
Setelah Almira menceritakan semua ceritanya, Nurmala langsung memeluk Almira membawa kedalam dekapannya sambil memeluknya dengan penuh sayang, Nurmala langsung mengirim rekamannya pada Faris agar Faris bisa mendengarnya karena Nurmala yakin kalau Faris tidak mengetahui semua kejadian di rumah itu.
''Siapa wanita yang melahirkan kamu sayang, tega sekali sampai melakukan hal sejahat ini, binatang saja sayang sama anaknya kenapa manusia seperti ini kelakuannya. ''
gumam Almira dalam hatinya sambil menidurkan Almira.
Beberapa menit kemudian Almira langsung tertidur pulas dan Nurmala langsung keluar rumah untuk menelphone Faris karena pesan suaranya belum di buka oleh Faris.
Nurmala langsung menghubungi nomer Reza dan syukurnya Reza langsung mengangkat panggilannya.
''Maaf Nona Nurma, ada apa anda menghubungi saya?? ''
''Aduuh kenapa kamu manggil saya Nona jadi geli saya mendengarnya. ''
''Memang sudah kewajiban saya dan bahkan saat nanti Nona sudah menikah dengan Tuan pun saya akan memanggil Nyonya. ''
''Aishh......sudah ahh malas debatnya, Tuan Faris sedang sibuk yaa?? saya mengirim pesan tapi gak di baca?? ''
''Tuan sedang meeting Nona di perusahaan cabang, apa Nona merindukan Tuan?? ''
''Astaga Rezaaaa....... berhenti membual karena saya punya sebuau rahasia dan saya yakin kamu ataupun tuan kamu tidak mengetahuinya. ''
''Maaf kalau saya asal bicara, rahasia apa memangnya Nona?? ''
''Almira menceritakan semua kejadian di rumah setelah Ayahnya pergi kerja, saya merekam nya dan kamu dengarkan rekamannya, saya takut orang yang berniat jahatnya masih ada di sekitar Tuan kamu. ''
''Saya kurang mengerti Nona, rekaman apa memangnya?? cctv rumah kan gak ada cctv. ''
''Ahhh.... kalau dekat aku sudah cium kamu Reza, pokonya dengarkan rekaman nya sekarang juga!! saya udah mengirim ke nomer kamu, sudah ahh bicara sama membuat saya emosi, selamat pagi Reza. ''
panggilan berakhir......
Nurmala langsung kesal dan masuk kedalam rumahnya, membuat Sang Ibu memicingkan matanya melihat putrinya.
''Kamu kenapa?? kesambet setan mana?? ''
ucap sang Ibu dan membuat Nurmala menggelengkan kepalanya.
Di tempat Reza saat ini....
Reza baru selesai mengurus pernikahan ke kantor KUA dan langsung mendengarkan rekaman yang di kirim Nurmala, Reza langsung melototkan matanya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi ke perusahaan dimana Faris sedang meeting dengan Om. Herdi orang kepercayaan Faris di perusahaan cabangnya.
Reza langsung membuka pintu ruang meeting secara tiba tiba dengan wajah memerah dan membuat semua menatap heran pada Reza.
''Apa apaan kamu ini Zaa, saya mau memulai meeting kamu tiba tiba membuka pintu tanpa kesopanan. ''
__ADS_1
ucap Faris dan membuat Reza langsung diam lalu menghampiri Faris.
''Ikut dengan saya Tuan dan bawa handphone anda, Nona muda sakit sekarang dan membutuhkan anda saat ini juga. ''
bohong Reza dan benar saja Faris langsung panik lalu membuka handphone nya yang terdapat banyak panggilan tak terjawab daru Nurma.
''Jangan telphone dulu Tuan, ayo kita pergi sekarang ke rumah Nona Nurma. ''
saran ajakan Reza dan Faris langsung setuju lalu meninggalkan ruangan meeting.
''Gak bisa main pergi saja dong Faris, Om butuh tanda tangan kamu agar perusahaan resmi Om pegang. ''
ucap Om Herdi yang menghentikan Faris dan membuat Reza menatap nyalang pada Om Tuan nya itu.
''Nona Muda prioritas utama Tuan. ''
ucap Reza dan Faris langsung keluar dari ruang meetingnya.
