
''Ayah mau mengorbankan putri kita demi orang lain, tega sekali Ayah ini. ''
kesal Ibunya Nurmala dan membuat suaminya menghela nafasnya.
''Dari pada Nurma di bawa tanpa status, masa Nurma Harus jadi pengasuh anaknya. ''
elak sang suami dan membuat ibunya Nurmala terdiam.
''Yasudah gimana nanti saja deh Ayah, Ibu mau menyiapkan makanan untuk Nurma dulu. ''
ucap Ibunya Nurmala sambil berjalan menuju dapur.
Di dalam kamar saat ini Nurmala sudah membuka matanya dan sedang duduk untuk mengumpulkan nyawanya yang masih tertinggal jauh.
''Bunda ngantuk yaa?? nanti Almira bilang sama Ayah kalau Bunda di larang kerja lagi. ''
celetuk Almira dan membuat Nurmala melototkan matanya.
''Dengarkan baik baik sama Almira yaa, pekerjaan itu adalah sebuah kewajiban dan resikonya harus di terima juga bukan hanya kesenangan saja. ''
ucap Nurmala dan Almira hanya mengangguk.
''Mau ikut keluar atau menunggu di kamar?? ''
ucap Nurmala kembali dan Almira meminta menunggu di kamar.
Nurmala langsung keluar dari kamar dengan menenteng pakaian dinasnya, ternyata Ayahnya masih menonton televisi dan saat kebelakang Ibunya sedang memanaskan makanan.
''Almira mana?? ''
ucap Sang Ibu saat melihat putrinya berjalan sendiri.
''Almira nunggu di kamar sambil telphonan sama Ayahnya, Nurma mandi dulu yaa Bu... ''
jawab Nurmala dan Ibunya mengangguk.
Nurmala langsung masuk kedalam kamar mandi dan segera mandi sebelum dia telat berangkat kerjanya, sedangkan di kamar Nurmala saat ini. Almira sedang melakukan panggilan Vidio dengan Ayahnya.
''Kamu gak kangen sama Ayah memangnya?? ''
''Gak sama sekali, Ayah jahat sama Almira dan Almira maunya sama Bunda ajah disini. ''
''Jangan gitu sayang, gak kasihan Ayah di rumah sendirian. ''
__ADS_1
''Kan ada Bibi sama Om Reza. ''
''Ayah maunya kamu yang nemenin seperti biasa, pulang yaa sayang. ''
''Gak mau kalau Bunda ga ikut, Almira juga gak akan ikut pulang. ''
''Kamu sedang apa sayang?? suster Nurma nya kemana?? ''
''Lagi duduk di kamar Bunda dan Bunda nya lagi mandi dulu, lihat Ayah jarumnya udah di lepas sama Bunda loh dan Almira juga udah makan banyak. ''
''Syukur laah Ayah senang mendengarnya, yasudah kamu istirahat jangan mainin handphone terus nanti kuota susternya habis. ''
''Oke Ayah..... ''
Panggilan berakhir......
Faris langsung terdiam setelah putrinya menutup panggilan telphone darinya, Putrinya begitu ceria dan wajahnya juga sudah pulih walaupun masih terlihat belum pulih benar tapi Faris bahagia karena infus di tangan putrinya sudah di lepas.
''Besok aku akan datang ke rumah Suster Nurma dan memintanya untuk menikah denganku, gak akan mungkin kedua orang tuanya memberikan ijin putrinya di bawa tanpa status. ''
gumam Faris dalam hatinya sambil menyandar di kursi kerjanya yang ada di ruang kerja di kediamannya.
''Mungkinkah yang di katakan Reza itu benar, kalau suster Nurmala itu memang sudah takdirnya ada di lingkaran kehidupanku dengan Almira, besok lebih baik bicarakan kembali dengan Reza bagaimana solusinya karena aku gak mau jauh dari Almira. ''
Di kediaman suster Nurmala saat ini.......
Nurmala saat ini sedang makan di temani Ibunya setelah selesai mandi, Ibunya terus memperhatikan putrinya yang tenang saat makan.
''Bagaimana kalau Almira gak mau di ajak pulang oleh Ayahnya dan Almira malah selamanya pengen tinggal sama kamu?? Ibu sama Ayah kepikiran terus Nurma dan sulit menemukan solusinya. ''
ucap sang Ibu yang menceritakan kegelisahan hatinya.
