Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#17 Hari pernikahan....


__ADS_3

Beberapa hari kemudian......


Hari ini di kediaman Nurmala sedikit ramai karena di adakan pengajian pernikahan Nurmala dan sekalian memberitahukan kepada warga kalau Nurmala akan menikah dan tidak ada pesta raya.


Besok adalah hari pernikahan Nurmala dan Faris juga sudah berada di hotel dengan asistennya sebagai saksi dan pelayan kepercayaan Faris yang mengasuh dirinya dan Almira juga.


Saat ini Nurmala sedang diam sambil di lulur tubuhnya dan Nurmala tidak protes karena melihat ibunya sangat antusias dan bahagia, Almira pun minta di lulur dan di kabulkan oleh Nurmala.


Di luar kamarnya sudah selesai pengajian dan membuat Nurmala bernafas lega, karena Nurmala merasa risih dengan ibu ibu yang kepo dengan pernikahan dadakan Nurmala.


Banyak yang menanyakan siapa calon nya Nurmala dan Ibunya hanya menjawab, suaminya Nurmala seorang karyawan swasta di kota dan seorang duda beranak satu karena ibu ibu menanyakan siapa anak kecil yang menempel pada Nurmala.


''Sudah selesai lulurannya?? ''


ucap Ibunya Nurmala saat masuk kedalam kamar tamu dimana Nurmala sedang melakukan perawatan.


''Sudah Buu ini yang terakhir di lulur tubuh Nurmanya, pengajian nya sudah selesai Buu?? ''


ucap Nurmala dan Ibu nya mengiyakannya.


''Sudah baru kosong rumah dan hanya ada bapak bapak yang lagi ngobrol sama ayah, tadi ada Reza ngambil pakaian buat calon suami kamu. ''


ucap ibunya Nurmala dan Nurmala hanya mengangguk meresponnya.


Selesai lulurannya, Nurmala langsung mengajak Almira untuk mandi karena tubuhnya lengket dan berbau ramuan esensional yang menmpel di kulit nantinya.


Setelah bersih dengan tubuhnya Nurmala langsung memakai pakaiannya di dalam kamar mandi dengan Almira juga, karena di tengah rumah masih ada yang mengobrol.


''Makan dulu kalian itu Ibu sudah siapkan makannya. ''


ucap Ibunya Nurmala saat Nurmala dan Almira keluar dari kamar mandi.


''Makasih Nenek, ayam kecap kan kesuaan Almira. ''


jawab Almira sambil memakan makanannya yang di alaskan oleh Ibunya Nurmala.


''Kalau gitu habiskan makannya yaa dan nambah kalau masih kurang, nenek mau ke depan nemenin kakek dan kamu makan sama Bunda saja. ''


ucap Ibunya Nurmala saat Almira memakan makanannya.


Nurmala hanya mengelus kepala Almira penuh sayang, tubuh Almira saat ini lebih berisi dan tidak sekurus pertama kali Nurmala bertemu.

__ADS_1


.


.


ke esokan harinya......


Nurmala sedang di rias oleh perias pengantin yang di sewa Ibunya, kebaya Nurmala dan semua pakaian pernikahan Nurmala membelinya dan tidak menyewanya sesuai titah dari Faris.


Nurmala begitu cantik saat wajahnya di rias natural dan tidak terlalu tebal, di tambah kebaya pengantin nya begitu membentuk di tubuh Nurmala, mahkota di kepala Nurmala dan hiasan bunga melati di kepala nya pun begitu pas dengan wajah cantik Nurmala.


Almira dan Ibunya Nurmala juga sama di rias agar tidak kalah saing dengan pengantin, jadwal pernikahan Nurmala dan Faris pukul sepuluh, namun mobil yang menjemput sudah tiba sejak subuh.


''Ayo kita berangkat sekarang ke kantor KUA nya, sudah jam sembilan lebih. ''


ajak Ibunya Nurmala saat Nurmala paling terakhir selesai di rias.


Nurmala di gandeng oleh Ayahnya dan Almira di tuntun oleh Ibunya Nurmala, Nurmala hanya diam sepanjang perjalanan menuju kantor KUA, ayahnya terus menggenggam tangan Nurmala dan menenangkan putrinya.