Reza bernafas lega karena meeting pemindahan wewenang belum terjadi dan Reza langsung mengikuti Faris menuju mobil.
''Ayolah Zaa.... kamu lelet sekali, bagaimana nanti kalau terjadi sesuatu pada putriku. ''
ucap Faris saat melihat Reza begitu santai mengikutinya.
ucap Reza sambil membukakan pintu mobil untuk Faris.
Faris langsung menurut dan masuk kedalam mobil sesuai keinginan Reza, Reza langsung duduk tenang di kemudinya.
''Dengarkan rekaman suara yang di kirim Nona Nurma sekarang Tuan. ''
ucap Reza sambil menjalankan kemudinya menuju kediaman Nurmala.
Faris menurut dan membuka ada dua rekaman, Faris memilih rekaman pertama, Faris melototkan matanya mendengar cerita putrinya dan Faris langsung mendengarkan rekaman kedua.
Faris langsung menangis dan matanya memancarkan kemarahan.
''Aku salah Zaa.... aku di butakan cinta oleh wanita setan itu, bahkan aku menerimanya saat itu padahal dia dalam keadaan sudah tidak virgin, tapi Almira hadir karena memang aku tulus saat itu mencintai wanita itu Zaa. ''
ucap Faris dan Reza hanya diam.
''Urus tes DNA Almira dan kamu tahu kan harus berbuat apa Zaa, selidiki semuanya karena saya yakin Mama di racun bukan oleh satu orang, karena saya mengenal wanita setan itu setelah Mama meninggal, supir pribadi berarti supir yang sekarang masih kita pekerjakan?? ''
ucap kembali Faris dengan nada dinginnya.
''Betul Tuan dan saya akan selidiki semuanya mulai hari ini. ''
__ADS_1
ucap Reza dan Faris hanya diam.
Beberapa menit perjalanan akhirnya sampai di kediaman Nurmala, Faris langsung keluar dari mobil dan segera menuju pintu rumah Nurmala untuk mengetuknya.
Ternyata Nurmala yang membuka pintunya dan mendelik saat melihat wajah Reza, membuat Faris mengerutkan keningnya lalu berbalik menghadap Reza yang tersenyum canggung.
''Silahkan masuk, Almira masih tidur dan Ibu sedang pengajian di mesjid. ''
ucap Nurmala sambil berjalan menuju dapur.
''Ada masalah dengan wanita itu?? kenapa jutek sekali. dia?? ''
heran Faris dan Reza hanya menggelengkan kepalanya.
Nurmala membuatkan teh tawar hangat aroma melati karena dia tahu kenapa Faris datang ke rumahnya, Nurma sudah melihat rekamannya sudah di dengar oleh Faris.
Faris menuju kamar Nurmala untuk melihat putrinya dan mengusap pipi putri nya yang terlihat berisi, Faris yakin kalau Almira adalah anak kandungnya karena dia bisa merasakan nya, namun Faris tetap akan melakukan tes DNA dan akan menerima semua hasilnya karena Faris memang menyayangi Almira.
Faris keluar dari kamar dan kembali duduk di samping Reza karena Nurmala sudah duduk di hadapan Reza saat ini.
''Terimakasih karena kamu sudah memnerikan informasi penting Nurma, selama ini Almira hanya diam dan menurut ternyata semua memang hasil dari ancaman wanita iblis itu. ''
ucap Faris dan Almira mengangguk.
''Saya hanya sedih saja karena Almira begitu sangat tersiksa, pantas saja dia haus kasih sayang dan terbentuk lebih dewasa dari umurnya karena memang kekerasan, ancaman dan makian tiap hari menjadi makanan Almira. ''
ucap Nurmala dan Faris membenarkannya
''Saya yang salah karena dulu di butakan cinta, setelah Mama meninggal Om Herdi memperkenalkan Ibunya Almira pada saya dan saya langsung mencintainya karena memang saya senang dengan sifat keibuan wanita itu, ternyata semua topeng. ''
''Semua sudah takdirnya Tuan Faris. ''
''Saya sudah bilang jangan panggil Tuan ke saya Nurmala. ''
''Maaf saya belum terbiasa. ''
''Yasudahlah terserah kamu. ''
ucap Faris sambil meminum teh buatan Nurma dan membuatnya langsung tenang.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1