Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#16 Baperr.....


__ADS_3

Faris menghampiri putrinya di kedai ice cream dan menggelengkan kepalanya melihat putrinya belepotan memakan ice cream dan Nurmala membiarkannya hanya menatap putrinya.


''Kalian berdua dari tadi disini?? katanya mau main game?? ''


ucap Faris saat duduk di samping putrinya.


''Bosen Ayah dan mendingan makan ice cream ajah lebih enak dan bisa di makan. ''


jawab Almira sambil menyuapi ice cream kedalam mulut Faris dan Faris menerima nya.


''Kamu gak pesan ice cream juga?? ''


ucap Faris yang hanya melihat jus di hadapan Nurmala.


''Udah tadi nyobain ajah sama Almira sedikit. ''


ucap Nurmala sambil memainkan handphone nya dan Faris hanya mengangguk.


''Habiskan ice cream nya kita pulang ke rumah Bunda kamu. ''


ucap Faris sambil mengelap blepotan di sekitar wajah Almira.


''Nanti di lap nya, Almira masih makan ice cream nya dan lihat tuh di keresek tissu bekas lap mulut Almira. ''


ucap Nurmala sambil menunjuk keresek berisi tissue dan Faris mengangguk.


Faris memainkan handphone nya karena Nurmala juga kelihatannya tidak selera untuk mengobrol, entah karena Faris kaku atau karena Nurmala jarang berbicara.


''Sudah makan Ice creamnya?? ''


tanya Nurmala saat Almira meminta tissue dan Almira mengiyakannya.


Nurmala langsung membersihkan ice cream blepotan di wajah Nurmala sambil tersenyum karena pipinya pun ikut belepotan, Faris terus memperhatikan perlakuan Nurmala pada putrinya dan ada perasaan yang menghangat di hatinya.


Faris langsung mengajak pulang karena mobil yang di kirim Reza sudah siap, sedangkan Reza kembali ke kota untuk mengurus semua masalah Faris.


Nurmala duduk di depan di samping Faris yang mengemudi dengan Almira dalam dekapannya karena Almira sepertinya kelelahan, Nurmala terus mengusap punggung Almira dan benar saja anak itu langsung terlelap.


''Makasih untuk kasih sayang kamu kepada Almira, aku bahagia karena kamu benar benar Bunda untuk Almira yang di kirim tuhan, maaf kalau skenario yang kamu buat untuk masa depan kamu hancur karena kedatangan Almira dan Saya. ''


ucap tulus Faris dan Nurmala hanya mengangguk tanpa mau menjawab.


''Malam ini saya mau cek out hotel dan kembali ke kota untuk membantu Reza memecahkan kejahatan Om Herdi dan akan datang saat nanti satu hari sebelum pernikahan, kamu belanja kebutuhan semua pakai kartu yang saya kasih, itu kartu debit dan bisa menarik uang Tunai juga untuk isi dompet kamu atau Almira minta jajan. ''


ucap kembali Faris dan Nurmala mengiyakannya.


''Ukuran pakaian Tuan apa?? terus kalau cincin nya mau saya yang pilihkan sekalian?? ''

__ADS_1


jawab Nurmala dan Faris mengangguk tersenyum.


Faris melepaskan cincin di jari tangannya dan di berikan kepada Nurmala, Nurmala menerimanya dan mengerutkan keningnya.


''Cincinnya samakan saja ukurannya dengan itu dan ganti model jangan seperti itu yaa, ukuran untuk saya pilihkan XL kecil saja dan saya nurut semua pilihan kamu. ''


ucap Faris dan Nurmala mengiyakannya lalu menyimpan cincinnya kedalam tas nya.


''Kamu mau mahar apa dari saya?? saya akan kabulkan sesuai kemampuan saya tapi. ''


ucap Faris tiba tiba dan Nurmala langsung terdiam karena dia tidak memikirkan sampai kesana.


''Terserah kemampuan Tuan saja asalkan tidak memberatkan dan saya Ikhlas apapun itu. ''


jawab Nurmala dengan nada serius dan membuat Faris bahagia mendengarnya.


