
Pagi menjelang......
Nurma masih tertidur pulas di kamarnya sedangkan suami juga anaknya sudah keluar dari kamar dan sedang menikmati sarapannya.
''Nurma belum bangun juga udah siang gini. ''
ucap Ibunya Nadin saat menantu dan cucunya sedang memakan sarapan dengan suaminya.
''Belum Buu.... biarkan saja Nurma tidur dan nunggu dia bangun saja. ''
jawab Faris dan Ibunya Nurma hanya menggelengkan kepalanya.
''Sudah biarkan Buu, ayo Ibu ikut makan saja jangan di pikirkan Nurma yang masih tidur. ''
ucap Ayahnya Nurma yang mengerti dengan keadaan.
Ibunya Nurma tidak tahu kalau putrinya kelelahan karena melayani menantu tampan nya sampai menjelang dini hari dan Nurma tidur pulas hingga sekarang, bahkan Almira di mandikan oleh Faris karena Faris merasa bersalah membuat istrinya kelelahan.
''Faris..... Mau jam berapa pergi nya nanti?? kalau nunggu Nurma bangun keburu siang. ''
ucap Ayahnya Nurma dan Faris langsung terdiam.
''Sepertinya Ayah sama ibu dan Almira duluan saja dengan supir, Faris akan menunggu Nurma sampai bangun dan di rumah juga sudah siap semuanya, nanti Almira yang akan menunjukan pada kalian. ''
jawab Faris dan kedua orang tua Nurma mengangguk setuju.
''Tadinya Ayah mau pakai mobil sendiri saja jangan pakai supir loh. ''
ucap Ayahnya Nurma dan membuat Faris melihat ke arah Ayahnya Nurma.
''Jangan bahaya Ayah, perjalanan hampir empat jam nanti kelelahan di jalan, biarkan supir yang mengemudikan mobil nya, lagian supir sudah datang dari semalam dan menginap di hotel. ''
ucap Faris yang memang mengkhawatirkan Ayah mertuanya.
''Benar kata Faris dan Ayah harus nurut, memangnya Ayah tau jalannya. ''
ucap Ibunya Nurma yang ikut menyetujui usulan menantunya.
''Baiklah kita pakai supir saja kalau gitu berangkatnya kalau gitu. ''
ucap Ayah Nurma yang akhirnya menyetujui ucapan menantu dan Istrinya.
.
.
Supir yang di perintahkan datang ternyata sudah sampai di halaman depan, Faris langsung menghampiri karena ingin mengambil pesanan milik istrinya yaitu berkas dari rumah sakit, Faris pun meminta supir mengantarkan kedua mertua dan juga putrinya duluan ke kediamannya, supir pun mengangguk patuh.
Faris kembali masuk dengan sebuah tas di tangannya berlogo rumah sakit untuk di berikan pada istrinya.
__ADS_1
''Ayah dan Ibu sudah siap?? supir sudah datang soal nya. ''
ucap Faris saat masuk kedalam rumah.
''Ayah sudah selesai bersiap tinggal Ibu lagi menyiapkan pakaian di bantu sama Almira. ''
jawab Ayah Nurma dan Faris mengangguk lalu duduk di samping mertuanya.
''Itu tas logo rumah sakit tempat Nurma bekerja?? isinya apa?? ''
ucap Ayahnya Nurma saat melihat tas yang di simpan di atas meja di hadapan Ayah mertuanya.
''Ini berkas berkas Nurma dari rumah sakit, tadi di ambilkan sama supir ke rumah sakit. ''
jawab Faris dan Ayah mertuanya mengangguk.
''Ayo kakek kita berangkat sekarang, kita beli makanan dulu untuk bekal di jalan nanti. ''
Ajak Almira saat menghampiri ke ruang tengah rumah.
''Nenek nya memang sudah beres?? ''
tanya Sang kakek dan Almira mengangguk.
Tak lama Ibunya Nurmala keluar dari kamar sudah rapih dan memegang tas lumayan besar berisi pakaian ganti untuknya dan untuk suaminya.
