Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#25 Pesta pernikahan


__ADS_3

Tak terasa malam pun berganti menjadi pagi, di minggu pagi ini kedua orang tua Nurmala sedang lari pagi ke pusat olah raga yang ada di pusat Desa, sedangkan Nurma memilih diam karena siang nanti akan pergi ke acara resepsi pernikahan sahabatnya.


Suaminya masih tidur pulas di kamar, sedangkan Nurma dan almira ada di dapur karena Almira merengek meminta makan, Nurmala pun membuat nasi goreng dengan aneka toping dan Nurma membuat untuk tiga porsi karena kedua orang tuanya sudah berpesan akan makan di lapang olah raga.


''Pagi pagi udah berisik kalian berdua ini. ''


protes Faris saat duduk di kursi meja makan dengan wajah bantalnya.


Faris terbangun karena kasur di sampingnya kosong dan mendengar celotehan Istri juga putrinya, Faris pun beranjak dan menyusul ke dapur.


''Cuci muka dan gosok gigi dulu Mas, kita sarapan bersama. ''


titah Nurma saat menuangkan nasi goreng kedalam. wadah besar.


Faris mengangguk lalu berjalan menuju kamar mandi, Almira langsung meminta makannya dan Nurma pun menyiapkan nyaa, Almira meminta tambahan telor dadar dan Nurma membuatkannya.


''Makan yang tenang dan habiskan sayang. ''


ucap Nurma saat selesai menuangkan makanan untuk Almira.


''Siap Bunda..... ''


jawab Almira sambil memakan makanannya setelah membaca doa.


Faris keluar kamar mandi dengan wajah segarnya dan Nurma memberikan air minum untuknya, Faris menerimanya dan langsung meminumnya.


''Lahap banget makannya sayang, pelan pelan yaa biar ga tersedak. ''


ucap Faris saat melihat putrinya makan sangat lahap.


''Mas mau sarapan juga?? atau mau di buatkan apa?? ''


tanya Nurma sambil menyiapkan minum di depan Almira.


''Makan ajah Bunn, Ayah jadi lapar lihat Almira lahap gitu makannya. ''


jawab Faris dan Nurma langsung menyiapkannya.


''Telurnya mau ceplok atau dadar Mas?? ''


tanya Nurma sambil menunjuk telur di hadapannya.


''Ceplok ajah Bunn kalau Ayah. ''


jawab Faris dan Nurma pun langsung memberikannya.


Faris langsung memakan sarapannya dan Nurma pun ikut makan, mereka bertiga memang seperti keluarga yang sangat Harmonis, perlakuan Faris begitu lembut pada Nurma dan membuat Nurma yang tadinya canggung sekarang tidak canggung.


''Ayah sama Ibu pada kemana?? ''


tanya Faris karena tidak melihat kedua mertuanya.


''Pada jogging kalau minggu gini di pusat desa kan ramai mas banyak yang olah raga. ''

__ADS_1


jawab Nurma dan Faris mengangguk.


''Kenapa Bunda sama Almira gak ikut jogging?? malah sibuk memasak. ''


tanya Faris kembali dan Nurma pun teringat kalau dia belum memberitahukan acara resepsi pernikahan sahabatnya.


''Takut cape Mas dan nanti siang aku minta ijin yaa, mau ke acara resepsi pernikahan sahabatku, Mas kasih ijinkan?? ''


ucap Nurma dan membuat Faris mengerutkan keningnya.


''Dadakan sekali bilang nya, kenapa gak dari semalam Bunda. ''


''Lupa dan lagian kamu semalam tidur duluan juga. ''


''Ayah mau ikut yaah, tapi kan gak bawa pakaian juga loh, Bunda sih gak bilang. ''


''Sudah aku belikan kemeja buat Mas yang cople dengan aku dan Almira juga, mudah mudahan Mas suka yaa. ''


''Baiknya istriku sudah siapkan ternyata, apapun pilihan Bunda pasti Ayah akan suka. ''


ucap Faris dengan senyumnya dan Nurmala hanya diam lalu kembali memakan makanannya.


.


.


Tepat pukul sebelas siang, Faris dan Almira sudah selesai memakai pakaiannya bahkan Nurma membuat rambut Almira menjadi cantik dengan hiasan rambut, Nurmala masih bersiap karena rambutnya masih di tata ulang.


