Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#24 Nurma untuk Faris dan Almira


__ADS_3

Faris mendelik saat istrinya berhasil kabur karena putrinya yang masuk ke kamar tiba tiba.


''Sekarang kamu lolos Bunda, tapi nanti saat di rumah gak akan di lepaskan. ''


gumam Faris sambil terlentang menatap langit langit kamar Nurmala.


Nurmala langsung keluar kamar dan menyusul ibunya yang sedang membeli bakso, ibunya juga membelikan untuk Ayahnya.


''Kamu sana tanya suami kamu mau bakso gak?? ''


ucap Ibunya Nurma dan Nurma mengangguk lalu kembali masuk menuju kamarnya.


Saat masuk kedalam kamar ternyata suaminya masih telentang dan Nurma langsung menghampirinya.


''Mas mau bakso gak?? ''


tanya Nurma dan Faris menggelengkan kepalanya.


''Tadi udah masak mie instan, kalian saja yang belinya nanti kalau mau nyicip di kamu ajah. ''


jawab Faris dan Nurma langsung mengangguk sambil keluar dari kamarnya menuju teras depan.


Nurma membeli sedikit agak banyak karena dia yakin suaminya pasti mau, Almira masuk duluan dengan Neneknya sedangkan Nurma belakangan, Nurma tidak menyadari kalau suaminya sudah ada di belakangnya.


''Bunn.... Ayah minta di tusuk saja baksonya. ''


ucap Faris dan membuat Nurmala reflek memukul lengan suaminya.


''Kaget tau bikin kesal saja Mas ini. ''


protes Nurma dan suaminya hanya tersenyum.


Nurma langsung menuruti kemauan suaminya dan langsung memberikan bakso yang sudah di tusuk pada suaminya.


Faris langsung masuk kedalam rumah dengan menenteng bakso di tangannya.


''Lagi beli bakso yaa, Ayah mau dong sayang?? ''


ucap Ayahnya Nurmala saat memarkirkan motornya.


''Udah sama Ibu di bawain masuk Ayah. ''


jawab Nurma dan Ayahnya mengangguk lalu masuk kedalam rumahnya.


Saat Ayahnya masuk ternyata ada Faris juga yang sedang duduk di karpet sambil memakan bakso yang ada di tangannya.


''Ayah..... baru pulang ngajar?? ''


ucap Faris yang menyapa ayah mertuanya sambil mencium tangannya.


''Gak ko, cuma ada rapat ajah di sekolah, kapan kamu sampai Faris?? ''


jawab ayahnya Nurma sambil duduk di samping istrinya.


''Tadi jam sepuluhan Ayah, sok ayah makan dulu bakso nya mumpung masih panas. ''


ucap Faris sambil memakan baksonya kembali.


Ibunya Nurma sedang memotong kecil kecil bakso milih Almira dan Faris tetap enjoy dengan bakso di tangannya.

__ADS_1


Nurma masuk ke dalam dengan menenteng dua mangkok dan satu plastik di tangannya, Nurma langsung duduk di samping suaminya.


''Kamu banyak gini baso nya Bunn?? ''


ucap Faris saat Nurma menata mangkuk di atas meja.


''Kan yamin kuah pisah Mas dan yang di plastik buat kamu takut berubah fikiran. ''


jawab Nurma dan Faris tersenyum.


''Sana ambilkan mangkuk untuk bakso suami kamu, masa mau makan langsung dari plastik kan panas Nurma. ''


ucap Ibunya Nurma namun Faris melarangnya dan malahembuka bungkusan dan menuangkan ke mangkuk berisi bakso milik Nurma.


''Berdua ajah sama Nurma lebih baik Buu.... ''


ucap Faris dan ibu mertuanya mengangguk.


Mereka berlima pun langsung memakan baksonya sambil mengobrol, bahkan Almira ikut bersuara dan Ibunya atau ayahnya Nurma yang menjawabnya karena Nurma dan suaminya sibuk memakan bakso berdua.


.


.


Malam menjelang.....


Nurma sedang membantu menata masakan ibunya di meja makan, sedangkan Almira duduk manis sambil memakan sosis bakar yang di buatkan Ibunya Nurma, karena menu makan malam sekarang ayam bakar dan Almira meminta sosis di bakar.


''Panggil Ayah sama suami kamu sana. ''


titah Ibunya Nurmala dan Nurmala mengangguk lalu berjalan menuju ruang televisi dimana suami dan ayahnya sedang menonton.


ajakan Nurma dan kedua laki laki beda generasi itu mengangguk lalu berjalan menuju meja makan.


