
''Memangnya Almira hadir di dunia ini bukan karena cinta anda dan mendiang istri anda?? ''
ucap Nurmala tiba tiba dan membuat Faris menatap ke arahnya.
''Mana ada anak terlahir bukan tanpa cinta, saya yang bodoh di butakan cinta dan hadirlah Almira. ''
jawab Faris dan membuat Nurmala menganggukan kepalanya.
''Terserah anda saja deh mau bicara apa dan saya gak berani ikut campur, tapi saya cuma mau mengembalikan masa kanak kanak Almira saja. ''
ucap Nurmala dan Faris mengiyakannya.
''Reza sedang menyelidiki semuanya sekarang, saya kecolongan sampai tidak tahu tentang masalah yang begitu rapih di rencanakan oleh Om Herdi, Om Herdi itu adiknya mendiang Ayah saya. ''
ucap Faris dan Nurmala hanya mengangguk lalu mendengarkan apapun yg di ucapkan Faris padanya.
.
.
Tepat pukul duabelas siang, ibunya Nurmala pulang dan saat ini di ruangan tamu ada Faris dan Almira yang sedang bermain dengan mainan.
''Nenek sudah pulang...... ''
ucap Almira setelah Faris menjawab salam dari Ibunya Nurmala.
''Sudah ini kan ada di depan kamu, mana Bunda kamu Almira?? ''
ucap Ibunya Nurmala sambil duduk di kursi di hadapan Faris.
''Bunda lagi mandi Nenek kan nanti berangkat kerja nya di antarkan Almira sama Ayah. ''
ucap Almira dengan nada senangnya.
Nurmala selesai mandi dan sudah memakai pakaian susternya, Nurmala langsung ke kamar untuk merapihkan rambut juga penampilannya.
Nurmala hari ini akan di antarkan oleh Faris berangkat ke rumah sakit, karena Faris akan membawa Almira ke rumah sakit untuk di lakukan tes DNA dan Nurmala nanti yang akan membantunya.
Setelah selesai bersiap Nurmala langsung pamit pada Ibunya dan Ibunya mengantarkannya sampai ke depan rumah.
Almira pun ikut mencium tangan Ibunya Nurmala dan Faris reflek mengikutinya.
Nurmala duduk di kursi depan di samping Reza dengan Almira di atas pangkuannya, Faris membiarkannya karena dia sedang sibuk membalas pesan dari Om nya yang terus menanyakan keberadaannya.
Dua puluh menit perjalanan akhirnya sampai di rumah sakit, Nurmala langsung mengisi daftar hadir dan setelahnya mendaftarkan Faris untuk melakukan Tes DNA.
''Kira kira keluarnya bakal lama gak?? ''
tanya Faris saat Nurmala mendaftarkan namanya.
__ADS_1
''Itu urusan saya pokonya nanti saya akan lihat hasilnya sendiri dan akan saya kabari sama Tuan. ''
jawab Nurmala dan Faris pun tidak banyak bertanya.
''Bunda kita mau ngapain ada di rumah sakit?? Almira ikut Bunda kerja yaah. ''
ucap Almira dengan nada senangnya dan membuat Nurmala menggangguk tersenyum.
''Kita akan melakukan tes kesehatan, Bunda, kamu sama Ayah juga. ''
Jawab Nurmala dan Almira tersenyum antusias.
Atas rekomendasi Nurmala ternyata serangkaian tes langsung berjalan cepat dan akan keluar dalam empat jam kedepan, karena Nurmala sendiri yang ikut mengatur nya.
Faris memutuskan membawa Almira untuk ke hotel nya dan nanti akan menjemput Nurmala sekalian mengantarkan pulang Almira.
Nurmala membantu rekan kerja di ruangan laboratorium demi hasil yang cepat.
''Sebenarnya apa hubungan kamu sama orang yang di tes DNA ini Nurmala?? curiga deh. ''
selidik rekan kerja Nurmala dan Nurmala hanya tersenyum.
''Pokonya mereka itu ada hubungan nya sama aku, ayo lanjutkan tes nya biar cepat ketahuan hasilnya. ''
ucap nurmala dan membuat rekannya medelik sebal.
jawab pekerja laboratorium dan Nurmala mengacungkan jempolnya.
