Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#23 Ungkapan Faris


__ADS_3

Faris sebenarnya ingin menyusul istrinya belanja namun dia pasti akan suntuk karena wanita kalau belanja tidak akan ingat waktu.


Faris memilih masuk kedalam rumah setelah mendapatkan kunci rumahnya, rumah dalam keadaan rapih, bersih juga wangi.


''Laper banget perut ku ini, masak mie instan ajah deh kayanya. ''


ucap Faris sambil berjalan menuju dapur dan menyiapkan bahan bahan pelengkap mie instannya.


Setelah mie nya jadi Faris langsung menyantapnya sambil bertukar pesan dengan istri nya dan membuat Faris senang karena Nurma aktif di pesan namun saat bertemu Nurma malah lebih banyak diam kalau Faris tidak memulai berbicara.


''Istriku.....dia wanita berkelas sekali, jarang berbicara dan sepertinya pasrah. ''


gumam Faris dengan senyumnya sambil menatap foto Nurma yang ada di handphone nya.


Faris datang dengan membawa bingkai foto pernikahannya, fotonya lengkap ada kedua orang tua Nurma dan ada Almira juga, Faris sengaja membawa formasi lengkap dan foto saat berdua dengan Nurma.


Di kediamannya pun sama fotonya di cetak besar dan di pajang di rumah utama dan di dalam kamar pribadinya oleh Faris, Faris sudah menyiapkan semua kebutuhan Nurma agar istrinya tidak repot mempacking pakaiannya.


Setelah selesai memakannya Faris langsung mencuci kembali bekas makan dan bekas memasaknya, Faris memilih menuju kamar Nurma untuk merebahkan tubuhnya.


.


.


Di pusat perbelanjaan saat ini......


Nurma benar benar membebaskan Ibunya memilih apapun kemauannya dan Nurma hanya membeli gaun untuknya dan untuk Almira, Nurma memilih pakaian juga untuk Faris takutnya Faris ingin ikut besok ke pernikahan teman Nurma.


Nurma tersenyum saat Almira menghampiri dan meminta minum, Nurma pun memberikannya sambil mengusap rambut Almira.


''Bunda..... nenek masih asik milih milih, Almira cape ngikutinnya dan mau duduk sama Bunda ajah. ''


ucap Almira dan Nurma mengangguk.


''Ini sambil makan cemilannya biar gak bosan menunggu neneknya. ''


ucap Nurma sambil menyodorkan cemilan yang sudah di buka kemasannya.


''Bunda emangnya benar Ayah sudah ada di rumah?? kenapa gak nyusulin kita kesini?? ''


tanya Almira sambil memakan cemilan nya.


''Ayah memilih menunggu di rumah, lagian kasian kalau Ayah menyusul dan menunggu kita berbelanja. ''


jawab Nurma dengan nada lembut nya sambil tersenyum dan Almira pun mengangguk tersenyum.


Nurmala sedikit berhasil mengembalikan dunia kecil Almira, sekarang Almira sudah sedikit berubah dan selalu merengek manja kepada Nurma, bahkan Almira sudah terbiasa seperi anak anak seusianya, yang masih ingin di manja, di bacakan dongeng sebelum tidur, selalu di wajibkan tidur siang dan makanan yang di konsumsi oleh Almira pun sudah Nurma rubah.


''Maaf karena Ibu kalian jadi menunggu lama. ''


ucap Ibunya Nurma saat menghampiri Nurma yang sedang duduk menunggu dengan Almira.


''Santai saja Buu.... lagian kami juga duduknya disini nyaman, sudah selesai belanjanya?? ''

__ADS_1


jawab Nurmala dan Ibunya mengangguk.


''Sudah semuanya, barang ibu sama barang buat Ayah juga, kamu mau hubungi suami kamu buat minta jemput ga?? ''


''Gak usah Buu, kita pesan taksi online saja kan lebih cepat daripada nelphone Mas Faris. ''


''Yasudah kalau begitu, ayo kita pulang kaki Ibu sudah pegal banget. ''


ajakan ibunya nurma sambil menenteng belanjaannya yang lumayan banyak.


Nurmala hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, biasanya ibunya akan berbelanja saat hari raya saja namun sekarang ibunya sudah berbelanja karena Nurma yang meminta dan atas fasilitas yang di berikan suaminya.


Nurma memesan taksi online nya dan hanya tiga menit taksi sudah datang, Nurma meminta Ibu dan anaknya masuk duluan dan dia menyimpan barang belanjaannya ke bagasi mobil.


