
Nurmala membawa bungkusan nya masuk kedalam rumah dan menaruhnya di dapur, Nurmala sangat bingung karena dia tidak bisa memasak sama sekali dan semua bahan bahan di hadapannya membuatnya sangat bingung.
Nurmala langsung menghubungi Ibunya untuk menanyakan dimana keberadaannya karena tadi pamit ke pasar, namun sampai siang gini belum ada tanda tanda kepulangannya.
Dering ke tiga Ibunya baru mengangkat panggilan nya, dalam panggilan saat ini.....
''Ibu masih dimana sekarang?? ''
''Ibu di rumah bibi kamu Nurma, ada apa?? ''
''Ya ampun Ibu, Nurma nyari nyari ternyata ibu malah ngerumpi, bisa pulang cepat gak?? ''
''Enak ajah bilang ngerumpi, ibu sedang berkunjung Nurma. ''
''Yasudah cepat pulang karena Nurma bingung ini menyimpan bahan makanan segini banyaknya harus dimana dan harus bagaimana. ''
''Iya Ibu pulang sekarang. ''
Panggilan Berakhir......
Nurma langsung mencuci tangannya dan setelahnya langsung masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi Almira, ada cairan infus baru dan obat obatan untuk Almira.
''Almira...... kenapa kamu melakukan hal ini sih?? bagaimana kalau taruhan nyawa kamu yang menjadi boomerangnya. ''
gumam Nurmala sambil menggenggam tangan Almira.
Almira mengerjap kan matanya dan tak lama terbuka sempurna, Almira langsung tersenyum saat melihat Nurma ada di hadapannya.
''Bunda..... ini Bunda kan?? Almira gak mimpi kan?? ''
ucap Almira dan Nurmala langsung mencium pipi Almira.
''Kamu minum dulu yaa sayang biar gak sakit tenggorokan nya. ''
ucap Nurmala sambil membantu almira duduk dan memberikannya minum.
''Kenapa Almira nakal sekali sayang, gak baik kalau sampai mogok makan sama mogok minum, Almira tinggal bicara sama Ayah nya Almira dan kalau gak di kabulkan, Almira minta sama tuhan pasti tuhan akan mengabulkan apapun yang Almira minta, asal Almira memintanya dengan setulus hati. ''
ucap Nurmala kembali sambil menggenggam tangan Almira.
''Maaf Bunda, maafkan Almira yaa dan Almira janji gak akan nakal lagi. ''
__ADS_1
ucap Almira dan Nurmala langsung membawa Almira kedalam dekapannya.
''Sebentar yaa, Tante akan siapkan makanan untuk kamu karena sepertinya nenek sudah sampai. ''
ucap Nurmala dan Almira mengangguk.
Nurmala langsung keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang membuka pintu rumahnya dan tepat dugaannya, Ibunya yang datang dan sedang membuka semua bungkus yang ada di dapur.
''Kamu belanja banyak gini untuk apaan Nurma?? ini semua belanjaan supermarket loh dan harganya mahal mahal. ''
ucap Ibunya Nurma saat melihat lebel harga dan lebel toko pada bahan bahan makanannya.
''Itu tadi di bawakan sama Tuan Reza dan bisa gak buatkan bubur kaldu ayam kumplit pakai sayur bening Buu, Almira kondisinya memprihatinkan sudah empat hari gak makan dan minum, sekarang ajah di infus. ''
ucap Nurmala dan berhasil membuat Ibunya tersentak kaget.
''Kamu bilang apa Nurma, Almira ada di rumah ini?? ''
ucap Ibu Rima dan Nurmala mengangguk.
''Ada di kamar dalam keadaan lemah sekali, tolong yaa buatkan makanan Buu. ''
jawab Nurmala dan Ibu Rima langsung berlari menuju kamar Nurmala.
Nurmala langsung membuka bungkusan berisi buah buahan dan langsung mengambil beberapa untuk di berikan pada Almira, Nurmala memilih buah alpukat dan pisang yang dia siapkan untuk Almira.
