
Tiba di kediaman mertuanya Faris langsung mengambil alih Almira dalam dekapan Nurmala karena Nurmala akan sulit untuk turun dari mobil dan di bantu oleh Ibunya.
Ayahnya Nurmala membawa tas berisi pakaian Faris dan membawanya masuk kedalam rumah.
''Lelahnya..... Ibu istirahat dulu yaah Nurma, kamu urus suami kamu dia pasti belum tahu tentang rumah ini. ''
ucap Ibunya Nurmala saat masuk kedalam rumah.
''Sini Ayah Tas nya biar Nurma yang bawa, Ayah lebih baik istirahat juga kaya ibu. ''
ucap Nurmala sambil mengambil alih tas di tangan ayahnya.
''Yasudah deh, Ayah istirahat dulu yaa.... ''
jawab ayahnya nurlama lalu masuk kedalam kamarnya.
Nurmala kedalam kamarnya dan ternyata Faris duduk di kursi belajar Nurmala sambil memainkan handphone nya.
''Tuan mau ganti pakaian, ini tas nya sudah di bawa. ''
ucap Nurmala saat masuk kedala kamarnya dan membuat Faris tersentak dengan panggilan istrinya.
''Ya ampun Nurma..... saya suami kamu bukan Tuan kamu, panggil Mas atau Ayah seperti Almira. ''
protes Faris dan Nurmala mengangguk.
''Maaf belum terbiasa soalnya. ''
elak Nurmala dan Faris menghela nafasnya tanpa menjawab ucapan Nurmala.
Faris mengambil tas di tangan Nurmala dan mengambil satu stell pakaiannya, lalu keluar dari kamar Nurmala menuju kamar mandi sambil membawa peralatan mandi yang di bawanya.
Nurmala langsung duduk di depan kaca meja rias dan melepaskan satu persatu hiasan di kepalanya lalu akan di berikan kembali ke perias karena aksesorisnya milik salon.
Nurmala juga melepaskan pakaian pengantinnya dan menggantinya dengan daster rumahannya, dia akan mandi setelah Faris selesai mandi.
''Gini yaa punya suami rasanya dan terasa canggung sekali siih. ''
gumam Nurmala dalam hatinya sambil merapihkan pakaian pengantinnya.
Tak lama menunggu akhirnya Faris masuk kedalam kamar dengan menggunakan pakaian santainya, Nurmala langsung pamit untuk membersihkan tubuhnya dan Faris hanya mengangguk.
Faris menatap wajah putrinya yang sudah bersih bahkan pakaian nya sudah berganti, Faris langsung merebahkan tubuhnya di samping putri nya.
__ADS_1
Faris sebenarnya sangat lelah karena dia masih di pusingkan masalah Om nya karena banyak orang yang terlibat ternyata, Reza sampai meminta bantuan sahabatnya untuk membantu Faris menangani masalahnya.
Faris sengaja libur dulu hingga besok dan lusa dia akan kembali mengurus kekacauan perusahaannya, jaringan kejahatan Om nya begitu penuh dan untungnya saham Faris di perusahaan nya full milik pribadi.
Faris yang lelah tubuh dan fikiran pun langsung terlelap sambil memeluk putrinya, Nurmala masuk kedalam kamar mandi dalam keadaan segar dan pakaian pengantin milik Faris ada di tangannya.
Nurmala menatap Faris dan Almira yang sedang terlelap, setelah merapihkan pakaiannya Nurmala memasukan kesebuah tas kain lalu akan membawanya ke laundry untuk di cuci.
Nurmala memilih tiduran di kursi ruangan tengah rumahnya sambil memainkan handphone nya, dia sedang bertukar pesan dengan sahabatnya yang akan datang ke acara pernikahan teman satu geng nya.
''Cuma beda tiga hari dan temanku menikah, Mas Faris kasih ijin gak yaa aku pengen datang. ''
gumam Nurmala saat melihat undangan elektronik di handphone nya.
Nurmala ke dapur untuk menanak nasi namun urusan memasak Nurmala tidak menguasainya dan bingung harus bagaimana, kalau beli masakan waktu sudah sore pasti sudah tidak ada yang menjual makanan rumahan.