''Ibu percaya takdir kan?? Nurma memilih pasrah saja Buu dan gak mungkin banget kalau Nurma mengusir Almira dari rumah ini, anak itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ibu kandungnya sampai Ibunya meninggal, Nurma juga merasa heran kenapa harus Nurma yang di pilih Almira. ''
jawab Nurmala dan membuat Ibunya langsung mengelus lengan putrinya.
''Ayah bilang dia gak akan mengijinkan kamu di bawa pergi ke kota tanpa status, Ayah mau kalian menikah baru Ayah ijinkan kamu pergi bersama Almira, karena gak akan mungkin Almira selamanya tinggal dengan kita. ''
''Ibu ini ngaco kalau bicara, Nurma gak mau menikah yaa. ''
''Kamu ini bodoh jadi wanita, masa iya kamu ikut dengan Almira ke kota dan selamanya jadi pengasuh Almira, Ibu sama Ayah gak akan merelakan nya jadi keputusan kami bulat, pergi dengan ikatan pernikahan membawa kamu atau Almira pergi tanpa kamu, kamu juga sudah waktunya memikirkan pendamping hidup dan jangan mengabdi terus menjadi perawat, kamu berhak bahagia dan bukan ikut dalam kerumitan keluarga Almira. ''
''Nurma pusing Buu, pokonya semua terserah Ibu dan Ayah karena Nurma gak berpikir sejauh itu. ''
__ADS_1
''Oke baiklah kalau semua terserah Ibu dan Ayah, cepat habiskan makanan kamu sudah mau jam sepuluh malam loh. ''
ucap sang Ibu sambil beranjak meninggalkan Nurmala di ruang makan.
Nurmala hanya menggelengkan kepalanya dengan ucapan Ibunya, Nurmala hanya bisa pasrah dengan apapun yang kedua orang tuanya ucapkan, karena saat ini dia hanya ingin tenang menjalani hidupnya.
Bagi Nurmala Impian Pernikahan nya sudah angin lalu saat dia di khianati mantan kekasihnya dulu, baginya Impian Pernikahan sudah pupus dan musnah.
Nurmala memilih mengabadikan hidupnya sebagai perawat kesehatan karena lebih berharga dari pada memikirkan masa depan untuk menikah.
Setelah selesai makan Nurmala mencuci piring kotor nya dan merapihkan makanan nya agar tidak terjangkau tikus, Nurmala langsung menuju kamarnya untuk bersiap.
''Kenapa belum bobo?? ''
ucap Nurmala saat masuk kedalam kamar mendapati Almira masih duduk sambil membaca komik koleksi Nurmala.
''Nanti ajah kalau Bunda berangkat kerja, Almira baru bobo deh. ''
jawab Almira dan Nurmala hanya tersenyum.
Nurmala merapihkan pakaiannya dan mengikat rambutnya dengan rapih, tak lupa wajahnya di beri pelembab dan bibirnya di beri pewarna agar tidak terlihat pucat.
''Jangan bobo malam malam yaa sayang, Tante berangkat kerja dulu dan jangan menyusahkan nenek juga Kakek kamu, kalau mau pipis kamu pipis di pispot itu saja yaa. ''
ucap Nurmala dan Almira mengacungkan jempolnya.
Nurmala mencium pipi Almira dan langsung keluar dari kamarnya untuk segera berangkat ke rumah sakit dan seperti biasa ayahnya yang mengantar.
''Buu.....Nurma titip Almira yaa, di kamar sudah Nurma siapkan tempat buat pipis nya Almira ko jadi gak akan ganggu ibu kalau mau ke air. ''
ucap Nurmala saat ibunya mengantarkannya ke depan rumah.
''Iya tenang saja, Almira aman sama Ibu dan kamu yang tenang kerjanya jangan kepikiran lain lain. ''
jawab Sang Ibu yang meyakinkan putrinya.
Setelah Nurma berangkat di antarkan suaminya, Ibunya langsung masuk kedalam rumah menutup pintu dan menuju kamar Nurmala untuk melihat Almira.
Almira ternyata sudah merebahkan tubuhnya dan berselimbut, Ibunya Nurmala sampai terharu dengan anak sekecil Almira harus dewasa sebelum waktunya padahal usianya baru empat tahun tapi sudah seperti anak SD dan terlalu mandiri.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....