Nurma langsung masuk kedalam mobil dan duduk di samping Almira yang sedang meminum susu kotaknya, Nurma tersenyum melihat Almira seperti anak kecil seusianya.


''Ibu jangan masak yaa, kita pesan makanan online saja untuk makan malam nanti. ''


ucap Nurmala dan ibunya menggelengkan kepalanya.


''Mendingan masak Nurma lebih banyak dan lebih irit, bahan bahan masakan di kulkas penuh banget nantinya keburu busuk terlalu lama di simpan. ''


tolak ibunya Nurmala dan Nurmala mengangguk.


''Yasudah terserah ibu saja dan nanti Nurma bantu memasaknya, Nurma takut ibu masih cape karena berbelanja seharian ini. ''


''Gak masalah buat ibu lagian masak itu kan memang hobi nya ibu. ''


''Nanti saat sampai rumah, Nurma mau masak mie instan yaa, boleh kan?? ''


jawab ibunya Nurma yang pasrah dan Nurma tersenyum.


''Almira juga mau Mie yaa Bunda...... ''


pinta Almira dan Nurma mengiyakannya.


''Tuh kan anak kamu jadi ikutan mau. ''


ucap Ibunya nurma yang memang sangat melarang memakan Mie instan.


''Sesekali dan gak setiap hari juga Buu..... ''


jawan Nurma dan ibunya hanya mendelik.


''Lebih baik beli bakso yang lewat, kalau jam jam siang gini kan ada yang lewat. ''


ucap ibunya Nurma dan almira langsung mau membuat Nurma menyetujuinya.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di halaman rumah Nurma dan ternyata benar mobil suaminya terparkir di depan rumahnya.


Nurma di bantu ibunya mengeluarkan belanjaan dari bagasi lalu membayar tagihan taksi online nya setelah selesai mengeluarkan barang nya.


''Ternyata belanjaan ibu paling banyak. ''

__ADS_1


ucap Ibunya Nurma dan membuat Nurma tersenyum.


''Gak apa apa sesekali dan jangan hari raya terus kalau belanja. ''


jawab Nurma dan Ibunya mengangguk setuju.


Almira duluan masuk dan membuka pintu rumah yang tidak terkunci, Nurma langsung membawa belanjaannya masuk kedalam kamar dan Almira mengikutinya.


Ibunya pun sama memilih masuk ke kamar untuk merapihkan belanjaannya.


''Ayah bangun.....''


ucap Almira sambil menepuk pipi ayahnya yang sedang terlelap.


''Kamu udah pulang lagi sayang, Bunda nya mana?? ''


jawab Faris sambil duduk bersandar dan mengumpulkan kesadarannya.


''Bunda lagi ganti pakaiannya, kasihan Ayah kalau jemput kata Bunda jadinya pake taksi pulangnya. ''


ucap almira sambil turun dari ranjang dan keluar dari kamar.


Nurma selesai mengganti pakaiannya dan masuk kedalam kamar untuk melihat suaminya, ternyata suaminya sudah bangun dan pasti Almira yang membangunkannya.


''Bunn, kenapa gak nelphone minta jempu?? padahal ayah nunggu loh. ''


protes Faris saat Nurma masuk kedalam kamar.


''Gak apa apa Mas, lagian kasian Mas nya juga tidur pulas. ''


jawab Nurma sambil menyimpan pakaian nya ke keranjang kotor.


Faris langsung menarik Nurma dan Nurma langsung terlentang di ranjang dengan Faris mengukungnya saat ini.


''Kamu memang istri idaman Bunda, Ayah bahagia sekali memiliki kamu. ''


ucap Faris sambil mencium kening Nurma yang sedang terdiam menatapnya.


''Kamu banyak dieum kalau di dunia nyata, padahal tadi di pesan begitu banyak kata yang keluar. ''


protes Faris sambil menatap wajah Nurma.


''Lepas Mas nanti Almira masuk bahaya kalau Mas seperti ini. ''


jawab Nurma yang mengalihkan ucapan suaminya.


''Biarin ajah, kayanya Ayah udah jatuh cinta sama Bunda dan Ayah mau Bunda juga sama membalas cinta Ayah, i love you Bunda. ''


ucap Faris sambil mencium bibir Nurma namun Nurma langsung mendorong tubuh Faris reflek karena pintu terbuka dan almira masuk.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2