
Semua langsung menatap ke arah Nurmala dan Nurmala menghela nafasnya, dia sebenarnya masih trauma dengan pernikahan dan dia sama sekali tidak berfikir jauh sampai pernikahan.
''Nurma terserah Bapak saja dan Nurma tidak mau ada pesta raya, itu saja permintaan dari Nurma. ''
ucap Nurmala dan membuat Ayahnya menatap sendu pada putrinya.
''Ternyata trauma kamu masih tersimpan Sayang, maaf karena Ayah tidak bisa menolong kamu. ''
gumam Ayah Nurmala dalam hatinya sambil terdiam dan istrinya langsung menggenggam tangan sang suami memberi isyarat jangan sampai di curigai.
''Kenapa gak mau pesta raya, saya sanggup melangsungkan pesta besar sekalipun?? ''
ucap Faris dan Nurma menggelengkan kepalanya.
''Maaf saya ga bisa. ''
jawab Nurmala dan Faris mengangguk setuju.
''Baiklah bagaimana kalau minggu depan kita adakan akad nikah nya, di kantor KUA saja biar lebih simple dan gak terlalu mencolok juga. ''
ucap ayah Nurmala dan Faris langsung setuju.
''Saya minta siapkan berkas milik Nurma nya Pak, nanti asisten saya yang urus semuanya, Bapak dan Ibu terima beres saja. ''
ucap Faris dan Ayahnya Nurma mengangguk.
''Ayo silahkan di minum dulu Nak Faris, Nak Reza biar lebih santai. ''
ucap Ibunya Nurmala dan Faris juga Reza langsung mengangguk lalu meminum minumannya.
Almira ternyata tertidur karena Nurmala mengusap rambut nya, karena saat ini Almira menjadikan paha Nurma sebagai bantal.
''Almira nya pindahkan ke kamar biar nyaman. ''
ucap Sang Ayah dan Nurmala mengangguk.
''Biar saya yang gendong Almiranya, kamu tunjukan saja dimana saya merebahkan Almira. ''
ucap Faris dan Nurmala mengangguk.
Faris langsung menggendong Almira dan mengikuti Nurmala yang berjalan menuju pintu, Nurmala langsung membuka pintunya dan Faris langsung masuk sambil menggendong Almira.
__ADS_1
Nurmala langsung menyiapkan piyama tidur Almira dan akan menggantinya, setelah merebahkan Almira di atas kasur, Faris langsung berdiri menatap Nurma yang sedang menyiapkan pakaian untuk putri nya.
''Setelah selesai dengan Almira, saya ingin berbicara berdua dengan Kamu Nurma. ''
ucap Faris dan Nurmala mengiyakannya.
Setelah Faris keluar dari kamarnya, Nurmala langsung mengganti pakaian Almira agar lebih nyaman, Nurmala juga membersihkan wajah Almira dengan tissu basah khusus bayi yang ada di dalam tas keperluan Almira.
Setelah selesai Nurmala langsung keluar kamar dan menghampiri Faris yang menunggunya di luar rumah, Reza sedang mempersiapkan berkas berkas pernikahan dengan kedua orang tuanya Nurmala.
''Mau membicarakan apa dengan saya?? ''
ucap Nurmala sambil duduk di samping Faris.
''Terimakasih sudah menerima lamaran saya dan bersedia menjadi istri untuk saya dan Bunda untuk Almira, kiat jalani pernikahan ini Nurma dan saya mau kamu jangan canggung nantinya kepada saya, untuk pekerjaan kamu sebagai suster, bukan saya egois tapi bisa kah?? kamu tetap di rumah menjadi istri seutuhnya, mengurus saya sebagai suami dan Almira sebagai anak kamu, bisa kan kamu mengundurkan diri dari pekerjaan kamu?? dan fokus dengan rumah tangga kita nantinya, saya akan memenuhi semua kebutuhan kamu dan saya akan membawa kamu ke rumah dimana nanti kita tinggal. ''
ucap Faris dan membuat Nurma terdiam karena dia belum memikirkan semua yang di ucapkan Faris padanya.
''Berikan saya waktu dan Almira juga kan belum sekolah, mengundurkan diri dari rumah sakit tidak mudah dan satu bulan prosesnya, besok saya akan ajukan surat pengunduran dirinya. ''
ucap Nurmala dan Faris menyetujuinya.