''Kalian berdua nunggu Nurma?? ''


''Iya Ayah, Nurma lama sekali siap siap nya. ''


jawab Faris dan Ayah mertuanya tersenyum.


''Nurma sama ibunya sebelas dua belas kalau masalah berrias, laamaaa. ''


ucap Ayah mertuanya Faris dan membuat Nurma mendelik saat mendengarnya.


''Ayah jahat malah memberitahu kan kebobrokan nya anak sendiri. ''


ucap Nurma sambil mencium tangan Ayahnya untuk pamit.


Faris dan Almira juga ikut mencium tangan Ayahnya Nurma untuk pamit, karena Ibunya Nurma sedang ke warung membeli bahan bahan kekurangan untuk memasak.


Nurmala duduk di samping suaminya yang mengemudikan mobil, sedangkan Almira memilih duduk di belakang sambil memainkan boneka nya.


''Bunn..... jangan manyun terus dong, baguslah Ayah kamu memberitahukan semuanya baik atau buruk nya kamu ke Ayah, kan biar Ayah bisa melengkapi kekurangan Bunda. ''


rayu Faris dan Nurma hanya diam tanpa mau menjawab.


''Lagian Ayah sama Ibu ceritain yang jelek semua, giliran yang baiknya di skip. ''


protes Nurma dan membuat Faris tertawa.

__ADS_1


''Biarin Bunda karena bagi Ayah, Bunda paling terbaik ga ada yang nandingin deh. ''


rayu Faris kembali dan Nurma hanya mendelik.


Setelah memberitahukan dimana alamat gedungnya, Nurma kembali sibuk dengan handphone nya karena satu teman satu gengnya hanya tinggal dia yang belum datang, membuat Nurma terus di teror teman temannya.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di parkiran sebuah gedung yang lumayan besar dan parkiran pun sedikit penuh, Faris mengikuti arahan abang parkir dan akhirnya menemukan tempat pas untuk parkir.


''Ayo sayang turun di bantu Bunda. ''


ucap Nurma saat membuka pintu mobil untuk Almira.


''Bunda.....bonekanya boleh di bawa gak?? ''


pinta Almira dan saat Nurma akan menjawab ternyata di dahului oleh Faris.


''Gak boleh sayang, simpan bonekanya di dalam mobil saja, nantinya boneka kamu hilang dan susah mencarinya. ''


ucap Faris dan Nurma langsung memukul lengan suaminya.


''Ngaco kalau bicara, yang bener kalau ngajarin anak bukan begitu Mas. ''


protes Nurma dan membuat Faris mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


''Sayang..... simpan di mobil yaa bonekanya, nanti kamu kerepotan kalau harus membawa boneka, Bunda janji gak akan lama di dalam. ''


rayu Nurma dan Almira langsung mengangguk setuju.


Faris menggendong Almira dan Nurma menggandeng lengan Faris, keluarga yang benar benar harmonis dan membuat Faris bahagia karena istrinya akan memperkenalkan nya pada teman temannya.


Nurmala langsung menghampiri sahabatnya yang melambaikan tangan padanya, semua sahabatnya datang dengan pasangan dan untungnya Nurmala memiliki Faris saat ini.


''Kamu lama sekali datangnya siih Nurma. ''


protes salah satu teman Nurma saat Nurma menyapanya.


''Maaf tadi kelupaan waktu akunya. ''


jawab Nurma sambil tersenyum.


''Oh iya, kenalkan suamiku Mas Faris dan putriku Almira. ''


ucap Nurma kembali yang mengenalkan suami juga anaknya.


Faris hanya mengangguk dan semua temannya Nurma pun mengangguk membalas sapaan Faris, Nurma langsung mengajak teman temannya untuk naik ke atas panggung pelaminan.


Satu geng Nurma langsung rempong di atas pelaminan, sedangkan pasangan mereka hanya diam di bawah dan tidak niat untuk gabung.


Faris hanya tersenyum melihat istrinya begitu ceria dan ada Almira yang ikut serta dalam kegembiraan Nurma bersama gengnya, Nurma meminta Faris naik ke pelamina karena giliran dia yang berfoto dengan pengantin dan Faris pun langsung maju menuju pelaminan.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2