Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#33 Masa lalu


__ADS_3

Tubuh Nurma pagi ini sakit semua karena sepanjang malam suaminya terus membawanya terbang ke nirwana, Nurma menikmatinya namun balasannya setelah bangun dari tidurnya tubuhnya langsung sakit semua.


Nurma selesai memandikan Almira dan membuat Almira pagi ini cantik dengan rambut yang di hias oleh Nurma.


''Kamu duluan ke lantai bawah sayang, ada kakek dan nenek soalnya. Bunda mau bangunin ayah dulu takut kesiangan. ''


ucap Nurma saat Almira selesai di rapihkan rambutnya.


''Siap Bunda..... ''


jawab Almira sambil mencium pipi Nurma dan keluar dari kamarnya.


Almira langsung turun ke lantai satu menghampiri nenek dan kakeknya, sedangkan Nurma setelah merapihkan ranjang Almira langsung menuju kamarnya karena suaminya masih tertidur pulas.


''Lihat wajahnya sangat damai sekali setelah menyiksaku semalaman. ''


gumam Nurma saat membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya tidur pulas padahal hari sudah siang.


Nurma membuka gorden dan jendela kamarnya, Nurma juga menonaktifkan AC nya karena udara alami sangat bagus saat ini.


Faris mengerjapkan matanya saat merasakan silau pada matanya, Faris tersenyum saat mengingat semalaman penuh dia membuat Nurma mengerang dan Faris pun sangat full energi saat ini.


Faris tersenyum melihat Istrinya saat ini sedang menatapnya dengan tatapan kesal.


''Bangun dan mandi Mas karena aku sudah siapkah airnya. ''


titah Nurma dan Faris Menganggukkan kepalanya.


Dengan tidak tahu malunya Faris beranjak dengan tubuh tanpa sehelai benang pun dan membuat Nurma langsung bersemu lalu memalingakan wajahnya.


''Ingat Bunn..... ini bukan sekali kamu melihatnya. ''


ucap Faris dan membuat Nurma semakin kesall.


''Mesuummmm.... ''


ucap Nurma dan berhasil membuat Faris tertawa sambil bersiul masuk kedalam kamar mandi.


Nurma langsung merapihkan ranjangnya dan menyiapkan pakaian santai untuk Faris karena Faris hari ini tidak akan ke kantor dan memilih menemani keluarganya di rumah karena siang nanti kedua orang tuanya Nurma akan kembali ke desa.


Nurma duduk di sisi ranjang sambil menunggu suaminya selesai dengan acara mandinya, Nurma sedang memikirkan permintaan Faris yang kesekian kalinya meminta panggilannya di ganti sepertinya, namun Nurma masih sangat canggung dengan panggilan seakrab itu.


Satu kecupan di pipi Nurma membuayarkan lamunannya dan Faris pelaku nya, Faris kembali tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya.


''Kenapa melamun sayang?? ada yang mengganjalkah di hati kamu?? ''


tanya Faris dan Nurma menggelengkan kepalanya.


Nurma memberikan satu persatu pakaian yang di kenakan oleh Faris, dia hanya diam dan tidak banyak berbicara dan membuat Faris bertanya tanya.

__ADS_1


''Apa karena permintaan Ayah semalam?? '' tanya Faris dan Nurma mengangguk. ''Jangan di pikirkan permintaan Ayah dan semua bagaimana kamu nyaman saja memanggil Ayah, jangan risau sayang. '' lanjut faris dan Nurma langsung terdiam.


''Bagi aku masih canggung Mas dan akan aku usahakan yaa dan beri waktu. ''


ucap Nurma dan Faris mengangguk lalu mencium kening Nurma penuh sayang.


''Sudah jangan banyak melamun dan memikirkan hal sepele, kita lebih baik sarapan sekarang. ''


ucap Faris sambil menggenggam tangan Nurma dan membawanya menuju ruang makan karena sudah di pastikan kedua mertua dan putrinya sedang menuggu.


Ternyata benar kedua mertuanya sudah menunggu dan juga putrinya, Faris mengucap salam dan langsung duduk di samping Nurma yang duduk pertama.


