Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#21 Jebakan.....


__ADS_3

''Maaf yaa karena keperluan Ayah malah membuat kalian jadi gak menikmati makanannya. ''


ucap Faris penuh sesalnya.


''Gak apa apa Ayah kan nanti bisa pergi berdua sama Bunda. ''


ucap Almira dan Faris langsung tersenyum sambil mengusap pipi Almira.


''Kamu memang putri Ayah paling baik sayang. ''


ucap Faris dan Almira langsung tersenyum.


''Bunn.... kamu gak marah sama Ayah kan?? ''


tanya Faris karena istrinya hanya diam.


''Gak ko Mas biasa ajah. ''


jawab Nurmala dan Faris langsung mengangguk.


''Reza ada masalah di kota dan Ayah yang harus turun langsung, nanti supir jemput kamu sama Almira untuk pulang yaa. ''


ucap Faris dan Nurmala mengiyakannya.


''Mas fokus saja sama kerjaan di kantor, kami baik baik ajah ko. ''


ucap Nurmala dan membuat Faris tersenyum.


Beberapa menit kemudian mobil akhirnya sampai di depan rumah Nurmala, Faris menurunkan brang belanjaan nya dan langsung pamit ke kota karena memang pekerjaannya sedang menunggu.


''Kalian baik baik di rumah Nenek dan nanti Ayah akan jemput kalian pulang atau supir yang akan menjemput kalian kalau Ayah gak sempat. ''


ucap Faris saat selesai dengan barang belanjaan.


''Mas juga hati hati di jalannya. ''


jawab Nurmala sambil mencium tangan Faris dan di ikuti Almira.


''Makasih Bunda...... ''


ucap Faris sambil mencium kening Nurmala dan almira bergantian.


''Dadah Ayaaah..... ''


teriak almira sambil melambaikan tangannya saat Faris mulai menjalankan mobilnya.


''Ayo kita masuk di luar panas banget soalnya. ''


ajak Nurmala dan Almira mengangguk setuju.

__ADS_1


Ternyata kedua orang tua Nurmala belum kembali, Nurmala langsung menuju dapur untuk merapihkan belanjaannya sedangkan Almira memilih bermain dengan boneka nya di ruang keluarga.


Setelah selesai dengan merapihkan belanjaannya, Nurmala menghampiri Almira untuk mengajaknya tidur siang dan Almira setuju.


''Kamu duluan ke kamar Sayang, Bunda mau tutup pintu dulu yaa. ''


ucap Nurmala dan Almira langsung mengangguk patuh.


Nurmala langsung menutup pintunya tanpa mengunci karena kedua orang tuanya belum pulang, Nurmala akan menidurkan Almira dulu setelahnya mau membuat ice cream untuk Almira.


''Mau ganti pakaian nya atau gak Sayang?? ''


ucap Nurmala saat masuk kedalam kamar.


''Gak mau Bunda. ''


jawab almira dan Nurmala pun mengiyakannya.


Nurmala mengganti pakaian nya dengan daster tadi pagi lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Almira sambil mengusap punggung Almira.


Dua puluh menit kemudian Almira tertidur pulas dan Nurmala tersenyum sambil beranjak menuju keluar kamar membiarkan Almira tidur sendiri.


Di kota saat ini....


Faris masih di perjalanan menuju kota, lalu lintas sangat lancar hingga kecepatan mobil yang di kendarai Faris pun ikut bergerak cepat.


Dua jam kemudian Faris tiba di perusahaan dan langsung menuju ruangannya, Faris masih menggunakan pakaian santai nya karena asistennya sudah menyiapkan di ruangannya.


ucap Faris saat tiba di ruangannya.


''Sudah Tuan dan dalangnya adalah Tuan Herdi, saya sudah menutup akses sesuai permintaan anda dan satu jam kedepan Tuan Herdi akan datang untuk meminta hak dia. ''


jawab Reza dan Faris langsung kesal mendengarnya.


