
Nurma mengerutkan keningnya karena suaminya berbicara dengan asistennya dan Nurma membiarkannya.
Faris kembali duduk di samping Nurma dan tersenyum melihat istrinya seperti sedang memikirkan sesuatu.
''Kenapa Heummmm.....?? ''
tanya Faris dan Nurma menggelengkan kepalanya.
''Mas aku maunya pulang saja dan gak mau ikut ikutan dengan masalah kamu. ''
ucap Nurma dan Faris langsung menatap istrinya.
''Kamu takut bertemu mantan dan kembali jatuh hati lagi?? ''
tanya serius Faris dan Nurma melotot kan matanya.
''Tuduhannya sangat bagus dan aku tersanjung. ''
jawab ketus Nurma dan memalingkan wajahnya karena malas kalau harus di tatap muka oleh Faris.
''Ayah yang akan mengurus dan Bunda tinggal duduk saja menunggu dan gak akan lama juga. ''
ucap Faris dan Nurma hanya diam karena malas menjawabnya.
Pintu di ketuk dan ternyata sekretaris Faris yang masuk membawa pesanannya, Faris langsung meminta sekertarisnya keluar dan dia yang menata makanan juga minuman di meja hadapan Nurma.
''Ayah ke ruang meeting dulu Sayang, Bunda santai sambil minum dan makan cemilannya yaah, Ayah janji gak akan lama. ''
ucap Faris setelah mencium kening Nurma dan Nurma mengangguk.
Faris langsung menuju lantai dasar perusahaannya karena tamu yang di tunggu sudah datang dan Faris sudah sangat gatal ingin memberikan pelajaran.
Faris langsung masuk ke ruangan meeting setelah Reza membuka pintu ruangannya, ternyata benar tamu yang di tunggu sudah datang.
''Selamat siang dan maaf menunggu karena saya harus menemani istri saya dulu. ''
ungkap faris sambil duduk di kursi bersebrangan dengan tamunya.
''Maaf sebelumnya Tuan Faris, saya datang dengan menantu saya namanya Raditya. ''
ucap Tuan Noto saat Faris sudah duduk nyaman.
''Saya gak menanyakan siapa yang datang dengan anda, gak penting. ''
__ADS_1
ucap Faris dengan nada dinginnya dan membuat semua yang ada di dalam ruangan merasakan aura mencekam.
''Maaf karena menyinggung Tuan, saya mau menanyakan perihal perusahaan yang diakuisisi oleh Tuan, dari awal Tuan memasrahkan pada Saya. Tapi kenapa sekarang diakuisisi?? ''
tanya Tuan Noto dengan pelan dan hati hati.
Faris menghela nafasnya dan menatap Tuan Noto dengan sorot dingin lalu beralih menatap laki laki yang menghinanya dan menghina istrinya di acara resepsi pernikahan.
''Saya tidak memberikan hak atas perusahaan yang Anda kelola, kapanpun saya mau bisa di rebut karena hampir sembilan puluh persen adalah saham milik saya dan sekarang saya mengambil alih, kenapa anda bertanya alasan saya, silahkan tanya kepada anak dan menantu Anda apa kesalahan nya hingga menyinggung saya, walaupun saya bukan pemilik saham tapi tetap hargai setiap orang jangan menyepelekannya, saya permisi dan semua berkas akan di ambil alih oleh asisten saya. ''
jelas Faris dan langsung keluar dari ruangan tanpa mendengarkan panggilan dari Tuan Noto.
''Apa yang kamu lakukan dengan Aliya hingga membuat Tuan Faris marah?? ''
tanya Tuan Noto saat Faris keluar ruangan dan Reza hanya tersenyum kecut mendengar nya.
Reza menyiapkan dokumen pemindahan kuasa menjadi milik Faris dan resmi diakuisisi secara hukum tanpa bisa di gugat.
''Setelah hari ini tolong anda tinggalkan perusahaan dan saham sepuluh persen milik anda sudah di uang kan, ini surat pemindahannya dan saya permisi. ''
ucap Reza sambil memberikan berkas dan membuat Tuan Noto terbengong.
Reza keluar dari ruangan meeting dan menuju ruangannya karena banyak sekali pekerjaan yang menunggunya, Tuannya sedang di mabuk cinta dan menjadi sedikit pemalas sebagai dampaknya Reza lah yang mengerjakan pekerjaannya.
Tuan Noto saat ini terguncang karena dalam sekejab semua kemewahan nya telah sirna, bahkan panggilan dari menantunya tidak di dengarkannya.
