
Pagi menjelang......
Tak terasa hari sudah pagi dan Nurmala pun sudah menunggu Ayahnya menjemput, Nurmala sibuk dengan handphone nya membahas pertemuan dengan teman teman masa sekolah keperawatan dan ternyata akan di adakan reuni sore nanti.
''Dadakan sekali acaranya, tapi hari ini kan libur dan besok aku kerja siang, aman lah bisa ikut kan aku kangen sama teman teman juga. ''
gumam Nurmala dalam hatinya sambil tersenyum senang membalas chat di grup sosmed nya.
Ternyata Ayahnya sudah datang dan Nurmala langsung menghampiri sambil mencium tangan sang Ayah, Nurmala duduk nyaman di kursi belakang dan Ayahnya fokus mengemudikan motornya.
''Almira semalam gak rewel kan Ayah?? ''
ucap Nurmala dan Ayahnya menggelengkan kepalanya.
''Almira benar benar anak yang dewasa, setelah kamu pergi semalam dia langsung tidur dan bangun saat ayah mau berangkat jemput kamu, dia sampai berpesan '' hati hati di jalan nya kakek dan jangan kencang kencang jalananin motornya'' anak itu mirip kamu sewaktu kecil dulu. ''
jelas sang Ayah dan Nurmala hanya tersenyum.
''Almira memang dewasa sebelum nya, ucapannya juga gak kaya anak kecil dan dia bisa membedakan apapun yang ada di hadapannya, padahal usia nya tahun ini baru mau 5 tahun. ''
ucap Nurmala dengan nada yang sedih mengingat Almira yang kurang kasih sayang dari Ibu kandungnya.
''Kita harus membuat masa kanak kanak Almira hidup lagi karena gak wajar anak sekecil Almira terlalu mandiri begitu, gak tega Ayah melihatnya. ''
ucap Sang Ayah dan Nurmala hanya mengiyakannya.
Tak terasa motor yang di gunakann ayahnya sudah sampai di halaman rumah, seperti biasa Ayahnya langsung menuju sekolah untuk mengajar.
Nurmala masuk kedalam rumah dan mengucapkan salamnya, Ibunya dan Almira pun menjawab salam Nurmala.
''Ayo sarapan langsung, lihat Almira sudah mau makan sendiri sekarang. ''
ucap Sang Ibu dan Nurmala tersenyum.
''Almira kan memang anak yang pintar, Tante bangga sama Almira. ''
ucap Nurmala sambil mengusap pipi Almira dan mencium puncak kepalanya.
Ibunya Nurmala menyiapkan makanan di piring putri nya karena Nurmala memang akan memilih makanan kalau dia yang menyiapkannya sendiri.
''Buu.... hari ini Nurma kan libur dan besok masuk siang kerjanya, Nurma mau ijin ikut reuni nanti sore sama teman akper seperjuangan dulu, gak akan jauh kok hanya di cafe dekat di jalan raya. ''
__ADS_1
ucap Nurmala dan Ibunya mengijinkannya.
''Asal jangan pulang larut saja dan jaga diri baik baik kamunya. ''
jawab Sang ibu dan Nurmala mengacungka jempolnya.
''Almira boleh ikut ke acaranya Bunda kan?? ''
ucap Almira tiba tiba dan membuat Nurmala tersenyum.
''Boleh sekali sayang, kamu memang mau Tante bawa kok sekalian jalan jalan karena di rumah terus kan bosan. ''
ucap Nurmala dan membuat Almira bersorak senang.
''Kamu harus ikut sayang, biar Bundanya ada yang jagain kan. ''
ucap Ibunya Nurmala dan membuat Almira mengacungkan jempolnya.
''Nurma langsung tidur yaa Buu, biar nanti siang langsung siap siap dan wajah lebih fresh. ''
ucap Nurmala dan ibunya mengiyakannya.
Setelah selesai makan nya, Nurmala langsung menuntun Almira menuju kamarnya, karena Almira juga sudah di mandikan oleh Ibunya.
''Kenapa sayang?? ko lihatin Tante terus siih. ''
ucap Nurmala saat Almira menatap ke arahnya.
