Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#31 kepindahan Nurma part 2


__ADS_3

Nurma selesai dengan membersihkan tubuhnya dan saat ini sedang memakan sarapannya di temani oleh Faris karena Faris sudah sarapan tadi bersama kedua mertuanya.


''Ayah sudah cek semua yang harus di kunci dan semua aman terkunci, tinggal pergi saja setelah kamu selesai makannya. ''


ucap Faris dan Nurma mengangguk sambil mengunyah makanannya.


Faris dengan setia menemani istrinya makan dan setelah selesai Nurma langsung langsung mencuci bekas piring nya lalu menyimpan sisa makanannya kedalam kulkas.


''Bunda... mau berangkat sekarang?? ''


tanya Faris saat Nurma selesai merapihkan makanannya.


''Iya Mas langsung saja, takutnya Almira menunggu kita lagi. ''


jawab Nurma dan Faris langsung mengangguk setuju.


Faris langsung menuju mobil nya untuk menghidupkan mesin nya, sedangkan Nurma kembali ke kamarnya untuk membawa barang barangnya yang akan di bawa ke kediaman Faris.


Nurma melihat sebuah tas berlogo rumah sakit dan ternyata berkas berkasnya sudah di terimanya yang artinya dia sudah resmi keluar dari rumah sakit.


Nurma mengecek saldo rekening nya dan ternyata telah bertambah dan lumayan mendapat uang pesangon selama tiga tahun kurang bekerja.


''Mas yang bawakan berkas rumah sakit?? ''


ucap Nurma saat menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi ruang tengah rumah.


''Bukan Bunn, tadi supir yang membawakannya. ''


jawab Faris yang tetap pokus dengan handphone di tangannya tanpa menatap ke arah istrinya.


''Berasa bicara sama patung. ''


gumam Nurma sambil berjalan kembali ke kamarnya dan Faris tersenyum mendengar itu semua.


Nurma menatap sekeliling kamarnya yang telah di tempatinya selama setahun ini, walaupun singkat tapi Nurma sangat menyukai kamarnya karena kamarnya ini saksi ketegaran Nurma melupakan masa lalu dan saksi dimana suaminya mengambil keperawanannya.


''Ayo sayang kita berangkat kalau sudah selesai berkemasnya. ''


ajak Faris yang tiba tiba masuk sambil mencium pipi Nurma.


Nurma hanya mengangguk dan langsung menerima uluran tangan suaminya, Faris menutup pintu kamar Nurma dan langsung membawa Nurma keluar dari rumah, Faris mengecek kembali rumahnya dan setelah di rasa aman Faris langsung masuk kedalam mobil.


''Ada apa?? ''


heran Nurma saat suaminya diam setelah memasang sabuk pengamannya.

__ADS_1


''Cium dulu biar semangat mengemudikan mobilnya, perjalanan kita empat jam Sayang. ''


jawab Faris dan Nurma hanya menggelengkan kepalanya namun tetap mencium suaminya.


Dan betapa kesal nya Nurma saat akan mencium pipi suaminya, Faris berbalik dan bibirnya yang di cium Nurma, Nurma melototkan matanya dan memukul lengan suaminya.


''Mesum...... ''


kesal Nurma dan Faris langsung tertawa senang.


Faris melajukan mobilnya setelah Nurma menciumnya, membuat Nurma kesal dan cemberut adalah kesenang untuknya Karena Nurma sangat cantik kalau terlihat kesal menurut Faris.


''Bunda harus siap yaa saat masuk kedalam keluarga Ayah dan menjadi nyonya besar Pramudya, tapi Ayah akan tetap menjaga kamu dengan Almira, cukup jalani peran kamu sebagai istri dengan mengurus keperluan Ayah sama Almira juga nanti calon adik Almira. ''


ucap Faris dan Nurma hanya mengangguk.


''Terimakasih sayang karena Ayah yang pertama mendapatkan nya, Ayah bahagia sekali. ''


ucap Faris kembali sambil tersenyum senang dan membuat Nurma terdiam menatap senyum suaminya yang menjadi terlihat tampan.


''Terimakasih juga untuk semua yang Mas berikan kepadaku sama keluarga, Ibu sama Ayah bahagia dengan hadiahnya, terutama Ibu yang terlihat senang karena menemukan kembali yang telah hilang. ''


jawab Nurma dan Faris menggelengkan kepalanya sambil menggenggam tangan Nurma lalu menciumnya.


