kita menikmatinya. ''
ucap Faris dan Nurma langsung memukul dada suaminya.
''Ko malah mukul kan memang benar Bunda juga menikmatinya jadi jangan marah dong. ''
ucap kembali Faris dengan senyumnya dan Nurma hanya mendesah kesal.
''Ayah..... tadi Almira meminta jalan jalan sebelum sekolah, Ayah mengiijinkannya gak?? ''
ucap Nurma yang sudah mulai memanggil Faris sesuai keinginannya.
__ADS_1
''Mau jalan jalan kemana memangnya?? lebih baik Almira istirahat saja jangan kemana mana. ''
''Biarkan Almira jalan jalan Ayah kan Bunda juga ikut menemani. ''
''Nah itu masalahnya karena Bunda ikut pergi jadi Ayah gak ijinkan, nanti laki laki gila itu malah mengikuti Bunda lagi. ''
tolak Faris kembali karena memang masih kesal dengan kejadian beberapa minggu lalu saat mantan Nadin dengan seenaknya menghampiri istrinya yang sedang memakan ice cream dengan Almira saat Faris mengangakat telphone nya di luar kedai ice cream.
''Berarti Ayah yang harus menjelaskan sama almira karena Bunda gak tega melihatnya. ''
ucap Nurma dan Faris menganggukan kepalanya.
''Jalan jalan keliling komplek saja pakai sepeda Bunn, sangat aman karena tidak ada yang sembarangan masuk ke komplek tanpa ijin keamanan di depan. ''
usul Faris dan Nurma hanya diam karena Almira pasti menolak dalam hatinya walau di wajahnya menyetujui.
''Almira akan menuruti apapun yang Bunda bicarakan tapi kan hatinya pasti kecewa Ayah, pliis ijinkan yaah dan Bunda mau kok pakai pengawal selama jalan jalan dengan Almira. ''
ucap Nurma dan Faris langsung terdiam sambil menimbang nimbang keputusannya.
''Nanti kita bicarakan pada Almira, memangnya kapan mau perginya?? ''
jawab Faris sambil memikirkan harus berapa pengawal yang mengantarkan istrinya.
''Besok atau lusa palingan Ayah karena semua persiapan sekolah Almira sudah selesai. ''
ucap Nurma dan Faris hanya mengangguk lalu mengeratkan pelukannya pada Nurma.
''Sayang boleh gak sekali lagi minta jatahnya. ''
ucap Faris sambil menciumi leher Nurma dan Nurma mengangguk memberikan ijinnya.
Faris yang di berikan lampu hijau pun langsung melancarkan aksinya dan Nurma kembali di bawa terbang ke nirwana dengan permainan permainan yang Faris lakukan.
seperti biasa Faris mengakhirinya dengan mencium kening Nurma dan berbicara romantis pada Nurma karena telah memberikan sebuah kenikmaaatan yang tiada tara.
.
.
__ADS_1
Bersambung......