Nurma dengan telaten menyiapkan makanan untuk Faris terlebih dahulu dan barulah untuk Almira, setelah melayani anak dan suaminya barulah Nurma menyiapkan makanan untuknya.


''Bunda.... nenek sama kakek pulang nanti sore, memangnya gak tinggal sama kita ajah. ''


tanya Almira dan Nurma menatap kedua orang tuanya.


''Dengarkan Bunda yaah sayang, Kakek kan seorang guru di sekolah dan kalau Kakek tinggal bersama kita kasihan anak didiknya gak ada yang mengajar, nanti kita main ke rumah kakek dan nenek yaah. ''


jawab Nurma dan Almira menggangguk.


''Anak kamu dari tadi meminta kami tinggal, tapi kan gak akan bisa karena salah satu Ayah mengajar dan Ibu sudah nyaman dengan rumah nya. ''


ucap Ayahnya Nurma dan Nurma mengangguk.


''Mungkin sepi kalau kalian pulang. ''


''Minta adik ke Bunda sama Ayah kamu, jadi kamu ada teman nantinya sayang. ''


ucap Ibunya Nurma dan membuat Faris tersenyum sedangkan Nurma mendelik sebal.


''Sudah jangan mengobrol karena kita sedang makan dan bukan berdiskusi. ''


ucap Nurma dan langsung kembali memakan makanannya.


Setelah selesai sarapan nya Faris mengajak Nurma pergi dan menitipkan Almira pada kedua mertuanya, kedua mertuanya tidak masalah dan akan mengajak Almira jalan jalan di kota.


''Mas.... kita mau kemana memangnya?? ''


tanya Nurma saat mobil meninggalkan halaman rumah mewah milik Faris.


''Kemarin kita menunda pertunjukan dan hari ini kita akan melihat nya. ''


jawab Faris dan Nurma hanya menghembuskan nafasnya.


''Aku gak mau ikutan Mas dan kamu saja sendiri. ''


tolak Nurma karena memang malas kalau harus bertemu dengan masa lalu yang menoreh kan banyak luka.

__ADS_1


''Oke kalau gitu dan nanti kamu tunggu di ruangan kerja Ayah saja yaa. ''


ucap Faris dan Nurma mengangguk setuju.


Perjalanan dua puluh menit akhirnya sampai di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi dan begitu megah, Faris tidak membiarkan supir membuka pintu untuknya karena dia akan keluar duluan dan membuka pintu untuk istrinya.


''Ayo Sayang kita masuk kedalam. ''


ucap Faris yang mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Nurma.


''Aku malu Mas kalau ikut masuk, kamu saja yaa dan aku pulang sama supir. ''


ucap Nurma yang merasa canggung dengan keadaannya.


''Ikut Ayah atau Ayah cium sekarang disini. ''


ancam Faris dan berhasil membuat Nurma setuju masuk kedalam gedung.


Faris merangkul pinggang Nurma dan membawanya masuk, semua yang berpapasan mengangguk hormat pada Faris namun Faris acuh dan tetap fokus dengan istrinya.


Saat Faris akan menuju lift seseorang menghampirinya dan berhasil membuat Nurma melototkan matanya karena mengetahui siapa pria paruh baya yang ada di hadapannya.


''Tuan.....saya ingin berbicara. ''


ucap laki laki itu dan Faris hanya melirik.


''Asisten saya akan mengurus semuanya dan permisi karena saya sedang sibuk. ''


jawab Faris dan langsung meninggalkan lobi utama lalu masuk kedalam lift.


Nurma hanya diam dan tidak berniat membuka suaranya karena dia masih syok dengan apa yang terjadi barusan di depan matanya.


''Sayang.... kamu kenapa?? ''


tanya Faris saat keluar dari lift.


''Gak apa apa Mas. ''


jawab Nurma singkat dan Faris langsung membawa Nurma menuju ruangannya.


Faris meminta sekertarisnya menyiapkan minuman dan makanan untuk istrinya, lalu meminta asistennya masuk kedalam ruangan.


Tidak lama menunggu asistennya masuk dan mengangguk hormat pada Faris dan juga Nurma.


''Urus dulu penjilat di bawah dan ulur sebentar menunggu kedatangan putra nya. ''


titah Faris dan asistennya langsung mematuhinya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2