
Malam hari di kediaman mewah Faris......
saat ini nurma sedang menyajikan makanan di piring suami juga anaknya, Nurma sudah terbiasa dengan melayani nya Karena Ibunya pernah menegurnya saat di rumah karena Nurma membiarkan Faris menyiapkan makanan nya sendiri.
Tidak ada obrolan sepanjang makan malam dan setelah selesai semua berkumpul di ruang keluarga, pelayan menyiapkan teh hangat dan cemilannya.
Almira seperti biasa duduk di atas pangkuan Nurma karena matanya sudah mulai mengantuk, Nurma hanya tersenyum menatapnya dan mengelus punggung Almira penuh sayang.
''Ayah sama Ibu beneran gak mau tinggal bersama kami disini?? Faris mau kalian tetap tinggal dan rumah yang di desa akan tetap ada yang memberiskan setiap harinya. ''
ucap Faris yang kembali meminta kedua mertuanya namun tetap jawabannya menolak.
''Terimakasih untuk tawarannya tapi kami lebih nyaman di desa, tugas kalian nantinya untuk mengunjungi kami berdua. ''
jawab Ayahnya Nurma dan Faris mengangguk.
''Baiklah kalau memang itu keputusan Ayah dan Ibu, kalau kalian butuh apapun bilang dan jangan sungkan, Faris akan menyediakan semuanya dan setiap bulan akan mengirim kebutuhan pokok untuk Ayah dan Ibu di desa. ''
ucap Faris dan kedua orang tua Nurma mengiyakannya karena Faris terdengar serius dalam nada bicaranya.
Nurma langsung pamit karena Almira sudah pulas dalam dekapannya, Nurma langsung menuju kamar Almira di lantai dua bersebelahan dengan kamarnya.
''Tidur nyenyak putri cantik, mulai besok Bunda akan menjaga kamu sayang. ''
ucap Nurma saat Almira sudah nyaman dengan tidurnya.
Nurma langsung keluar dari kamar Almira dan masuk kedalam kamarnya, Nurma tidak kembali ke ruang keluarga karena dia merasakan lelah tubuhnya dan ingin merebahkan tubuhnya.
''Duuh..... pasti Mas Faris minta haknya lagi. ''
gumam Nurma dalam hatinya saat selesai mengganti pakaiannya.
Gaun tidurnya begitu tipis dan menerawang, Faris sepertinya sengaja memilihkannya dan Nurma tidak ada pilihan lain karena semua gaun tidurnya sama.
Nurma langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, satu kalimat yang Nurma ucapkan adalah nyaman sekali kasurnya dan sangat empuk.
Pintu kamar terbuka dan Faris lah yang masuk kedalam kamar dengan senyumnya yang membuat wajahnya sangat tampan.
''Jangan tidur dulu Bunn, Ayah mau ganti pakaian dulu soalnya. ''
pinta Faris dan Nurma hanya mendelik mendengarnya karena suaminya seperti menggodanya.
__ADS_1
Faris memakai pakaian yang di siapkan Nurma, setelah menggantinya Faris langsung gabung dengan Nurma yang sudah berada di atas ranjang nya.
''Suka gak sayang sama rumahnya?? ini rumah Ayah beli saat Almira sakit dan kembali ke rumah kamu karena Ayah yakin kalau kamu akan kembali dengan Almira dan statusnya akan menjadi istri juga Bundanya Almira. ''
ucap Faris dengan nada lembut sambil membelai pipi Nurma.
''Rumahnya terlalu mewah Mas dan lebih mewah dari rumah terdahulu milik Ibu sama Ayah, gak kebayang kalau nantinya aku di rumah sendiri, Almira sekolah dan kamu kerja. ''
jawab Nurma dan Faris yang gemas langsung mencium pipi Nurma.
''Banyak pelayan di rumah ini dan kamu bisa meminta salah satunya untuk menemai kamu, kamu bisa melakukan apapun di rumah ini sayang dan semua tinggal kamu kerjakan. ''
jawan Faris sambil menarik Nurma masuk kedalam dekapannya.
Nurma tidak menolak dan menelusupkan wajahnya di dada Faris, Faris membelai punggung Nurma penuh sayang dan Nurma hanya diam.
