
Tiba di halaman depan rumah Nurma, Faris langsung keluar terlebih dahulu untuk mengambil alih Almira dalam pangkuan istrinya.
''Bunda......tutup pintu mobilnya yaa, Ayah masuk duluan bawa Almira. ''
ucap Faris sambil berjalan menuju pintu yang sudah terbuka.
''Loh......kenapa sebentar sekali pergi nya?? ''
ucap Ayahnya Nurma saat Faris masuk kedalam rumah setelah mengucap salam.
Nurma masuk dan duduk di samping Ibunya yang sedang asik menonton televisi.
''Kenapa Nurma?? ada masalah kah?? ''
tanya sang Ibu dan Nurma menggelengkan kepalanya.
''Kamu tumbenan acara teman teman pulangnya cepat, kenapa?? ''
tanya sang Ayah yang melihat raut wajah berbeda dari putrinya.
''Terlalu ramai disana Ayah, Mas Faris jadi bahan lirikan disana jadi mendingan pulang. ''
jawab Nurma yang beralasan dengan Faris agar kedua orang tuanya tidak curiga.
''Posesif sekali kamu sama suami, padahal biarkan orang orang melirik suami kamu biar batre di tubuh orang yang melirik suami kamunya full kembali. ''
jawab Ibunya Nurmala dan Nurmala hanya mendelik sebal pada ibunya.
Faris ikut bergabung dan duduk di samping istrinya, Ibunya Nurma meminta Nurma membuatkan Minum dan Nurma mematuhinya langsung menuju dapur.
''Ibu.....memang benar yaah, dulu ibu punya usaha restoran?? ''
tanya Faris dan Ibunya Nurma langsung terdiam.
''Nurma cerita sama kamu?? ''
balik tanya Ibunya Nurma dan faris mengangguk.
''Duuh.... anak itu sangat comel sekali. ''
gerutu ibunya nurma dan membuat suaminya tersenyum.
''Ibu jadi sedih kalau di ingatkan tentang restorannya Faris, jadi jangan bahas yaa.... ''
ucap Ayahnya Nurma dan Faris mengangguk.
''Maaf bukan nya Faris mengingatkan dengan masa lalu keluarga Ayah, Faris hanya mau mewujudkan impian Ibu kembali dengan membangun restoran lagi dan kita pindah rumah jangan di desa ini, Faris akan urus semuanya kalau Ayah dan Ibu setuju. ''
ucap Faris dengan sangat hati hati takut menyinggung kedua mertuanya.
''Ibu sih pengennya membuka usaha restoran lagi tapi semangat ibu sudah surut, ibu lebih memilih diam di rumah ajah menikmati masa tua. ''
__ADS_1
jawab ibunya Nurmala dan suaminya menghela nafasnya.
''Ayah juga setuju dengan Ibu, lagian kami berdua mau tetap tinggal di rumah ini karena disini masi sejuk suasananya, kamu bawa saja Nurma bersama kamu karena memang sudah kewajiban kamu sebagai suami dan jangan lupakan kami disini, sering sering lah berkunjung kalau kalian sedang senggangg. ''
ucap Ayahnya Nurmala dan Faris kembali mengangguk.
Permintaan yang sangat sederhana menurut Faris dan tidak sebanding dengan dia yang mendapatkan Nurmala sebagai istrinya.
''Pliis.... untuk satu ini Faris mohon terima yaa permintaan Faris. ''
ucap Faris dan Ayah mertuanya mengangguk tersenyum.
''Silahkan Faris, asal jangan membebani kamu saja dan membuat kamu susah, Ayah akan menerimanya. ''
jawab Ayahnya Nurma dan Faris tersenyum lebar.
''Faris akan memberikan sebuah mobil untuk Ayah dan Ibu, terima yaa biar kalian berdua bisa jalan jalan dengan mudah, maaf bukan Faris merendahkan Ayah tapi semua demi kebaikan. ''
ucap Faris dan Ibunya Nurma tersenyum senang sedangkan suaminya langsung terdiam.
Melihat istrinya bahagia menerima hadiah mobil, Ayanya Nurma pun menerimanya dan berterimakasih kepada Faris.
''Sore ini juga mobil nya akan datang ke rumah ini langsung dari showroom nya. ''
ucap Faris setelah menghubungi seseorang meminta mobil di antarkan.
Nurma menghampiri dengan empat gelas jus mangga dan Ibunya hanya menggelengkan kepalanya karena putrinya sangat lamban kalau urusan dapur.
protes ibunya Nurmala saat putrinya menyajikan jusnya.