Tuan Noto pergi dengan supir meninggal kan menantunya yang terpaku melihatnya.
''Ternyata suaminya Nurma memiliki kekuasaan yang mempuni dan membuat perusahaan Papa nya Alya langsung bangkrut. ''
gumam Raditya dan langsung masuk kedalam mobil untuk segera pulang karena dia memiliki pirasat yang buruk.
Tiba di kediaman Mertuanya, Raditya mendengar jeritan dari Mama mertuanya dan langsung segera masuk kedalam rumah, ternyata benar Mama mertuanya sedang menangis sambil terduduk di lantai.
''Dosa apa yang kita perbuat hingga dalam sekejab menjadi gembel. ''
teriak istrinya Tuan Noto dan Raditya hanya diam.
''Kumpulkan semua pekerja di rumah ini, kita harus memecat semuanya karena tidak sanggup membayarnya untuk kedepannya. ''
perintah Tuan Noto dan Raditya langsung mencari kepala pelayan untuk memerintah kan ucapan Papa mertuanya.
Tuan Noto terus terngiang dengan ucapan Faris yang mengatakan untuk menanyakan anak dan menantunya, tapi apa hubungannya??, Tuan Noto memijat keningnya dan pusing dengan semuanya.
__ADS_1
Semua pelayan berkumpul tanpa kecuali, Tuan Noto langsung mengungkapkan semua masalahnya dan meminta semua pekerja mengemasi barang dan keluar dari kediamannya, upah terakhir pelayannya langsung di transfer oleh Tuan Noto satu persatu.
Tidak ada bantahan dari semua pelayannya dan menerima keputusan sang Tuan, Sang istri masih menangis meraung raung karena tidak menerima semua kenyataannya.
''Sekarang Papa mau tanya pada kalian berdua, ada masalah apa kalian hingga menyinggung Tuan Faris?? kalian harus tahu bagaimana susahnya Papa meminta kucuran dana untuk menyelamatkan perusahaan dan langsung musnah karena perbuatan kalian. ''
ucap Tuan Noto dan Aliya mengerutkan keningnya sedangkan Raditya menunduk.
''Aliya bahkan gak kenal dengan Tuan Faris, melihatnya saja tidak pernah dan kenapa di hubungkan dengan aliya dan Mas Radit?? ''
jawab Aliya dan Tuan Noto menatap sang menantu.
''Jelaskan oleh kamu Radit, apa kamu mengenal Tuan Faris dan menyinggung nya?? Papa minta kejelasan kamu Radit. ''
ucap Tuan Noto dan membuat semua menatap Radit.
''Maafkan Radit sebelumnya Papa, saat hari minggu di acara pesta pernikahan teman lama Radit, Radit tidak sengaja mengejek nya dan lebih tepatnya menyinggungnya, tapi Radit tidak tahu siapa Tuan Faris sebelum nya dan yang Radit tahu dia adalah suaminya Nurmala. ''
jelas Raditya dan membuat semua melototkan matanya karena merasa kaget.
''Jadi laki laki dengan Nurmala seorang duda itu Tuan Faris, sungguh sangat beruntung hidup Nurmala. ''
celetuk Aliya dan membuat Radit menatapnya tajam.
''Sudah jangan bahas lagi, sekarang kemas barang kalian berdua dan sudah saat nya kalian hidup mandiri, maaf Papa sudah tidak sanggup kalau harus menanggung hidup kalian, Radit sudah menjadi kewajiban kamu menghidupi Aliya karena dia istri kamu, Papa pasrahkan hidup Aliya pada kamu dan maaf Papa tidak bisa membantu kalian. ''
ucap Tuan Noto dan membuat Aliya tersentak.
''Papa ko gitu sih, secara gak langsung Papa mengusir Aliya dong. ''
''Ini keputusan Papa karena saat ini Papa sudah tidak memiliki uang untuk menghidupi kalian, Papa akan kirim uang untuk modal awal kalian dan terserah mau di gunakan apa. ''
''Papa jangan gitu, Mas Radit kan gak punya kerjaan masa membebani Aliya padanya. ''
''Cukup Aliya, itu sudah kewajiban suami kamu menghidupi kamu, silahkan kalian hidup dengan layak karena semua ini terjadi karena perbuatan kalian, jangan ganggu Papa. ''
jelas Tuan Noto dan langsung menunu ruang kerjanya karena pusing dengan masalahnya.
.
.
Bersambung......
__ADS_1