Nurmala mengeluarkan uang yang tadi di berikan oleh Faris untuk di berikan kepada pekerja Laboratorium nya, kedua pekerja itu langsung senang menerima uang masing masing dua juta yang Nurmala berikan.
''Makasih Suster Nurmala cantik, kami bukan nerima sogokan yaa tapi ini adalah balasan karena kami bekerja cepat kan?? ''
ucap Salah satu pekerja dan Nurmala hanya mendelik.
''Pokonya harus cepat dan nanti aku foto hasilnya yaa, bukan aku saja kan yang melakukan ini?? ''
ucap Nurmala dan dua pekerja itu menggelengkan kepalanya.
''Bukan kamu saja tapi banyak, mereka yang berduit Nurma tapi baru kamu yang memberikan uang banyak gini, kita paling di kasih cuma seratus ribu ajah dan pegawai lain yang banyak mendapatkannya. ''
Tidak ada obrolan kembali karena ketiganya sibuk mengurus sample tes yang masuk di keranjang tes, Nurmala membantu nya dan hanya memisahkan nya saja.
''Hasilnya sudah keluar, 99.9% akurat Nurmala, mereka ber DNA sama. ''
ucap pekerja laboratorium dan Nurma langsung lega.
Nurmala memfoto kertasnya dan langsung berterima kasih pada kedua pekerja nya, surat akan masuk ke meja kasir tiga jam ke depan dan Nurma sudah mendapatkan hasilnya.
Nurma langsung keluar dari ruangan itu dan menuju ruangan administrasi untuk meminta belangkon surat pengunduran diri karena dia sudah memantafkan hatinya untuk resain dari rumah sakit.
__ADS_1
''Ada apa dengan suster Nurma?? gak ada angin gak ada hujan minta mengundurkan diri, apa ada masalah dengan pekerjaan di rumah sakit?? ''
ucap staff administrasi saat Nurmala mengungkapkan keinginannya.
''Saya akan menikah Mba, calon suami saya gak mengijinkan saya bekerja lagi dan harus fokus dengan kehidupan rumah tangga. ''
ucap Nurmala dan Staff administrasi itu pun tidak bisa berbuat apapun karena alasan Nurmala begitu kuat.
''Baiklah silahkan isi suratnya dan serahkan ke saya kembali, akan di proses satu minggu dan akan di beritahukan sama Suster beberapa hari kemudian, kurang lebih sepuluh hari kerja baru di kabarkan, karena kami juga harus mengurus keuangan kamu juga kan. ''
jawab Staff administrasi sambil memberikan kertas belangko dan amplop nya.
Nurmala langsung menerimanya dan langsung keluar dari ruangan, Nurmala langsung menuju meja kerjanya untuk mengisi formulir nya, hari ini Nurmala akan pulang lagi dan menemui Faria di hotel yang tidak jauh dari rumah sakit.
''Semoga semua adalah pilihan terbaik untuk semuanya, aku juga gak boleh egois karena bagaimanapun nantinya Tuan Faris akan menjadi suamiku. ''
gumam Nurmala sambil melipat kertas yang sudah di isinya lalu memasukkan kedalam amplop dan akan memberikan ke ruangan administrasi kepegawaian rumah sakit.
Nurmala langsung menelphone Faris dan ternyata Almira yang mengangkatnya.
Dalam panggilan saat ini......
''Halo Bunda..... ''
''Loh kenapa kamu yang angkat sayang?? Ayahnya kemana?? ''
''Ayah lagi tidur Bunda, memangnya kenapa Bun?? ''
''Yasudahlah Bunda susul kesitu ajah, kamu tahu di lantai berapa dan kamar nomer berapa sekarang kamu sama Ayah?? ''
''Lantai enam Bunda dan kamarnya ga tau nomer berapa soalnya banyak sekali angkanya. ''
''Yasudah jemput Bunda di depan pintu kamar saja sama kamu ya. ''
''Oke Bunda sayang, belikan Almira makanan yaa Bunda, Almira lapar sekali. ''
''Oke sayang, Bunda akan belikan dan Bunda tutup yaa telphone nya. ''
''Oke Bunda, hati hati yaa.... ''
''Makasih sayang.... ''
Panggilan Berakhir......
.
.
Bersambung.......
__ADS_1