Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#12 cerita Almira


__ADS_3

''Tuan Faris meminta Nurma mengundurkan diri dan lebih fokus dengan rumah tangga katanya, dia ingin istri sentuhnya yang ada di rumah mengurusnya dan juga mengurus anaknya, Nurma sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari rumah sakit, karena bagaimanapun Tuan Faris nantinya akan menjadi suami Nurma dan semua titahnya adalah kewajiban yang harus Nurma patuhi. ''


ucap Nurmala yang begitu yakin dengan keputusannya.


''Yasudah semua bagaimana baiknya kamu saja Nurma, sana istirahat sudah malam ini. ''


ucap sang Ayah sambil menepuk bahu putrinya dan berjalan menuju kamarnya di ikuti Ibunya Nurmala.


Nurmala masih diam di kursi sambil membuka sebuah kotak yang di berikan oleh Faris, ternyata sebuah gelang dan kalung yang begitu cantik, tampilannya sangat sederhana tapi begitu elegan terlihatnya.


Nurma langsung memakai kalungnya dan juga gelangnya, ternyata sangat pas di kenakan oleh Nurmala sepertinya Faris memang faham sekali dengan ukuran Nurmala.


Setelah larut dalam lamunannya, Nurmala langsung masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan segera istirahat karena saat ini sudah menuju dini hari.


Pagi menjelang......


Nurmala membuka matanya saat merasakan pipi nya di tusuk tusuk sebuah jari tangan dan saat membuka matanya ternyata Almira yang melakukannya.


''Ada apa sayang?? ''


ucap Nurmala dan langsung duduk bersandar.


''Bunda.... Almira laper, ayo kita cari makan, Nenek sama kakek belum bangun. ''


ucap Almira dan Nurmala reflek menatap jam dinding sudah masuk jam enam pagi.


''Ayo kita beli bubur yang lewat saja, biasanya suka lewat sebentar lagi. ''


ajak Nurmala sambil membantu Almira turun.


Ternyata benar saat keluar kamar, rumah masih keadaan sepi dan Nurmala langsung menuju dapur untuk mengambil mangkuk.


Nurmala langsung keluar rumah saat mendengar suara abang bubur membunyikan mangkoknya, Nurmala memberhentikannya dan langsung membelinya.


''Campur dan kumplitan yaa Abang. ''


ucap Nurmala sambil memberikan empat mangkuk.


''Sambal sama kerupuknya pisah jangan?? ''

__ADS_1


ucap tukang bubur dan Nurmala mengiyakannya.


Almira hanya diam menatap tukang bubur yang sedang menyiapkan bubur ke atas mangkuk, Nurmala hanya tersenyum sambil mengacak rambut Almira yang terlihat menggemaskan.


''Bunda..... jangan di berantakin rambutnya. ''


protes Almira dan Nurmala malah tertawa senang.


''Iya sayang maaf yaah janji deh gak akan membuat rambut kamu berantakan. ''


ucap Nurmala dan Almira tersenyum.


Dua bubur sudah selesai dan Nurmala membawanya masuk pas dengan kedua orang tuanya yang baru keluar kamar.


''Bubur buat sarapan dan Ibu gak usah siapkan sarapan yaa. ''


ucap Nurmala yang menyimpan dua mangkuk bubur di meja.


Nurmala langsung keluar kembali untuk membawa dua mangkuk buburnya dan Almira membawa bungkusan kerupil juga sambalnya.


''Ayo sayang kita masuk dan makan buburnya. ''


Nurmala membawa bubur ke meja makan di dekat dapur karena kedua orang tuanya sudah menunggu di meja makan.


''Nenek kesiangan yaa?? semalam bergadang memangnya?? ''


ucap Almira saat Nurmala menyiapkan kerupuk nya.


Kedua orang tua Nurmala langsung tersedak dengan ucapan Almira dan membuat Nurmala tersenyum, lalu meminta Almira memakan buburnya dan Almira langsung memakan buburnya tanpa membantah.


''Maaf kalau kalian salah mengartikan ucapan almira yaa, dia masih befikir positif loh. ''


sindir Nurmala dan membuat Ibunya mendengus sebal karena memang semalam mereka melakukan olah raga malam dan hasilnya adalah bangun kesiangan.


