
Nurmala langsung menuju hotel setelah memberikan surat pengunduran dirinya dan membeli makanan untuk Almira, Nurmala langsung menaiki lift saat masuk kedalam hotel dan menekan angka enam.
Nurmala menelphone nomer Faris kembali dan meminta Almira menunggu di depan kamarnya, Almira setuju dan langsung menunggu Nurmala.
''Bundaa...... ''
teriak Almira saat Nurmala keluar dari lift.
Nurmala tersenyum dan menghampiri Almira lalu mengajaknya masuk, karena di luar banyak pasang mata yang melihat ke arahnya.
''Bunda membelikan nasi sama temannya karena Almira kan belum makan. ''
ucap Nurmala dan Almira mengangguk senang.
''Almira memang laper sekali Bunda. ''
jawab Almira dengan mata berbinar melihat makanan yang ada di hadapannya.
Nurmala memberikan Nasi bakar dan ayam bakar, Nurmala membeli tiga bungkus untuk dirinya dan untuk Faris juga.
''Pakai Sendok makannya yaa..... ''
ucap Nurmala saat membuka bungkusannya.
''Enak gak pakai sendok Bunn, Almira cuci tangan dulu deh yaa..... ''
ucap Almira dan Nurmala pun ikut mencuci tangan.
Kamar hotel yang di tempati Faris saat ini begitu luas dan Nurmala juga tidak terlalu sungkan berada di dalamnya karena ada Almira juga, Faris benar tertidur dan tidak terganggu sama sekali dengan kedua wanita yang sibuk makan dan mengoceh.
''Bunda gak kerja memangnya?? ''
ucap Almira dan Nurmala menggelengkan kepalanya.
''Gak Sayang.... mau nemenin Almira ajah. ''
jawab Nurlama dan membuat Almira langsung senang.
''Kalian sedang makan apa?? ''
ucap Faris yang duduk bersandar di ranjangnya dan membuat kedua wanita beda usia di hadapannya menatap ke arah Faris.
''Makan nasi bakar Ayah, Ayah sana cuci muka sama cuci tangannya, kita makan bersama. Bunda udah membelikan juga buat Ayah. ''
jawan Almira dan Faris mengangguk lalu berjalan menuju kamar mandi.
Nurmala langsung menyiapkan makanan untuk Faris dan meminta Almira duduk mendekat ke arahnya agar Faris bisa ikut gabung makan, Faris kekuar dari kamar mandi dan langsung duduk di samping Almira.
__ADS_1
''Minum dulu..... ''
ucap Nurmala sambil menyodorkan minum pada Faris dan Faris menerimanya sambil tersenyum.
Faris langsung memakan makanannya yang sudah Nurmala siapkan, mereka bertiga mirip sekali keluarga bahagia, ada anak, istri dan suami.
Almira jarang makan bersama seperti ini karena biasanya makan hanya berdua dengan Faris atau dengan pelayan kalau Faris tidak ada.
.
.
Setelah selesai makannya, Nurmala memberikan mainan pada Almira karena dia ingin berbicara dengan Faris dan Almira menyetujuinya.
''Kita bicara di balkon depan saja. ''
ucap Faris dan Nurmala menggangguk.
Nurmala menyodorkan handphone nya dan memperlihatkan foto hasil tes DNA nya, Faris langsung bernafas lega karena Almira anak kandungnya.
''Proses sampai meja kasir tiga jam dan sisa waktu nya kurang lebih dua jam, nanti Tuan bisa ambil ke rumah sakit. ''
ucap nurmala dan Faris mengiyakannya.
''Kamu gak tugas?? ko bisa ada disini?? ''
tanya Faris yang merasa aneh karena Nurmala ada di kamar hotelnya.
''Iya juga sih, emang sangat penting dan sekarang aku sudah yakin sekali. ''
''Iyaa..... saya juga merasa lega karena kalau Almira bukan anak anda, nantinya takut anda memperlakukannya gak baik, kasihan Almira. ''
''Aku gak sejahat itu yaa, tuduhannya sangat kejam sekali Suster Nurma. ''
''Terserah laah, saya mau menghampiri Almira. ''
ucap Nurmala sambil beranjak dan masuk kedalam kamar untuk menemani Almira.
Faris tetap diam di balkon sambil melihat langit yang mulai menjelang malam, Faris akan ke rumah sakit mengambil hasil asli tes DNA nyaa.
.
.
Disinilah sekarang Faris, di rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA dan Nurmala dengan Almira memilih menunggu di sebuah tempat bermain anak karena Nurmala malas masuk rumah sakit karena dirinya memakai pakaian perawat.
''Bunda..... kita beli Ice cream yuu, Almira mau yang disana tuh. ''
__ADS_1
tunjuk Almira ke sebuah kedai ice cream yang lumayan ramai.
''Boleh deh, ayo kita beli ice cream sambil menunggu Ayah. ''
jawab Nurmala sambil menggandeng tangan Almira menuju kedai Ice cream.
Almira memesan satu bowl penuh ice cream rainbow, Nurmala mengiyakannya dan hanya memesan satu karena ice cream nya gak akan habis kalau Almira yang memakan sendiri.
''Kenapa pesan yang cup besar sayang?? ''
heran Nurmala karena Almira meminta yang besar porsinya.
''Biar makan berdua sama Bunda kan seru Bunn. ''
jawab Almira dan Nurmala hanya tersenyum sambil mengusap sisa ice cream di dagu Almira.
''Ayo habiskan ice cream nya nanti bunda minta suapi sama kamu. ''
''Coba buka mulut Bunda, Almira suapi yaa..... ''
''Kamu ini...... ''
ucap Nurmala sambil menerima suapan ice cream nya dan membuat Almira senang.
Almira kembali fokus memakan ice cream nya dan Nurmala sibuk dengan bertukar pesan dengan temannya yang memberitahukan kalau Nurmala harus datang saat pernikahan nya nanti.
''Beda lima hari dengan pernikahan aku, semoga Tuan Faris ijinkan aku datang dan kalau engga pasti neror ini anak satu. ''
gumam Nurmala dalam hatinya sambil sesekali memperhatikan Almira yang memakan ice cream nya.
.
.
Di rumah sakit Faris selesai dengan administrasi nya dan membuka hasil tes nya ternyata sama dengan yang tadi di lihat di foto oleh Nurmala.
Faris sebenarnya sangat takut kalau Almira bukan darah dagingnya dan Faris takut akan memperlakukan Almira jadi berbeda.
Namun ketakutannya semua hilang karena Almira adalah anak kandungnya, Faris tidak tahu apa motif mantan istrinya mengandung anak nya, Faris menjadi bingung sendiri.
Reza sedang mengurus masalah Om Herdi dan sedang di selidikinya, Faris memilih berdiam tidak ke perusahaan karena dia malas bertemu Om nya yang sangat jahat itu.
''Kenapa kamu bilang aku gak memuaskan sih, memangnya level kepuasan kamu tuh segimana dan kenapa kamu berbuat seperti ini, sampai dengan supirku pun kamu pernah bermain ranjang, padahal aku ikhlas mencintai kamu dan menerima kamu saat kamu sudah tidak virgin. ''
ucap Faris sambil melihat fotonya dan mendiang istrinya begitu bahagia sebelum Almira hadir di rahim istrinya.
.
__ADS_1
.
Bersambung......