''Bunn, boleh minta lagi gak?? rasakn sama kamu junior udah tegang Bun. ''
pinta Faris sambil menggesekkan milik nya pada tubuh Nurma.
''Kamu mesum banget Mas, aku gak melakukan apapun sama junior kamu. ''
jawab Nurma dan Faris langsung tersenyum.
Faris benar benar melancarkan aksinya karena Nurma tidak menolah ataupun melawannya, Faris dengan mudah membuat Nurma relax dan tidak tegang, Nurma bahkan terbuat dengan sentuhannya dan terdengar lenguhan dari suaranya membuat Faris semakin gencar melancarkan aksinya.
Faris benar benar membuat Nurma terbuai, bahkan saat ini Nurma sudah tidak memakai gaunnya, Faris perlahan melepaskan pakaian yang menempel pada tubuhnya.
''Boleh yaa sayang?? ''
ucap Faris saat selesai melepaskan semua pakaian nya.
Nurma mengangguk tersenyum dan membuat Faris langsung melanjutkan keinginannya, Faris membuat Nurma melayang saat ini dengan semua sentuhannya, bahkan Nurma melepaskan pelepasan pertamanya karena ulah Faris.
Nafas Nurma tersengal dan Faris tersenyum sambil membelai rambut istrinya.
''Nikmat yaa?? ''
ucap Faris sambil membelai inti dari tubuh Nurma dan Nurma mengangguk tersenyum sampai bersemu pipinya.
''Ayah suka sama semua yang ada di tubuh Bunda dan Ini milik Ayah semuanya. ''
__ADS_1
ucap Faris sambil membelai setiap inci tubuh Nurma.
Faris langsung mengarahkan miliknya pada inti tubuh Nurma dan satu kali hentakan langsung masuk sempurna, keduanya langsung melenguh merasakannya.
''Penuh dan sesak Bunn...... ''
ucap Faris di sela sela hentakannya dan membuat Nurma memejamkan matanya karena merasakan sesuatu yang begitu nikmat dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Kelembutan permainan Faris membuat keduanya terlena dan setelah lama akhirnya gelombang pelepasan keduanya mendekat membuat Faris mempercepat hentakannya hingga lenguhan panjang keduanya terdengar.
Faris tersenyum sambil menatap Nurma yang masih memejamkan matanya merasakan pelepasan keduanya.
''Punya kamu benar benar nikmat Bunn, menjepit sekali Bun. ''
ucap Faris sambil mencium kening Nurma yang sudah membuka matanya.
Faris melepaskan penyatuannya dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Nurma, nafas keduanya sudah teratur dan Faris langsung memiringkan tubuhnya menghadap istrinya yang sedang menatapnya saat ini.
''Semoga kamu segera hamil sayang, biar Almira memiliki adik dan rumah ini segera ramai dengan suara anak anak. ''
ucap Faris sambil menggenggam tangan Nurma.
''Kamu suka anak anak Mas?? ''
tanya Nurma dan Faris menganggukan kepalanya.
''Ayah anak tunggal dan tidak memiliki saudara, kamu juga pasti merasakan bagaimana menjadi anak tunggal, semua gak nyaman Bun, makanya Ayah mau kita punya anak banyak biar rumah ini menjadi ramai nantinya. ''
jawab Faris dan Nurma mengaminkannya.
''Semua bagaimana kehendak Tuhan dan kita hanya bisa berusaha, lagian mana kuat aku hamil terus karena wanita juga memiliki ketahan tubuh Mas dan gak selalu setiap tahun melahirkan. ''
''Iya sayang Mas ngerti dan Mas gak minta setiap tahun kamu hamil, cukup tambah lima lagi saja anaknya dan itu cukup. ''
''Mudah mudahan aku bisa mewujudkan permintaan kamu Mas. ''
ucap lembut Nurma dan membuat Faris tersenyum senang.
Dahulu saat mendiang istrinya di nyatakan hamil, hanya Faris yang bahagia dan istrinya malah ingin menggugurkan kandungannya, Faris sampai murka dan membuat istrinya akhirnya setuju hamil namun setelah melahirkan tidak mau menyusui ataupun mengurus Almira dan Faris tidak mempermasalahkannya karena masih ada susu formula dan pengasuh untuk putrinya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....