
Saat ini Nurmala sedang mendandani Almira, dia memakaikan Almira dress yang cantik dan pas di tubuh Almira, setelah selesai dengan Almira sekarang giliran Nurmala yang bersiap siap, Nurmala memakai jumsuite berbalut blezer yang membuatnya menjadi lebih curly dan cantik natural.
''Bunda..... nanti Almira boleh kan tetap memanggil Bunda walaupun ada teman teman Bunda?? ''
pinta Almira dan membuat Nurmala langsung tersenyum.
''Boleh banget sayang, ayo kita berangkat karena taksi online nya sudah di depan. ''
ajak Nurmala mengalihkan ucapan Almira dan Almira langsung tersenyum.
Nurmala dan Almira keluar dari kamar lalu menghampiri Ibunya untuk berpamitan, Ibunya tersenyum saat melihat putrinya begitu pas jika memiliki anak sebesar Almira.
''Nenek..... Almira pamit yaa, Nenek mau di belikan apa nanti?? ''
ucap Almira saat mencium tangan Ibunya Nurma.
''Hati hati yaa dan jangan terlalu cape, Almira kan baru pulih dan nanti telphone Nenek saat mau membelikan oleh oleh biar Nenek nanti yang milih. ''
jawab Ibunya Nurmala dan membuat Almira mengacungkan jempolnya sedangkan Nurmala langsung memanyunkan bibirnya karena Ibunya selalu seperti ini.
''Nurma pamit dan Ibu jangan masak banyak banyak, buat Ayah sama Ibu ajah. ''
pamit Nurmala sambil mencium tangan Ibunya.
''Hati hati kamu bawa anak orang main soalnya, bapak nya gak tau lagi. ''
peringatan sang Ibu dan Nurmala mengangguk.
Nurmala langsung menggandeng tangan Almira lalu membawanya keluar rumah, ternyata benar taksi online nya sudah menunggu dan Nurmala langsung masuk duduk dengan tenang berdampingan dengan Almira.
Nurmala berkabar dengan teman temannya sedangkan Almira sibuk dengan penglihatannya keluar jendela, Nurmala membiarkannya agar Almira bisa menjadi anak seusianya dan tidak di paksa untuk mandiri.
''Bunda..... perjalanannya lama gak?? ''
ucap Almira sambil menepuk lengan Nurmala.
''Sebentar ko hanya dua puluh menit kita akan sampai, kenapa memangnya?? ''
jawab Nurmala dan Almira menggelengkan kepalanya.
''Cuma nanya ajah Bunda, Ayah belum ada nelphone lagi Bunn?? ''
''Belum sayang, mungkin ayahnya sedang sibuk dengan pekerjaan nya, kamu kangen Ayah memangnya?? ''
''Gak kangen cuma nanya ajah ko, biasanya kan Ayah nelphone terus Bunn. ''
''Iyaa.... tapi sekarang ayah kamu gak ada nelphone lagi sampai sekarang. ''
ucap Nurmala dan Almira hanya mengangguk lalu kembali melihat jalanan yang ada di luar jendela.
__ADS_1
Nurmala kembali membaca cafe nya dimana tempat pertemuan dengan teman teman nya, tak lama perjalanan akhirnya tiba tepat di depan cafe nya, Nurmala langsung mengucapkan terimakasih dan keluar dari mobil sambil membantu Almira.
Nurmala sudah membayar via uang elektronik tagihan Taksi online nya, Nurmala langsung menggandeng tangan Almira membawanya masuk kedalam cafe dan ternyata teman temannya membooking di area terbuka dan berada di paling pojok.
''Seleranya gak berubah mereka itu. ''
ucap Nurmala sambil menggelengkan kepalanya lalu berjalan menuntun Almira menuju meja dimana temannya melambaikan tangan ke arahnya.
''Duduk sayang, Bunda pesankan sesuatu yang pas buat kamu oke. ''
ucap Nurmala saat membantu Almira duduk dan membuat Almira mengangguk.
''Kamu sudah punya anak sebesar ini Nurma?? kapan hamilnya kamu?? perasaan baru lulus dua tahun lalu da anak ini sudah terlihat umur lima tahun loh. ''
cecar temannya dengan pertanyaan beruntun dan membuat Nurmala menepuk jidatnya.
''Pending dulu jawabannya oke, jamaah sudah lapar tau ini. ''
elak Nurmala dan membuat semua temannya langsung bersorak.