Sarapan pun selesai, Ayah langsung bersiap dan segera pergi mengajar, sedangkan Nurmala dan Almira memilih bersantai di kamar karena memang Nurmala masih mengangtuk dan nanti jam satu siang Nurmala harus bekerja untuk mengurus surat pengunduran dirinya.


Ibunya Nurmala saat ini sedang santai sambil menonton televisi nya dan membiarkan Nurmala di kamar untuk istirahat.


''Bunda nanti kalau sudah menikah dengan Ayah, ikut juga ke rumah Almira dong. ''

__ADS_1


ucap Almira dan Nurmala mengangguk.


''Ikut dong sayang kan memang itu salah satunya kenapa kami menikah, Almira senang kan Tante akan menjadi Bunda Almira yang sebenarnya?? ''


ucap Nurmala dan Almira langsung mengangguk senang.


''Bunda gak akan ancam Almira kan kalau Almira nakal nantinya?? ''


ucap Almira dan membuat Nurmala langsung tersentak.


''Kenapa kamu bicara seperti itu Sayang, Bunda gak akan ancam ancam kamu dan memangnya siap yang suka ancam kamu?? ''


''Mama sama Nenek suka ngancam Almira, mereka bilang kalau Almira manja sama Ayah dan banyak meminta hadiah dari Ayah, nantinya Ayah akan membuang Almira, Mama juga bilang kalau Almira hadir di dunia ini karena di paksa hadir, Almira sering di cubit sama Nenek kalau Almira minta jajan dan saat sebelum kecelakaan itu Almira mendengar kalau Ayah akan di jebak dan semua aset Ayah milik Mama juga Nenek, Almira gak ngerti apa itu Aset Bunda?? ''


jelas Almira dan Nurmala langsung menghubungkan dengan rekaman ucapan Almira untuk di beritahukan pada Faris.


''Dengar Bunda baik baik sayang, bisa kamu ceritakan bagaimana kehidupan kamu kalau Ayah sudah pergi kerja dan Kamu tinggal di rumah dengan Mama juga nenek kamu. ''


permintaan Nurmala dan Almira mengangguk setuju yang membuat Nurmala langsung bahagia.


''Kalau Ayah berangkat kerja, Mama pasti kedatangan tamu laki laki dan Almira selalu mengintip dari pintu kamar Almira, pernah sekali ketahuan sama Nenek dan Almira langsung di hukum gak di kasih makan, pengasuh Almira selalu di usir sama Mama dan Almira harus mandi sendiri lalu mengerjakan apapun sendiri, kecuali makan karena bibi selalu membawa Almira ke rumah belakang dan memberi makan Almira makanan yang enak, Mama bilang Ayah gak memuaskan saat di ranjang dan Om Herdi katanya memuaskan, Almira sering mendengar kalau Ayah akan di jebak sama Om Herdi biar harta Ayah menjadi milik Om Herdi dan Mama, Mama jahat sekali Bunda setiap hari selalu mencaci Almira, kalau Ada Ayah palingan cuma nyubit dan melototkan matanya Sama Almira, Almira juga sering melihat supir pribadi Mama masuk ke kamar Ayah kalau Ayah pergi kerja, sebelum kecelakaan terjadi Mama sama Ayah bertengkar di dalam mobil karena ketahuan Almira di pukul sama Mama, saat Almira akan di bawa pergi sama Nenek dan Mama, Ayah langsung ikut masuk kedalam mobil dan berantem sama Mama di dalam mobil, terus mobilnya kecelakaan. ''


ucap Almira dan berhasil membuat Nurmala menangis mendengarnya.


''Sayang apa kehidupan kecil kamu seperti ini dari dulu?? ''


ucap Nurmala dan Almira mengangakat bahunya.


''Gak tau lupa soalnya, Almira hanya ingat segitu ajah Bunda tapi Almira selalu takut kalau Mama menatap ke arah mata Almira, kata Mama mata Almira seperti mata Omah yang sudah di racun sama Mama sampai meninggal dan Almira gak tau Omah tuh siapa. ''


ucap Almira dan Nurmala langsung terdiam.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2