''Bayangkan sama Ibu, harus di kupas, di cuci, di potong potong, belum ini itunya dan ibu jangan menggampangkan yaa. ''
jawab Nurma tak kalah protesnya dan membuat ayahnya hanya menggelengkan kepalanya.
''Faris maaf yaa karena Nurma sangat awam dengan urusan dapur, dia tidak bisa memasak dan hanya bisa membuat telor ceplok ajah. ''
ucap Ibunya Nurma dan membuat Nurma mendelik.
''Tidak masalah untuk Faris, di rumah sudah ada koki handal yang memasak dan lagian Faris menikahi Nurma bukan untuk memasak, Faris hanya ingin Nurma selalu ada untuk Faris dan kelak anak anak Faris juga. ''
jawab Faris dan membuat Nurma tersenyum senang.
''Enak banget kamu jadi istri. ''
sindir ibunya Nurmala dan membuat kedua laki laki yang menyaksikannya tersenyum.
Apa yang di ucapkan Faris adalah kenyataan, karena dia menikahi Nurmala bukan untuk memasak atau mengerjakan pekerjaan lain, Faris hanya ingin istri seutuhnya yang selalu ada di sisinya dan kelak anak anaknya nanti.
''Sore ini Faris akan membawa Nurma pulang ke rumah kami dan kalau bersedia, Faris ingin Ayah dan ibu ikut mengantarkan kami. ''
''Loh dadakan sekali, bukannya nanti setelah selesai urusan rumah sakitnya Nurma. ''
__ADS_1
''Urusan rumah sakit di tangani sama orang kepercayaan Faris dan Ayah jangan khawatir. ''
''Baiklah kalau memang itu keputusan kalian, kenapa gak besok pagi saja?? kalau sore nantinya malah kemalaman di jalan. ''
''Benar yang di bilang Ayah kalian, besok pagi saja jadi kami berdua bisa antarkan kalian. ''
ucap Ibunya Nurma dan semua langsung setuju.
Mereka berempat larut dalam obrolan, hingga sore hari dan Almira terbangun sambil berjalan menghampiri Nurma, Nurma langsung membawa Almira kedalam pangkuannya dan mengusap punggung Almira yang masih sedikit mengantuk.
Faris mengelus rambut putrinya sambil tersenyum melihat tingkah putrinya yang manja dan tidak seperti dahulu, putrinya menjelma menjadi anak dewasa di umur menginjak lima tahun.
''Besok mau berangkat jam berapa?? ''
tanya Ibunya Nurmala namun saat Faris akan menjawab, pintu rumah ada yang mengetuk dan terdengar ada orang mengucap salam.
''Kayanya yang anterin mobil deh Ayah. ''
ucap Faris sambil beranjak dan di ikuti oleh kedua mertuanya.
Nurma masih duduk menikmati kemanjaan Almira padanya, hingga Almira melepas pelukannya dan menatap ke arah pintu utama karena terdengar sedikit berisik.
''Ada apa Bunda di luar, Kakek berantem lagi?? ''
tanya Almira dan Bundanya langsung tersenyum.
''Lihat sendiri saja sana, Bunda mau buatkan susu dulu untuk kamu yaa. ''
jawab Nurma sambil menurunkan Almira dan almira langsung berjalan menuju halaman depan rumahnya.
Di halaman rumah ternyata sedang kedatangan tamu dari dealeer mobil yang mengantarkan mobil untuk ayahnya Nurma, Faris berbincang dengan orang kepercayaan nya yang membawakan mobilnya.
Mobil yang datang adalah mobil yang di datangkan langsung dari dealer milik Faris pribadi, setelah cukup berbincangnya orang kepercayaan Faris langsung pamit.
''Mobil Kakek keren warna nya merah. ''
celetuk Almira yang menghampiri mobil baru.
''Makasih sayang, ayo kamu ikut kakek sama nenek untuk berkeliling. ''
ucap Ayahnya Nurma Dan Almira langsung setuju.
Faris hanya tersenyum menyaksikannya, Almira duduk di kursi depan di pangku ibunya Nurma, mobil langsung bergerak di kemudikan Ayahnya Nurma.
''Kebahagiaan yang begitu sederhana tapi senang sekali melihatnya. ''
Ucap Faris sambil melambaikan tangannya pada mobil yang mulai menjauh menuju jalan masuk desa.
.
.
__ADS_1
Bersambung......