''Bunda.....memangnya gak apa apa kalau nanti Almira ikut Bunda?? Almira janji gak akan nakal. ''
ucap Almira dan membuat Nurmala langsung tersenyum.
''Kamu itu menggemaskan sekali, sudah kita tidur biar nanti fresh wajahnya yaa. ''
jawab Nurmala sambil membawa Almira kedalam dekapannya.
Almira langsung memeluk Nurmala dan menyusupkan wajahnya ke tubuh Nurmala, hingga terdengar dengkuran halus dari Nurmala dan Almira pun tak lama ikut tertidur karena nyaman di dekapan Nurmala.
Di tempat Faris saat ini......
Faris saat ini sedang membicarakan jalan terbaik agar Almira bisa di bawa pulang dan tidak berulah lagi, jalannya hanya dengan Faris menikahi Nurmala.
__ADS_1
''Tuan Faris harusnya merasa beruntung karena Suster Nurma bukan wanita sembarangan dan dia benar benar tulus menyayangi Nona Muda, saya melihat ada gurat kesedihan dan trauma di mata Suster Nurma dan sudah dapat di pastikan Suster Nurma akan menerima lamaran Tuan Faris. ''
jelas Reza dan membuat Faris terdiam mencerna ucapan asisten kepercayaan nya itu.
''Baiklah saya setuju untuk menikahi Suster Nurma, lagian saya hanya butuh sosok yang bisa menjaga dan mengendalikan Almira yang akhir akhir ini berkelakuan. aneh dan selalu menantang. ''
ucap Faris dan Reza hanya mendengkus kesal mendengarnya.
''Sekarang bicara seperti ini tapi nanti pasti akan berbalik deh dan akan bucin baru tahu rasa. ''
gumam Reza dalam hatinya sambil pamit keluar dari ruangan Faris untuk menyiapkan keperluan selama dia berada di tempat suster Nurma.
Di tempat Suster Nurma saat ini.....
Nurmala terbangun saat mendengar handphone nya berdering dan saat melihat nya ternyata Faris melakukan panggilan vidio dan Nurmala langsung merijek nya karena dia butuh tidur lagian Almira juga sedang tidur pulas saat ini.
Nurmala menonaktifkan nomernya dan tertidur kembali karena masih jam sepuluh pagi saat ini.
Di tempat Faris saat ini sedang menggerutu karena panggilan nya di rijek dan sekarang nomer nya sudah tidak aktif.
''Gak bisa di biarkan suster satu ini, awas saja kalau nanti bertemu akan aku habisi. ''
gerutu Faris sambil melempar handphone nya ke kasur dan langsung berganti pakaian untuk menyusul putri nya.
Setelah selesai bersiap dan packing pakaiannya, Faris langsung turun ke lantai satu sambil menenteng koper kecil berisi pakaiannya.
''Kita berangkat sekarang Reza dan kamu sudah booking hotelnya kan?? kita meeting di cafe dekat hotel saja biar gak terlalu jauh. ''
ucap Faris sambil memberikan kopernya dan berjalan keluar dari rumah.
Faris akan melakukan pekerjaannya di kota dimana Almira tinggal dan Faris akan merayu Almira agar mau pulang dengannya nanti.
Selama perjalanan Faris hanya menatap jalanan dan tidak berniat memainkan handphone nya karena dia kecewa saat suster Nurma seenaknya merijek dan menonaktifkan handphone nya.
Sepertinya Faris memang pikun dia tidak menyadari kalau Nurmala sedang istirahat karena habis jaga malam, sungguh Faris yang egois sekali dan Faris baru tahu rasanya kalau sudah merasakan bucin nantinya dan wanitanya adalah suster Nurma.
Secara tidak kebetulan Almira akan menjadi penghubung cinta Ayah dan Suster kesayangannya karena Almira bisa merasakan ketulusan dari susternya.
Faris yang tadinya mau mengabari akan datang ke rumah Nurmala menjadi batal dan dia akan datang langsung tanpa pemberitahuan.
.
__ADS_1
.
Bersambung.