Impian Pernikahan Ku

Impian Pernikahan Ku
#36 jujur nya Nurma


__ADS_3

Setelah mobil yang membawa kedua orang tuanya keluar dari gerbang, Nurma langsung masuk kedalam rumah kembali dan menuju kamar Almira.


Nurma merapihkan letak bantalnya karena suaminya begitu asal merebahkan kepala Almira, setelahnya Nurma membuka jendela dan langsung keluar dari kamar Almira.


Nurma memilih ke kamar dan merebahkan tubuhnya karena dia sangat lelah saat ini, Faris sedang di ruang kerjanya dan itu tidak masalah untuk Nurma.


Tak butuh waktu lama Nurma akhirnya tertidur pulas, dengan keadaan kamar yang sejuk karena angin yang berasal dari jendela yang sengaja terbuka lebar.


.


.


Di ruang kerja Faris saat ini.....


Faris sedang menerima laporan dari asistennya tentang semua yang terjadi saat di kembali ke rumah, Faris langsung tersenyum senang dan meminta Reza melanjutkan pekerjaannya di kantor.


''Besok siapkan berkasnya dan kita sama sama datang ke perusahaan, lebih baik gabungkan saja biar semua terkonsep dengan benar. ''


ucap Faris di akhir panggilannya lalu menyimpan handphone nya.


Faris saat ini merasakan kelengkapan hidupnya, semenjak ada Nurma dia merasakan memiliki istri seutuhnya yang tidak di dapatkan saat dengan mendiang istri nya terdahulu.


Satu jam berada di ruangan kerjanya, Faris langsung merapihkan berkas dan segera keluar dari ruangan untuk melihat istrinya sedang apa.


Saat membuka pintu kamar nya ternyata istrinya tertidur dengan pakaian yang sama, Faris mendekat dan menatap wajah damai Nurma yang tertidur tidur, entah apa mimpi Nurma karena wajahnya begitu damai dan terlihat berseri.


Faris langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya karena waktu pun sudah menuju petang, Faris sengaja tidak membangunkan Nurma karena Faris tahu kalau istrinya pasti sangat lelah karena semalam dia tidur sangat larut malah menuju dini hari.


Di kamar Almira saat ini, Almira membuka matanya dan langsung duduk untuk memulihkan kesadarannya, Almira turun dari ranjang dan menuju kamar orang tuanya.


Almira langsung masuk setelah pintu kamar di buka dan setelah menutup nya Almira langsung menuju ranjang lalu merebahkan tubuhnya di samping Nurma yang sedang terlelap.


Faris tersentak kaget saat melihat Almira sudah tertidur di samping istrinya dan Faris langsung membawa pakaiannya lalu kembali masuk kedalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya.


Almira langsung duduk setelah pintu kamar mandi tertutup kembali dan tak lama pintu terbuka, Ayahnya keluar dan tersenyum kepadanya.


''Kapan kamu masuk nya sayang?? Ayah sampai gak menyadarinya. ''


tanya Faris sambil menyisir rambutnya.


''Pas Ayah lagi di kamar mandi, Bunda nya tidur ya Ayah?? ''


ucap Nurma dan Faris mengangguk lalu duduk di samping putrinya.


''Kenapa memangnya?? ''


tanya Faris sambil merapihkan rambut putrinya.


''Mau mandi tapi sama Bunda. ''


jawab Almira dan Faris tersenyum.

__ADS_1


''Mandi sama suster yaa sayang, kasihan Bunda kalau di bangunkan. ''


ucap Faris dan Almira mengangguk setuju setelah melihat Nurma tertidur pulas.


Faris langsung menggendong Almira dan membawanya menuju kamarnya, lalu meminta suster untuk memandikan Almira.


Faris kembali ke kamar nya untuk membangunkan istrinya karena hari sudah mulai menuju gelap, istrinya belum membersihkan tubuhnya dan sebentar lagi waktunya makan malam.


''Bangun sayang..... udah mau malam loh. ''


ucap Faris sambil mengusap pipi Nurma dan Nurma langsung membuka matanya.


''Ayo bangun lihat sudah mau gelap dan Bunda belum mandi, sebentar lagi jadwal makan malam. ''


ucap Faris kembali dengan senyumnya sambil menggenggam tangan Nurma.


''Almira sudah bangun belum Mas?? ''


tanya Nurma sambil duduk di bantu Faris.