Nurmala langsung memesan online beberapa menu makanan, Nurmala memesan dalam porsi banyak karena ada Faris juga yang ikut bergabung makan.
Nurmala menunggu di teras depan pesanan makanannya dan beberapa menit menunggu akhirnya ada tiga driver yang mengantarkan makanan karena Nurmala memesan di tiga toko berbeda.
Setelah mengurus pembayarannya, Nurmala kembali masuk kedalam rumah untuk menyajikan makanannya, Nurmala memang merasa sangat sedih karena dia tidak bisa memasak, dia masih trauma dengan dapur dan Ibunya akan sangat marah kalau Nurmala menginjakan kaki di dapur.
Saat asik dengan menyiapkan makanannya ternyata Faris menghampiri dan langsung duduk di kursi meja makan membuat Nurmala terlonjak kaget.
ucap Nurmala dan membuat Faris tersenyum dengan panggilan yang di ucapkan Nurmala.
''Minta kopi hitam boleh tanpa gula yaa.... ''
jawab Faris dan Nurmala mengangguk.
''Kamu memasak sebanyak ini?? ''
ucap Faris kembali saat melihat banyak makanan tersedia di meja makan.
''Bukan.... itu semua aku beli Mas, aku gak bisa masak karena trauma sama kejadian dulu. ''
jawab Nurmala sambil menuangkan air yang sudah mendidih ke dalam cangkir.
''Bagus laah, lagian di rumah ada koki yang mengurus dapur, tugas kamu hanya mengurus kebutuhan suami dan anak kamu, selebihnya silahkan hura hura mau belanja mau kemanapun dan apapun itu gimana kamu semuanya. ''
ucap Faris dan Nurmala menghembuskan nafasnya.
''Tapi sayang nya aku gak suka hura hura, mending di rumah ajah tidur. ''
__ADS_1
jawab Nurmala sambil menyajikan kopi di depan Faris.
''Nah itu lebih bagus jadi uang kamu awet, tahun ini Almira mulai sekolah dan tugas kamu memilihkan sekolah terbaik untuk dia, biar nanti kamu ada kegiatan antar jemput Almira. ''
''Iyaa.....pokonya semua demi Almira. ''
''Kamu punya trauma apa Nurma?? ko sampe ga bisa masak?? ''
''Dulu saat kecil hampir membuat kebakaran dapur dan sejak saat itu ibu melarang aku ke dapur karena takut terjadi sesuatu ke aku, sampai sekarang aku gak bisa masak, cuma bikin mie, telor dadar sama masak air dan masak nasi juga pake penanak nasi. ''
''Yasudah gak apa apa lagian gak masalah untuk saya juga, kamu akan saya ratu kan dan nanti kamu menjadi nyonya besar Pramudya. ''
''Pokonya aku mau hidup semau aku gak may di kekang yaa. ''
''Iyaa bagaimana nyaman nya kamu. ''
jawab Faris dan Nurmala tidak menjawab karena sibuk menyiapkan makan malam nya.
.
.
Hari pertama menjadi istri bagi Nurmala biasa saja karena Faris tidak banyak menuntut, hanya saja Nurmala harus berbagi tempat tidur karena Faris satu kamar dengannya dan Almira menjadi penghalang nya.
Pagi pagi sekali Nurmala sudah membantu Ibunga di dapur sesuai permintaan sang ibu, Faris masih tidur karena semalam dia tidur larut menemani ayah menonton bola.
''Semalam Ayah sama suami kamu sampai jam berapa nonton nya?? ''
ucap Sang Ibu saat Nurmala sibuk memotong sayuran.
''jam sebelas masuk kamar tapi Mas Faris tidurnya mendekati subuh, kayanya dia gak nyaman sama kamar nya karena sempit. ''
jawab Nurmala dan Ibunya mengiyakannya.
''Yaudah biarin kan dia besok kembali ke kota, lagian Ibu minta Almira tidur di kamar Ibu malah gak boleh sama kamu. ''
ucap Sang Ibu saat semalam Nurmala menolak saat Almira akan di bawa di kamar ibunya untuk tidur.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......