''Semua pantas mereka dapatkan karena anaknya membuat Ayah merasakan jatuh cinta dan kebahagiaan untuk Almira, jangan duakan Ayah di masa menjadi istri ya sayang, kalau ada yang kamu gak rasakan gak enak bilang dan kita bicarakan baik baik, pernikahan kita ini adalah pernikahan terakhir kita. ''


''Ayah janji gak akan melakukannya, kamu sudah cukup untuk Ayah dan akan menjadi wanita terakhir Ayah. ''


Tidak ada obrolan kembali di dalam mobil, Faris pokus dengan kemudinya sambil menggenggam tangang Nurma dan kadang menciumnya.


Nurma tidak mempermasalahkannya karena Faris terlihat nyaman dengan menggenggam tangannya, bahkan senyum nya terus menyungging di bibirnya.


''Semoga kamu yang pertama dan terakhir dalam hidupku Mas, karena aku belum tau apakah bisa membalas cinta kamu karena saat ini hanya nyaman yang aku rasakan. ''


gumam Nurma dalam hatinya sambil terdiam menatap suaminya.


Tak terasa perjalanan berjam jam akhirnya mobil yang di kemudikan Faris tiba di depan gerbang yang menjulang tinggi, saat gerbang terbuka terpampang lah rumah yang begitu mewah dan melebihi mewahnya rumah Nurma terdahulu.


''Rumah ini baru dan bukan bekas dengan mendiang ibunya Almira, pelayan nya juga semua baru kecuali kepala pelayannya, ayo sayang kita turun dan lihat tuh anak kamu sudah menyambut. ''


ucap Faris yang membuyarkan lamunan istrinya.


Nurma tersenyum dan langsung keluar dari mobil, Almira langsung berteriak memanggil dan berlari ke arahnya.


''Jangan lari sayang nanti tersandung. ''

__ADS_1


peringatan Nurma dan Almira tidak mendengarkannya.


''Bunda akhirnya sampai juga, ayo masuk. ''


ucap Almira saat melepaskan pelukan dari Nurma.


Faris mengulurkan tangan nya dan Nurma langsung menerimanya, Faris langsung membawa Nurma masuk kedalam rumah dan Almira menuntun tangan Nurma.


''Selamat datang Nyonya...... ''


ucap pelayan serempak saat Nurma memasuki rumah.


Nurma hanya tersenyum mengangguk dan Faris langsung membubarkan semua pelayannya, Nurma langsung menghampiri kedua orang tuanya yang sedang menatap kolam ikan koi.


''Ayah sama Ibu kenapa malah melamun disini?? ''


tegur Nurma dan membuat kedua orang tuanya tersenyum.


''Kami hanya sedang menatap ikan koi yang begitu banyak dan sangat indah warnanya, lihat Nurma ikan nya lebih besar dari yang milik kita dulu. ''


ucap sang Ayah dan Nurma mengangguk.


Faris langsung menuju ruang kerjanya karena Reza sudsh menunggunya, Nurma di bawa Almira menuju kedua orang tuanya.


''Ibu sama Ayah tinggal sama Nurma di rumah ini yaa, rumahnya terlalu besar loh. ''


ucap Nurma dan kedua orang tuanya menggelengkan kepalanya.


''Ayah sama ibu mau tinggal di desa saja sayang, tugas kamu sebagai anak nantinya harus mengunjungi dan jangan melupakan kami, Ayah ingin hidup di desa yang tenang sayang. ''


tolak sang Ayah dan Ibunya menyetujuinya.


''Lagian pasilitas sudah di berikan sama suami kamu untuk kami berdua, berbahagialah kamu sama suami kamu juga anak anak kamu kelak, jadilah istri yang baik dan menuruti kemauan suami kamu, jaga martabat dan harga diri suami kamu, jaga anak anak kamu juga Nurma dan Ibu percaya kalau kamu akan menjadi istri yang baik. ''


ucap Sang Ibu dan Nurma tersenyum mengangguk.


''Terimakasih untuk semua yang Ayah dan Ibu berikan untuk Nurma, Nurma akan mendengarkan semua yang Ibu beritahu ke Nurma, Nurma akan sering berkunjung dan menginap di rumah Ibu sama Ayah nantinya. ''


ucap Nurma dan Kedua orang tuanya tersenyum.


Nurma langsung memeluk sang ayah dan Ibunya hanya mengelus sayang puncak kepala putrinya, putri yang hebat dan mampu menjalani hidupnya setelah cobaan yang dahsyat menyerangnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2