''Ibu akan buatkan bubur kaldu dan sayur bening nya buat Almira, tubuhnya kurus sekali dan wajah nya sangat pucat, ini tugas kamu sekarang untuk membuanya pulih. ''
ucap Ibunya Nurmala saat kembali lagi ke dapur.
''Nurma akan merawatnya dengan baik Buu, ini mau Nurma berikan alpukat sama pisang dulu sebelum buburnya matang. ''
ucap Nurmala dan Ibunya langsung mengeluarkan bungkusan plastik agar bisa memilih untuk menyimpannya.
Nurmala masuk kembali kedalam kamarnya dengan membawa buah Alpukat yang akan di berikan pada Almira, Almira tersenyum saat Nurmala masuk dan langsung antusias saat melihat piring yang di bawa Nurmala.
''Makan buah alpukatnya yaa, ini pengganti nasi sambil menunggu nenek membuatkan bubur kaldu buat Almira. ''
ucap Nurmala sambil menyuapkannya pada Almira yang langsung menerima suapannya.
Di tempat Faris saat ini.....
__ADS_1
Faris tidak berangkat ke perusahaan nya dan memilih bekerja di rumah karena saat ini sedang tidak tenang, Faris Khawatir pada putrinya.
''Selama ini Almira gak pernah merajuk dan meminta apapun padaku, Almira seperti anak yang di paksa menjadi dewasa, mungkin permintaanku kepada Keluarga Suster Nurma nantinya akan membuat masalah tapi gak mungkin aku membiarkan Almira terus tinggal di rumah Suster Nurma, sedangkan kalau aku meminta Suster untuk ikut harus dengan ikatan dulu. ''
gumam Faris dalam hatinya yang masih kepikiran dengan masalahnya saat ini.
Bebannya sudah pergi untuk selamanya dan sekarang malah datang masalah baru dan Almira terlibat sekarang, sungguh Faris sangat bingung saat ini.
Malam menjelang......
Di kediaman Faris begitu sepi sunyi seperti tidak ada kehidupan dan hanya suara denting jam yang terdengar, lain dengan di kediaman Nurmala karena saat ini sedang ramai karena suara tawa Almira yang sedang menonton kartun kesukaannya di temani Ayahnya Nurmala yang sudah akrab dengan Almira bahkan sudah memanggilnya dengan sebutan Kakek.
Nurmala sendiri saat ini sedang tidur karena dia sedang kebagian jaga malam terakhir, Nurmala begitu nyenyak karena memang siang harinya merawat Almira sampai benar benar pulih dan mau makan, infus di tangan Almira bahkan sudah di lepas oleh Nurmala karena baginya kondisi Almira sudah stabil.
''Kakek.... Almira mau bangunkan Bunda yaa, tadi Bunda bilang minta bangunkan jam sembilan malam soalnya. ''
ucap Almira dan membuat Ayah Nurmala menatap ke arah jam dinding ternyata benar jam sembilan.
''Kamu benar benar cucu kakek yang pinter, sudah sana bangunkan Bunda kamu nya. ''
Jawab Ayah Nurmala dan Almira langsung menuju kamar Nurmala.
''Ada apa dengan Ayah?? ''
ucap Sang istri saat menghampiri suaminya.
''Almira anak pintar dia tahu sekarang jam sembilan dan tidak melupakan titah nya Nurma yang meminta di bangunkan jam sembilan, Ayah jadi mengingat Nurma kita yang masih kecil sangat mirip dengan Almira. ''
jawan Ayah Nurmala dan istrinya pun membenarkannya.
''Almira akan terikat terus dengan Nurma sepertinya, Ibu jadi takut loh nantinya Nurma malah di bawa pergi karena Almira gak mau lepas dari Nurma. ''
''Gak semudah itu membawa Nurma kita Buu..... ayah gak akan mengijinkannya, kalau Almira akan di bawa yaa silahkan tapi Nurma gak akan ayah biarkan. ''
''Sepertinya Almira gak akan mudah lepas dari Nurma loh Ayah, empat hari gak bertemu malah jadi mengenaskan Almiranya. ''
''Palingan nanti kita minta Ayahnya Almira menikahi Nurma kalau mau membawa Nurma pergi dengannya. ''
ucap ayah Nurmala dan membuat Ibunya tersentak.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....