''Enak saja dia akan saya penjarakan kalau semua bukti akurat, kamu sudah laporkan polisi beserta bukti bukti kejahatannya?? ''


''Sudah Tuan dengan rekaman cctv nya, Polisi akan tiba sebentar lagi dan akan menunggu di ruangan pribadi anda untuk menangkap Tuan Herdi. ''


''Kerja bagus Reza, penjahat itu sangat gesit dan sekarang baru tercium kejahatannya, saya dan mendiang papa dulu sangat percaya dengan dia tapi ternyata dia jahat sekali sampai Mama pun di racun karena mengetahui kejahatannya. ''


''Tuan sekarang harus siap mental saat Tuan Herdi datang karena saya sudah mengaktifkan cctv nya, sebisa mungkin Tuan harus bisa memancing agar Tuan Herdi buka suara. ''


''Oke Reza dan saya siap, cctv aman kan di ruangan ini sekarang?? ''


''Aman Tuan dan akan terhubung ke layar di dalam ruangan anda. ''


''Oke Reza saya siap. ''


''Sepertinya polisi sampai Tuan, saya permisi dulu. ''

__ADS_1


ucap Reza dan Faris menggangguk.


Faris mengeluarkan handphone nya untuk memberitahukan Nurmala kalau dia sudah sampai di perusahaan, namun Nurmala belum membacanya dan Faris langsung menyimpan handphone nya.


Tiga orang polisi masuk dan Faris langsung menyambutnya, Mereka sedikit berbincang mengenai bukti buktinya dan ternyata Om Herdi pun pengedar barang barang terlarang yang sulit di jangkau karena sangat hebat menutupinya.


Polisi masuk kedalam ruangan pribadi Faris dengan Faris ikut juga untuk memperlihatkan layar yang akan terhubung dengan Cctv di ruangan utama.


Faris keluar dari ruangan karena Om Herdi sudah berjalam menuju ruangannya, Faris pura pura sibuk dengan berkas yang di siapkan Reza, Reza menunggu di luar ruangan nantinya dan mengunci dari luar.


''Faris.... kamu licik sekali jadi orang, kamu sudah janji sama Om kalau perusahaan cabang di kota Xx akan menjadi milik Om, tapi mana?? semua bohong. ''


ucap lantang Om Herdi saat tiba di ruangan Faris.


''Om harusnya ngaca, apa yang om lakukan pada keluargaku?? Papa dan Mama adalah korban Om kan dan Faris sudah memiliki buktinya, Faris akan perkarakan ke polisi. ''


jawab Faris dengan nada tegas sambil memperlihatkan bukti bukti.


Om Herdi menyeringai dan membuat Faris bergedik melihatnya, Faris berusaha setenang mungkin karena saat ini dia di lindungi polisi.


''Ohh.... jadi kamu sudah mengetahui semuanya, tapi sayang sekali bukti itu akan mudah lenyap dan gak akan sampai dengan mudah ke tangan polisi, Om yang meracuni Mama kamu karena dia mengetahui semua kejahatan Om bahkan Mama kamu saksi saat Om sedang transaksi Barang barang haram, tapi tidak semudah itu karena Om bisa dengan mudah menghancurkan barang buktinya. ''


''Tega sekali Om sampai meracuni Mama yang tidak berdosa, Faris sekarang akan ke kantor polisi untuk memberikan buktinya. ''


gertak Faris dan membuat Om Herdi langsung mendekat ke arah Faris dan mencekik leher Faris.


''Gak semudah itu dan kamu akan saya bunuh Faris, harta yang kamu miliki akan menjadi milik saya. ''


ucap Om Herdi sambil mencekik leher Faris.


Polisi keluar ruangan dan langsung mendekat ke arah Om Herdi dan langsung meringkusnya, Faris langsung terbatuk batuk karena cekikan Om Herdi.


''Sialan kamu Faris awas kamu. ''


ancam Om Herdi saat Polisi menggiringnya keluar dari ruangan setelah Reza membuka pintunya.


Faris langsung duduk dan meminum minumannya, Reza menghampiri lalu menunggu Faris tenang karena Reza akan mengajak ke kantor polisi untuk menjadi saksi.


''Tuan baik baik saja?? ''


Tanya Reza dan Faris mengangguk.


''Saya baik baik ajah Reza, kamu siapkan semua tuntutan untuk laki laki jahat itu, saya mau di mendekam selamanya di balik jeruji besi. ''


ucap Faris dan Reza langsung mengangguk patuh.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2