Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 10- Tamu tak diundang


__ADS_3

"Pelan pelan woy,itu Imas kesakitan!"Kata Arda.


"Ini juga udah pelan."Sahut Tian yang masih fokus mengobati Imas.


"Gue bilang pelan-pelan."Ucap Arda yang tak digubris oleh Tian.


Dilihatnya wajah Imas,"Emang sakit?"tanya Tian pada imas yang dijawab gelengan pelan oleh Imas.


"Dia aja nggak sakit,kenapa jadi lo yang cerewet sii!" Ketus Tian pada Arda yang menatapnya tajam.


Setelah selesai diobati,Imas berniat membuatkan minuman untuk dua tamu tak diundangnya,akan tetapi dihalangi oleh Tian.


"Duduk aja si,jangan banyak gerak!"Kata Tian yang mencekal tangan Imas.


"Lepas."Kata Imas datar yang ditanggapi cengiran oleh Tian.


Cukup lama Tian dan Arda saling lirik sinis,kemudian keduanya melirik Imas dengan senyum manisnya masing-masing.


Sampai Imas melihatnya jengah,dan memilih angkat suara.


"Lo pada kesini mau apa?"Tanya Imas.


"Ketemu Imas."Ucap Tian dan Arda berbarengan.


"Udah ketemu,sekarang lu berdua pulang!"Sahut Imas datar.


"Sebenarnya aku kesini mau ajak kamu jalan."Kata Arda seraya menatap Imas.


"Gak."Tegas Imas,yang disertai tawaan gelegar dari Tian.


"Lo?"Tanya Imas seraya melirik Tian.


"Mau kesini aja."Jawabnya enteng seraya memasukkan jari kelingkingnya pada lubang hidungnya,dan terjadilah aksi mengupil.

__ADS_1


Imas menatap kedua pemuda itu jengah, akhirnya ia menghembuskan nafas kasarnya.


"Mending lo berdua pulang!"Kata Imas.


"Ya nggak bisa-"


"Ogah!" Celetuk Tian sebelum Arda menyelesaikan perkataannya.


Arda yang kesal memilih pamit pulang sebelum ia mati konyol disini karena darah tinggi.


"Betewe,Nih topi punya lo ya?"tanya Tian seraya menunjuk topi yang dikenakannya.


Imas segera menarik topi itu,dan diamatinya topi itu.Ternyata memang benar itu adalah topinya.


"Dimana dia bisa dapet topi gue?"tanya Imas dalam hati.


"Ketinggalan di kosan gue!"jelas Tian.


Imas yang terkejut kembali mendatarkan ekspresi nya.


Imas tak menggubris sindiran Tian,ia malah sibuk memperhatikan topinya.


"Imas,Ini siapa?"Tanya Mama seraya menampakkan senyum ramahnya ketika menatap Tian.


"Temen."Kata Imas.


"Halo Tante,Nama saya Tian.Panggil aja ganteng ,Temennya Imas."Kata Seraya menyalami Mama, yang ditanggapi kekehan kecil Mama Fania.


"Kok nggak dibuatkan minum,nak Tiannya?"Tanya Mama Fania yang ditanggapi gidikkan bahu dari Imas.


"Gak usah repot-repot,Tante."Kata Tian.


"Jangan panggil Tante nak,Panggil saja mama seperti Imas."Ucap Mama Fania dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Tian nampak tersenyum simpul seraya melirik Imas yang nampak datar macam biasa.


"Iya tan,eh ma."Ujar Tian dengan cengirannya.


"Yasudah Mama mau keluar dulu,anggap saja rumah sendiri ya nak Tian."Kata Mama Fania lemah lembut dan segera berjalan keluar rumah.


"Ckck,anggun banget ya mama lo.Nggak kayak elo,mas."Kata Tian.


"Di kamus gue anggun tu nggak ada."Kata Imas enteng,Tian hanya beroh ria saja seraya memperhatikan setiap inci rumah Imas dengan kagum.


Melihat Tian yang memperhatikan sekitar,Imas akhirnya pergi ke dapur untuk mengambil air.


"Rumah lo bagus ya,mas."kata Tian.


"Lah,mana lagi tu orang.Kek pelangi aja bentar ada bentar kagak ada,Eh..eh kok pelangi kan harusnya Jelangkung."Gumam Tian.


"Nih minum."Kata Imas seraya menyodorkan segelas Ice coffe.


Sebenarnya Tian ingin menolak tapi ia tak sanggup menolaknya,Saat melihat Imas dengan tergopoh-gopoh membawakan nya minum.


"Lo nggak mau ya?"Tanya Imas pelan.


Tumben anak ini pelan kalo bicara,biasanya nge-gas terus.


"Mau lah mau."Sahut Tian yang langsung menengak habis ice coffe tersebut hingga tak bersisa.


"Pelan-pelan."Kata Imas setelah Tian menyerahkan gelasnya.


"Aduh...duh"Ringis Tian pelan.


.


.

__ADS_1


.


like,like broo broo✨


__ADS_2