''Loh.... kenapa Almira makan nya sama sosis?? ''


ucap Ayahnya Nurma saat melihat Almira memakan sosis pakai nasi.


''Tuh Bundanya ngaco, anaknya pengen sosis trus di suruh pakai nasi, Almira pasti patuh lah dan ayo kita makan keburu dingin Ayam nya. ''


jawab ibunya Nurma dan ayahnya langsung duduk.


Nurma langsung melayani suaminya seperti ibunya yang melayani ayahnya, Faris hanya tersenyum sambil melihat istrinya begitu cekatan menyiapkan makanan untuk nya.


''Pakai sambelnya Bunn, biar tambah enak soalnya. ''


pinta Faris dan Nurma menambahkan sambalnya juga.


Semua langsung makan dengan keheningan tanpa ada obrolan, sedangkan Nurma menyuapi Almira dengan menggunakan tangannya, Almira langsung menerima suapan dari Bundanya sambil tangannya sibuk memotong sosis nya.


Faris benar benar merasakan kehangatan keluarga di rumah mertuanya, bahkan semenjak mamanya meninggalkan Faris pun dia tidak pernah makan sehangat ini dengan celotehan Almira yang meminta di suapi.


''Beruntungnya aku memdapatkan Nurmala, kedua orang tua yang baik dan menerima kehadiran Almira, aku berjanji akan menjaga Nurmala selamanya. ''


gumam Faris dalam hatinya sambil memakan dan memperhatikan Nurma yang ada di sampingnya.


Setelah makan malam selesai, Nurma memilih merapihkan dapur dan mencuci piring bekas makan, Nurma meminta ibunya untuk istirahat dan dia yang merapihkan dapurnya dengan di bantu suaminya.


''Kenapa kamu baru hadir Buun?? kenapa gak dari dulu saja kita bertemu?? ''

__ADS_1


ucap Faris dan membuat Nurma terdiam.


''Mas ini bicara apa?? semua karena takdir yang menentukannya. ''


jawab Nurma sambil menyimpan makanan kedalam lemari kaca.


''Iya takdir dan terlambat bertemunya, makasih Bunda karena menerima Ayah dan almira. ''


ucap Faris dan Nurma hanya menggelengkan kepalanya tanpa mau menjawab ucapan suaminya.


Setelah selesai di dapur Nurma mengajak suaminya bergabung dengan keluarganya yang sedang asik menonton televisi, Almira langsung meminta di pangku dan Nurma tahu kalau putrinya sedang mengangtuk.


Almira langsung duduk di atas pangkuan Nurma dan Nurmala mengusap punggung Almira yang mulai terlihat memejamkan matanya.


''Bawa ke kamar Bunda, biar nyaman kamu menidurkannya. ''


ucap Faris dan Nurma mengangguk.


Faris langsung menggendong Almira menuju kamar Nurma setelah pamit pada kedua mertuanya, Nurma mengikuti dari belakang.


''Bunda...... ''


rengek Almira saat Faris merebahkan Almira di ranjang nya.


''Iya sayang ini Bunda, ayo bunda tepuk tepuk yaa. ''


ucap Nurma sambil tidur di samping Almira sambil mengusap punggungnya.


Faris ikut merebahkan tubuhnya di samping Istrinya yang memunggunginya, Nurma membiarkan Faris melakukan apapun padanya karena Nurma fokus dengan Almira yang mulai terbuai dengan usapan tangannya.


''Empuk sekali Buun......''


bisik Faris dengan suara pelan nya yang mulai meremas bukit kembar milik Nurma.


''Mas jangan macam macam yaa, Almira masih belum pulas tidurnya. ''


peringatan Nurma karena merasakan sesuatu yang mengeras di belakang punggungnya.


''Ayah juga cuma remas ajah Bunn, yasudah Bunda boboin Almiranya yaa....''


jawab Faris dengan tidak tahu malunya dan memainkan kedua bukit kembar milik Nurma bergantian.


''Oh tuhan...... aku belum siap kalau suamiku meminta haknya. ''


gumam Nurma dalam hatinya sambil menikmati remasan tangan Suaminya.


Nurma tersenyum saat melihat Almira sudah pulas dan terdengar dengkuran khas anak kecil yang Almira hasilkan.


''Mimpi indah sayang dan besok kita jalan jalan lagi. ''


ucap Nurma sambil mencium kening Almira lalu menyelimbutinya.


Ternyata Faris pun ikut tertidur pulas sambil memeluk Nurma dari belakang, Nurma merasa lega karena apa yang dia fikirkan tidak terjadi dan Suaminya tertidur pulas.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2