''Baiklah kalau itu mau kamu dan kamu harus menerima apapun itu, biasanya wanita akan meminta mahal yang bernilai tinggi tapi kamu malah meminta sesuai kemampuan saya, salut saya sama kamu Nurmala dan pilihan Almira sangat tepat. ''


''Apa pernikahan kita nanti akan di buat sebuah kontrak pernikahan?? ''


''Kamu ko bicara seperti itu, kamu gak yakin saya niat serius sama kamu?? ''


''Bukan begitu maksudnya Tuan, kita gak saling kenal dan gak saling ada perasaan, kita menikah karena Almira yang menginginkan saya, takutnya Tuan akan mengajukan perjanjian pernikahan. ''


''Saya gak akan mempermainkan pernikahan Nurma, pernikahan itu sakral dan itu adalah perjanjian kepada tuhan kita, saya akan menjalani pernikahan ini dengan ikhlas sebagai takdir saya, tenang saja saya gak sejahat itu sampai mengajukan kontrak pernikahan. ''


''Terimakasih..... ''


''Baiklah kalau begitu. ''


ucap singkat Nurmala dan tidak ada obrolan kembali hingga mobil sampai di depan rumah Nurmala.


Faris turun terlebih dahulu untuk menggendong Almira masuk kedalam rumah, rumah ternyata sudah di buka Ayahnya Nurmala dan Faris langsung meminta ijin untuk menidurkan Almira di kamar Nurma.


''Kamu gak kerja Nurma?? ''


ucap Sang Ayah saat Nurma duduk di sampingnya.


''Gak Ayah kan Nurma hari ini mengajukan pengunduran diri dan otomatis berhenti, tujuh sampai sepuluh hari prosesnya. ''


jawab Nurmala dan Ayahnya mengangguk.


''Nurma....saya pamit pulang yaa, pak saya pamit dan salamkan untuk Ibu. ''


ucap Faris saat menghampiri Nurmala.


''Makan dulu bersama sama, Ibu lagi beli teman nasi dulu soalnya. ''

__ADS_1


tawar ayah Nurmala dan Faris menolaknya karena memang dia akan kembali ke kota.


''Terimakasih sebelumnya Pak, saya akaan pulang ke kota malam ini langsung karena ada sedikit masalah di kota. ''


tolak Faris sambil mencium tangan Ayahnya Nurmala.


''Yasudah hati hati yaa selamat sampai tujuan. ''


ucap Ayah Nurmala dan faris mengiyakannya.


Nurmala di minta mengantarkan Faris ke depan rumah karena Ayahnya sedang mengerjakan pekerjaan sekolahnya dan Nurmala pun mematuhinya.


''Hati hati kamu di rumah yaa, saya akan datang sehari sebelum pernikahan kita. ''


ucap Faris sambil mengusap kepala Nurmala dan membuat Nurmala membeku.


Faris langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu jawaban dari Nurmala dan Nurmala tersadar saat Faris membunyikan klakson mobilnya.


''Nurma kamu jangan baper deeh, baru juga di usap. rambut. ''


gumam Nurmala sambil memukul mukul kepalanya.


''Loh kamu gak jaga Nurma?? kenapa malah diam di depan rumah gini?? ''


ucap Ibunya Nurmala dan membuat Nurmala terlonjak kaget.


''Ibu ihh, Nurma kira siapa bikin kaget deh. ''


protes Nurmala dan Ibunya menggelengkan kepalanya sambil mengajak Nurmala masuk kedalam rumah karena sudah malam juga.


''Ibu beli makan apa?? tumben gak masak Buu. ''


ucap Nurmala saat mengikuti Ibunya menuju dapur.


''Ayah kamu minta makan sate dan panggangan sate punya Ibu rusak jadi terpaksa beli deh. ''


jawab Ibunya Nurmala sambil mengeluarkan sate dari keresek.


''Banyak amat Buu.... ini maa buat satu kampung kayanya. ''


ucap Nurmala saat melihat ibunya menata sate di atas piring ukuran besar.


''Ada Almira juga pasti mau makan satenya juga, lagian ayah kamu gak akan cukup sedikit karena daging sate nya kecil kecil gini. ''


jawab Ibunya Nurmala dan Nurmala tidak menjawabnya karena sibuk melihat Ibunya menyiapkan sate.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2