''Putriku akhirnya kamu menikah juga, walaupun bukan atas dasar cinta tapi ayah berdoa semoga kamu langgeng dan di limpahkan kebahagiaan yang lebih dan Ayah percaya kalau Faris pria baik baik yang mampu membahagiakan kamu. ''


gumam ayah nya nurmala sambil menenangkan putrinya.


Lima belas menit kemudian mobil sampai di halaman kantor KUA, Faris ternyata sudah sampai dan langsung terdiam menatap Ayah Nurmala turun duluan karena membantu Nurmala untuk turun.


teriak Almira saat Ibunya Nurmala menurunkan Almira dari dalam mobil dan berlari menghampiri ayahnya.


''Putri Ayah cantik sekali sayang. ''


ucap Faris saat melepaskan pelukan Almira.


''Bunda malah lebih cantik Ayah, lihat kalau gak percaya?? ''


ucap Almira sambil menunjuk Nurmala yang sedang berjalan di himpit kedua orang tuanya.


Faris langsung tertegun saat matanya bertatapan dengan mata Nurmala, Nurmala sangat cantik bahkan kecantikannya melebihi mendiang istrinya.


Faris mencium tangan Ayah dan Ibu nya Nurmala, lalu menggantikan Kedua orang tua Nurmala untuk Menggandeng Nurmala masuk kedalam kantor KUA.


Di dalam kantor KUA sudah siap ternyata bahkan penghulu sedang mencatat beberaoa berkas untuk saksi saksi pernikahan nya.


Nurmala langsung duduk setelah Faris menyiapkan kursinya, Penghulu langsung tersenyum kepada kedua calon mempelai.

__ADS_1


Ternyata Faris memberikan mahar berupa satu set perhiasan emas dan logam mulia murni seberat seratus gram.


Faris begitu lantang mengikrarkan janji sucinya dan saksi berkata SAH.


kedua pengantin langsung menandatangani berkas berkas pernikahan nya, di lanjut dengan tukar cincin dan serah terima mahar dari Faris.


Nurmala mencium tangan Faris dan di balas dengan kecupan di kening oleh Faris, Nurmala tersenyum membalas senyum Faris.


Kedua pengantin langsung sungkeman kepada orang tua Nurmala karena Faris sudah tidak memiliki orang tua bahkan sanak saudaranya pun tidak ada.


Di dalam aula kantor KUA sengaja di sewa oleh Faris untuk melakukan foto pernikahan yang akan di abadikan nantinya, bahkan Faris menyiapkan makanann juga dan seluruh pegawai kantor KUA di persilahkan untuk memakan makanan yang di siapkan.


Almira sangat tenang di jaga oleh Bibi yang mengasuhnya dan mengerti saat kedua orang tuanya sedang sibuk pemotretan


''Almira mana?? ''


tanya Nurmala saat tidak memyadari anaknya.


''Itu sama ibu sama bibi, mau di panggil Almiranya?? ''


jawab Faris sambil menunjuk ke arah Almira.


Faris langsung berjalan menuju Almira dan membawanya ke arah Nurmala, Almira langsung memeluk Nurmala dan di balas oleh Nurmala.


''Kamu sudah makan sayang?? ''


ucap Nurmala saat Almira di dudukan di atas pangkuan nya.


''Udah Bunda tadi di suapi sama nenek, Bunda ayo pulang. ''


ajak Almira sambil menyandar di dada Nurmala.


''Kayanya kita harus pulang sekarang, Almira sudah ngantuk. ''


ucap Nurmala dan Faris langsung menyiapkan kepulangannya.


Faris langsung meminta Reza mengurus sisa sisa jamuan makannya, bibi di antarkan pulang ke kota oleh supir sedangkan Faris mengendarai mobilnya menuju kediaman Nurmala dengan kedua mertuanya dan Nurmala yang Memangku Almira.


Malam ini Faris akan menginap di kediaman Nurmala dan lusa akan kembali ke kota karena pekerjaannya mengurus kebusukan Om Herdi belum selesai tinggal sedikit lagi terkuak, sedangkan Nurmala akan tetap di rumah Ibunya sampai surat pengunduran dirinta di kabulkan yang hanya tinggal beberapa hari lagi.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2