''Ayoo.... Ibu sudah siap. ''
Faris ikut mengantarkan kedua orang tuanya Nurmala juga putrinya ke mobil, tas di simpan di bagasi oleh Faris dan Faris memberikan sebuah kartu pada Ibu mertuanya.
''Ini buat ibu dan pergunakan untuk membeli apapun mau ibu dan ayah, Faris uang Cash nya kosong soalnya. ''
ucap Faris saat Ibunya Nurma akan menolaknya.
''Tapi ini kebanyakan loh, simpan saja karena uang dari Nurma masih banyak juga sisanya. ''
tolak Ibunya Nurma yang merasa tidak enak dengan pemberian menantunya.
''Terima saja Buu..... kartu ini untuk kebutuhan Ibu dan Ayah, terima yaa. ''
ucap Faris yang sedikit memohon dan Ibunya Nurma pun menerimanya membuat Faris tersenyum.
''Bilang sama Nurma suruh cek isi rumah semua sebelum menguncinya. ''
ucap Ayahnya Nurma saat Faris mencium Tangannya.
''Siap Ayah dan kalian hati hati di jalannya, kabarin Faris kalau sudah sampai di rumah. ''
jawab Faris dan Ayah mertuanya mengangguk lalu masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Mobil pun bergerak meninggalkan halaman rumah, Faris masih setia menatap mobil sampai tidak terlihat lagi dan barulah Faris masuk kedalam rumah.
''Nyona Pramudya masih pulas sepertinya. ''
gumam Faris sambil tersenyum dan menutup pintunya.
Faris berjalan menuju kamar Nurma dan benar saja istrinya masih tertidur nyenyak dengan selimbut yang sudah tersingkap menyisakan tubuh yang hanya di balut piyama tidur tipis.
''Bangun sayang..... kita mau pulang loh hari ini ke rumah. ''
bisik Faris sambil mengelus pipi Nurmala dengan lembutnya.
Nurma menggeram dan kembali tertidur pulas, Faris yang gemas pun langsung mencium bibir Nurma dan membuat Nurma membuka matanya lalu tersentak kaget.
''Mas...... kenapa ekstrim banget ngebanguninnya, kaget tahu. ''
omel Nurma sambil beranjak duduk dan bersandar.
''Habisnya kamu menggemaskan sekali sayang, di bangunin secara halus susah dan Mas memilih cara ekstrim ajah, terbukti kamu membuka matanya kan. ''
jawab Faris dengan senyumnya dan memberikan Nurma air minum.
Nurma menerimanya dan berterimakasih lalu meminum nya, Nurma terdiam dan terlihat memikirakan sesuatu.
''Ada apa sayang?? ''
tanya Faris sambil menyimpan gelas kosongnya di meja samping ranjang.
''Rumah sepi banget Mas, pada kemana?? ''
jawab Nurma dan membuat Faris langsung duduk menghadap istrinya.
''Barusan Ayah, ibu sama Almira di antarkan supir pulang ke rumah kita, kalau Mas sengaja nunggu kamu bangun baru kita menyusul. ''
ucap Faris dan Nurma mengangguk.
''Yasudah deh aku mau mandi dulu kalau gitu. ''
ucap Nurma sambil menyibakkan selimbutnya dan sedikit mendesis merasakan perih di area intinya.
Faris tersenyum melihat perubahan jalan pada istrinya, karena ulahnya Nurma seperti sekarang ini dan membuat Faris bangga juga senang karena dia mendapatkan istrinya seutuhnya.
''Kalau di rumah kamu gak akan susah Sayang karena kamar mandi ada di dalam kamar. ''
ucap Faris dan Nurma hanya mendelik lalu keluar dari kamar nya karena malas menjawab ucapan suaminya.
Nurma mendumel selama berjalan menuju kamar mandi, suaminya semalam benar benar buas sekali karena saat Nurma meminta berhenti tapi suaminya menulikan pendengarannya dan malah fokus dengan keinginan nya yang memacu tubuh Nurma.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....