''Berisik woyy.... mau di usir pemilik cafe. ''
ucap Nurmala kembali dan semua temannya langsung tertawa.
''Aku pemiliknya jadi bebas laah. ''
jawab Teman Nurmala dengan nada sombongnya dan membuat Nurmala berdecih.
Nurmala memesan minuman dan beberapa cemilan untuk Almira dan baik untuk Almira.
''Jelasin sekarang sambil nunggu makanan kamu datang, jamaah kepo ini. ''
ucap teman Nurmala dan membuat Nurmala menghembuskan nafasnya.
''Namanya Almira Pramudya dan dia anak aku, puas kalian semua. ''
jawab Nurmala dengan nada yang serius dan membuat semua temannya terdiam menatap ke arah Almira.
''Kamu hamil di hidung emangnya, kita juga gak bodoh Nirmala bonar. ''
ucap teman Nurmala dan membuat Nurmala mendelik.
''Sejak kapan nama aku berubah jadi judul lagu, kamu ngarang deh. ''
kesal Nurmala sambil mentoyor lengan temannya dan membuat temannya terbahak.
''Adek Almira..... memang benar kalau dia Bundanya kamu?? ''
ucap Teman Nurmala sambil menatap wajah Almira.
__ADS_1
''Bunda Nurma Bundanya Almira, Almira anaknya Bunda Nurma. ''
jawab Almira dengan nada cerianya dan berhasil membuat teman Nurmala menatap ke arah Nurmala.
Makanan pesanan Nurmala datang dan langsung menyuapi Almira, Almira menerima suapan dengan lahap bahkan mengunyanya dengan riang sambil menggoyang goyangkan tangannya.
Tanpa Nurmala sadari sepasang mata sedang memperhatikannya, dia adalah Faris ayah biologis Almira, Faris begitu bahagia melihat putrinya begitu kepas tertawa tawa dengan suster Nurma dan teman temannya.
''Lihat kan Tuan sekarang terbukti, Suster Nurma adalah Bundanya Nona Almira dan Tuan harus segera merealisasikannya sebelum Suster itu di lamar laki laki lain. ''
ucap Reza saat melihat Bosnya diam memperhatikan putrinya yang begitu lepas tertawa tawa dengan Nurmala, entah apa yang mereka bahas sampai tertawa lepas seperti itu dan membuat gaduh seisi cafe.
Reza langsung memesan meja yang tidak jauh dari sekumpulan wanita yang sedang heboh itu atas inisiatifnya sendiri karena tuannya akan sangat gengsi kalau memintanya.
Reza bahkan memesankan makanan juga minuman untuk Tuannya, namun sang Tuan malah asik memandang putrinya yang sedang tertawa lepas.
''Baru kali ini Ayah melihat kamu tersenyum lepas Sayang, Ayah bahagia dan Ayah akan melakukan apapun demi mempertahankan senyum itu di wajah kamu Almira. ''
ucap Faris sambil menatap putrinya dan berharap Putrinya berbalik ke arahnya.
Benar memang sebuah ikatan darah akan menyalurkan insting kuat, Almira berbalik dan Faris langsung melambaikan tangan ke arah Almira.
Di kursi Almira saat ini, Almira langsung memberitahukan pada Nurmala kalau Ayahnya ada di cafe ini dan saat Nurmala berbalik ternyata benar ada Faris melambaikan tangan padanya.
''Bunda..... Almira mau ke meja Ayah boleh kan?? ''
pinta Almira dan Nurmala mengiyakannya.
''Boleh sayang tapi jangan lari yaa. ''
ucap Nurmala dan membuat Almira mengacungkan jempolnya.
Almira langsung berjalan menuju Ayahnya, tapi Faris langsung beranjak dan menghampiri putrinya sambil membawa Almira kedalam gendongannya.
''Dia suami kamu Nurma?? ganteng banget sumpah deh. ''
ucap salah satu teman Nurmala dan reflek membuat Nurmala memukul lengan sahabatnya.
''Ngaco.... kamu jangan ngasal kalau bicara. ''
protes Nurmala dan kembali memakan makanannya.
Nurmala kembali berbicara pada teman temannya dan membiarkan Almira dengan Ayahnya, ternyata salah satu teman Nurmala akan menikah dan memberikan undangan pada semua nya.
Nurmala hanya menghela nafasnya melihat undangan di tangan nya, dia sangat trauma dengan namanya undangan karena masa lalu kelamnya begitu mengingatkannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung......