
Radit langsung lemas seketika mendengar mertuanya berbicara seperti itu, Radit langsung menuju kamarnya untuk mengemasi barangnya karena ucapan mertua nya sama saja seperti mengusirnya.
Aliya meninggalkan Mamanya yang masih menangis dan menyusul suaminya ke kamarnya, Aliya diam dan menatap suaminya yang sedang mengemas pakaiannya.
''Kemasi pakaian kamu Aliya dan kita akan ke rumah Ibuku. ''
ucap Radit dan Aliya langsung terdiam karena dia sangat malas kalau harus ke rumah mertuanya yang tidak menyukainya apalagi adik dari suaminya yang jelas tidak menyukainya.
''Bisakah kita jangan ke rumah keluarga kamu?? aku gak nyaman. ''
ucap Aliya dan Radit menatapnya tajam.
''Ikut aku atau kamu hidup sendiri, cepat kemasi pakaian kamu atau saya akan tinggalkan kamu. ''
ancam Radit dengan nada dingin nya dan Aliya terpaksa mengikuti maunya Radit.
Faris membuktikan ucapannya yang akan membalas kejahatan keluarga dari Aliya Notodiningrat, karena selama ini tidak ada yang bisa membantu keluarga Nurmala dari ketidak adilan, calon suami di rebut paksa dan usaha keluarganya di tumbangkan oleh Ibu dari Aliya.
Semua yang terjadi kepada keluarga Aliya adalah ganjaran yang setimpal dan memang sudah hak Faris mengambil alih perusahaan keluarga Aliya karena memang semua saham milik Faris yang di pinjamkan pada Papa nya Aliya.
Di perusahaan Faris saat ini.....
Nurma menemani suaminya di kantor Karena Faris memiliki sedikit pekerjaan yang harus di selesaikannya, Nurma tidak masalah karena dia pun sedang memainkan handphone nya.
Nurma merasa di curangi oleh Sahabat nya karena mengundang laki laki jahat dan kalau Nurma mengetahui dia akan hadir pasti Nurma memilih tidak datang dan hinaan tidak akan di dengarnya.
Nurma bahkan keluar dari grup chat geng sahabatnya, bahkan Nurma tidak mengindahkan panggilan dan pesan dari sahabat sahabatnya, Nurma benar benar kecewa dan menutup semuanya, Nurma akan fokus pada suami dan anaknya saat ini karena sudah kewajiban yang mutlak sebagai seorang istri.
''Mas masih lama gak?? Ibu sama Ayah akan pulang jam tiga sore katanya, mereka sudah menanyakan keberadaan kita. ''
ucap Nurma dan Faris langsung menatap istrinya.
''Sebentar lagi selesai dan kita langsung pulang Bunn, bilang sama Ibu. ''
ucap Faris dan Nurma mengangguk.
Sepuluh menit kemudian Faris mengajak Nurma pulang dan langsung membawa Nurma menuju lobi utama dimana mobilnya sudah menunggu.
''Bunda sudah membujuk Ayah dan Ibu belum?? ''
tanya Faris saat keluar dali lift menuju pintu utama perusahaan.
''Mereka gak mau Mas dan biarkan saja, Ayah dan Ibu sudah nyaman dengan kehidupan di desa. ''
jawab Nurma dan Faris mengangguk sambil membuka pintu mobil untuk istrinya.
''Ayah sih maunya kedua orang tua kamu tinggal di rumah biar sedikit hidup rumahnya, kalau Ayah kerja kan kamu ada temen di rumah bukan cuma Almira saja, Ayah juga suruh pensiun saja dan diam di rumah. ''
usul Faris dan Nurma hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Kamu ajah yang bilang ke Ayah sama Ibu dan jangan aku, karena semua gak akan mempan Mas. ''
ucap Nurma yang tidak mau berdebat dengan kedua orang tuanya yang pasti akan menolak.
''Yasudah deh nunggu mereka bersedia saja kalau gitu, di paksa juga gak akan bisa. ''
ucap Faris yang akhirnya setuju dengan keputusan kedua mertuanya.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di kediaman Faris dan ternyata Almira sedang bermain sepeda di halaman dengan Ayahnya Nurma.
''Bundaa....... ''
teriak Almira saat melihat Nurma turun dari mobil.