''Sudah dan sedang di mandikan sama susternya, ayo Bunda mandi dulu atau mau Ayah mandikan. ''


ucap Faris dan Nurma hanya mendelik lalu berjalan menuju kamar mandi.


Faris hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya, Nurma sangat mengemaskan kalau sedang marah.


Faris merapihkan ranjang nya dan pintu kamar terbuka ternyata putrinya masuk, lalu Faris meninta putrinya duduk di sofa.


''Bunda mana?? ''


''Bundanya lagi mandi, kenapa nanya Bunda?? ada yang di inginkan sama kamu memangnya?? ''


ucap Faris yang duduk di samping putrinya.


''Gak ada cuma nanyain ajah dan tadi kan Bunda masih tidur sekarang gak ada. ''


jawab Almira dan Faris tersenyum sambil mengusap pipi putrinya yang terlihat cantik.


''Ayah kapan Almira mulai sekolah nya?? ''


''Nanti tanya Bunda kan nanti Bunda yang mengurusnya, sabar yaa. ''


''Iya sabar ko Ayah, Almira sudah sangat lama pengen sekolah. ''


''Kan akan terwujud nanti Bunda yang mewujudkannya dan ayah hanya mendukung saja. ''


''Oke Ayah. ''


jawab Almira riang dan Faris langsung mengacak rambut putrinya.


Pintu kamar mandi terbuka dan Nurma lah yang keluar dengan handuk yang membalut tubuhnya, Nurma hanya tersenyum pada putrinya dan mengambil pakaian yang akan di kenakannya.

__ADS_1


Almira menyusul Nurma masuk kedalm kamar mandi dan Faris hanya menggelengkan kepalanya melihat putrinya begitu lengket dengan sang istri.


''Bunda..... kapan aku sekolah?? ''


tanya Almira saat masuk kedalan kamar mandi.


''Besok kita searching sekolah yang bagus dan berkualitas yaa sayang, hari ini sudah malam soalnya dan nanti Bunda akan pilihkan sekolah sesuai dengan yang kamu mau. ''


jawab Nurma dan Almira mengangguk tersenyum.


''Bunda nanti yang antar jemput aku sekolah kan?? ''


tanya Almira kembali dan Nurma hanya mengangguk.


''Ayo kita keluar sekarang, Bunda sudah selesai pakai bajunya. ''


ajak Nurma dan Almira mengangguk sambil menggenggam tangannya Nurma.


Nurma duduk di depan meja rias dan memakai pelembabnya lalu menyisir rambutnya dan mengikatnya asal, Almira terus memperhatikan gerakan Nurma dan membuat Faris lagi lagi menggelengkan kepalanya dengan tingkah putrinya yang sangat menempel pada sang istri.


''Bunda. ....besok mulai belajar menyetir yaa, Reza sudah daftarkan di kursus mengemudi. ''


ucap Faris dan Nurma langsung nendesah kesal.


Nurma sebenarnya bisa menyetir mobil malah sudah memiliki SIM tapi dia malas menyetir setelah keluarganya berjungkir bangkrut. .


''Mas bisa gak aku gak mengemudikan mobil sendiri?? pakai jasa supir saja. ''


ucap Nurma dan Faris menggelengkan kepalanya.


''Walaupun ada supir tapi Bunda harus bisa mengemudikan mobil dong Sayang, kan kita gak tau kalau tiba tiba supir berhalangan hadir dan Bunda harus antar almira segera, kalau gak bisa mengemudikan mobil kan jadi susah juga, kita ambil positifnya saja Bunda yaa. ''


jelas Faris dan Nurma mengiyakannya.


''Sebenarnya ada yang belum aku kasih tau sama kamu Mas. ''


dengan ragu Nurma mulai memberitahukan kebenaran nya.


''Apa yang belum Bunda kasih tau?? jangan buat penasaran. ''


ucap Faris sambil menatap lamat wajah Nurma.


''Aku sudah bisa mengemudikan mobil dan sudah punya SIM juga. ''


jujur Nurma dan Faris langsung tersenyum.


''Bagus dong kalau sudah memiliki SIM, tinggal pilih sama Bunda mau mobil yang mana yang di kemudikan Bunda nantinya, ayo kita makan malam dulu perut ayah sudah sangat lapar. ''


ucap Faris dan langsung mengajak anak juga istrinya menuju meja makan.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2