''Yasudah kalau memang itu mau kamu, saya akan mengabulkannya tapi jangan lama lama meminta waktunya yaa, saya juga gak bisa jauh dari Almira karena sedari bayi Almira saya yang merawat. ''
''Oke deel yaa, ini kartu buat kamu gunakan untuk membeli kebutuhan pernikahan kita, saya ingin Ibu sama Bapak juga memakai pakaian ibu pengantin, saya menurut semua pilihan kamu Nurma, jangan lupa gaun pengantin kecil untuk Almira juga. ''
ucap Faris sambil menyodorkan sebuah black card tanpa limit kepada Nurma dan Nurma menerimanya.
Faris langsung mengajak Nurmala untuk masuk karena dia juga akan pamit pulang kembali ke hotel, tubuh Faris pun sudah lelah dan ingin istirahat.
''Sudah berkasnya Zaa... ?? ''
ucap Faris saat duduk di samping Asisten nya.
''Sudah Tuan dan besok saya akan daftarkan ke kantor KUA nya. ''
jawab Reza sambil merapihkan berkas milik Nurmala dan menyimpannya kedalam map di satukan dengan berkas milik Faris.
''Kami pamit pulang Pak dan bapak juga Ibu gak usah repot yaa, kalian terima hasil saja. ''
ucap Faris sambil berdiri di ikuti Reza.
__ADS_1
''Kalian menginap disini saja, ini sudah malam loh kalau pulang ke kota. ''
ucap Ayahnya Nurmala yang menatap jam di dindingnya menunjukan pukul sebelas malam.
''Kami menyewa hotel di pinggiran jalan besar ujung jalan desa ini Pak, kebetulan saya ada pekerjaan di desa ini juga. ''
ucap Faris dan Ayahnya Nurmala lega mendengarnya.
''Kalian hati hati yaa, jalan desa ini aman sampai ke jalan raya besar kalau malam. ''
ucap Ayahnya Nurmala dan Faris tersenyum.
Ayahnya Nurmala langsung mengantarkan Faris ke depan rumah, sedangkan Nurmala dan istrinya memilih duduk di kursi untuk mebahas pernikahan Nurmala.
''Tuan Faris memberikan Kartu untuk di gunakan nanti pembayaran kebutuhan pernikahan, besok antarkan Nurmala ke butik yaa Buu, kita pesan baju pengantin untuk Nurma dan Tuan Faris, Tuan Faris juga meminta Ibu dan Ayah memakai pakaian ibu pengganti juga, gaun pengantin kecil untuk Almira juga. ''
ucap Nurmala dan Ibunya langsung terdiam.
''Kamu masih trauma dengan masa lalu itu?? kenapa gak mau pesta raya Sayang?? ''
ucap Ibunya Nurmala dan Nurmala hanya diam.
''Nurma masih takut Buu, takut saat waktunya menikah calonnya malah pergi dan memilih wanita lain, Nurma yakin Tuan Faris gak akan begitu tapi tetap saja ketakutan Nurma masih sangat banyak, Nurma mohon mengerti Buu. ''
jawab Nurmala dan Ibu nya hanya menghela nafasnya.
''Ayah sebenarnya ga setuju dengan permintaan kamu Nurma, tapi Ayah juga gak bisa memaksa kamu karena sebuah trauma akan sangat sulit di kendalikan. ''
ucap sang Ayah yang ikut berbicara saat memasuki rumah setelah mengantarkan Faris keluar dari pintu.
''Pokonya Nurma maunya sesederhana pernikahan biasa saja Ayah, lagian pernikahan Nurma juga bukan atas dasar saling mencintai dan lebih tepatnya mengikat agar Nurma juga Almira bisa di bawa oleh Tuan Faris. ''
ucap Nurma dan kedua orang tuanya pun mengiyakannya karena memang kenyataannya seperti itu.
''Terus pekerjaan kamu bagaimana di rumah sakit, gak mungkin kamu tetap bekerja dan tinggal di rumah ini, sedangkan Faris bekerja di kota dan pastinya ingin membawa kamu juga Almira untuk tinggal bersamanya kan. ''
ucap Ibunya Nurmala dan Nurmala masih bingung harus bagaimana.
.
.
__ADS_1
Bersambung......