''Ayah yang membelikan sepeda buat Almira?? ''
ucap Faris saat menghampiri Ayah mertuanya.
''Tadi pas jalan jalan gak sengaja melihat sepeda dan saat menawarkan pada Almira dia mau, yasudah di beli saja. ''
jawab Ayahnya Nurma dan Faris mengangguk.
Nurma memilih masuk kedalam rumah untuk menghampiri Ibunya dan ternyata Ibunya Nurma sedang menyiapkan makanan.
''Panggil Ayah sama suami kamu, kita makan dan kamu bawa Almira dari tadi gak mau berhenti main sepeda. ''
ucap Ibunya Nurma saat Nurma menghampiri ke meja makan dan Nurma mengangguk.
''Sayang.... makan dulu dan jangan terus main yaa, nanti di lanjut lagi kan bisa. ''
ucap Nurma dan Almira langsung patuh.
Nurma membantu Almira turun dari sepesa dan membawanya masuk kedalam rumah, ternyata semua sudah duduk di kursi meja makan, Nurma membawa Almira untuk mencuci tangan dan kakinya sebelum makan.
''Makan duluan ajah, Nurma mau cuci tangan sama kaki Almira dulu. ''
ucap Nurma saat Ibunya mengajaknya makan.
Nurma dengan telaten mencuci tangan dan kaki Almira menggunakan sabun, Almira hanya tersenyum dengan yang di lakukan Bunda nya.
''Bunda nanti boleh main lagi gak?? ''
tanya Almira dan Nurma menggelengkan kepalanya.
''Besok lagi yaa sayang, jangan keseringan main sepeda terus yaa. ''
ucap Nurma sambil mengeringkan tangan Almira.
Nurma langsung membawa Almira menuju kursi meja makan dan langsung mendudukannya, Nurma menyiapkan makanan untuk Almira dan ternyata suaminya sedang makan dan dia hanya menyiapkan makanan untuknya.
__ADS_1
Tidak ada obrolan selama makan dan sampai selesai, Faris mengajak Almira menuju ruang keluarga untuk membantu kedua orang tua Nurma berkemas, sedangkan Nurma menyiapkan cemilan dan minuman.
''Almira mau ikut Kakek pulang gak?? ''
tanya Ayahnya Nurma dan Almira menatap Faris.
''Kenapa lihat Ayah?? itu di tanya sama kakek. ''
ucap Faris dan Almira langsung tersenyum.
''Bundanya ikut juga gak Kakek?? ''
tanya Almira dan Ayahnya Nurma menggelengkan kepalanya.
''Bunda sama Ayah gak ikut, cuma Almira saja. ''
jawab Ayahnya Nurma dan Almira langsung menggelengkan kepalanya.
''Kalau Bunda gak ikut berarti Almira juga gak ikut Kakek. ''
tolak Almira dan Ayahnya Nurma tersenyum.
''Nanti kalau liburan Bunda ajak ke rumah Kakek yaa. ''
ucap Nurma yang menghampiri sambil membawa nampan berisi makanan.
Almira langsung duduk di pangkuan Nurma dan seperti biasa Nurma mendekap nya sambil mengelus punggung Almira, Almira akan tertidur kalau posisi sudah nyaman dalam dekapan Nurma.
''Langsung nyenyak tidurnya di dekapan kamu, tadi matanya memang sudah sayu tapi gak mau pas ibu ajak tidur. ''
ucap Ibunya Nurma saat melihat Almira terlelap dalam dekapan putrinya.
''Nyaman kayanya makanya Almira langsung tidur tenang. ''
jawab Nurma sambil merapihkan rambut yang menutupi wajah Almira.
''Ayah sama Ibu pulang sekarang yaa takut kemalaman juga di jalan. ''
ucap Ayahnya Nurma dan Nurma mengiyakannya.
Faris mengambil alih Almira dan menggendong nya menuju pintu untuk mengantar kedua mertuanya, Kedua mertuanya di antarkan supir karena memang Ayahnya Nurma tidak membawa mobil.
''Ayah dan Ibu hati hati, kakau sudah sampai kabarin Nurma yaa, biarkan pak supir menginap di rumah dan ijinkan paginya untuk pulang lagi. ''
ucap Nurma dan Ayahnya mengangguk.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......