
Setelah meninggalkan Tian dengan ribuan tanda tanya di otaknya yang hanya secuil remah rengginang,Imas segera melaju menuju rumahnya.
Saat Imas membuka pintu rumah megahnya terlihat wanita setengah baya sedang berbincang dengan Mama Fania.
"Imas.Sudah pulang nak?"Tanya Mama Fania yang segera menghampiri Imas.
Imas yang dalam kondisi terhimpit terpaksa tersenyum,kala wanita berusia sama dengan ibunya sedang menatapnya sembari tersenyum.
"Kenalkan ini Tante Hani ibunya nak Arda."Kata Mama Fania seraya duduk di samping Tante Hani.
"Halo,Ini yang namanya Imas ya?.Cantik sekali!"Kata Tante Hani seraya menyalami Imas
"I-iya Tante, Terimakasih."Kata Imas sedikit gugup kala melihat ibu dari calon suaminya,ralat jodohnya.
"Imas,Tolong panggilkan papa di ruang kerja ya!"Kata Mama Fania.
Imas bergegas menuju ruang kerja Papanya,Imas kurang terkejut kala melihat rekan kerja papanya sedang berbincang.Tetapi Imas membulatkan matanya kala melihat pemandangan yang sungguh menurunkan mood seorang Imas.
"Pa,Om ditunggu mama diruang makan."Kata Imas seraya tersenyum.
"Ini anakmu,Ka? Sungguh cantik sekali!!"Kata Pria berusia sepadan dengan papanya tersebut seraya tersenyum memandang Imas.
"Iya lah,Danang! Dia putriku jelas sangat cantik!"Kata Papa seraya tertawa renyah kala melihat rekannya yang sedikit kesal atas jawabannya.
Papa dan Papa Arda sibuk bercanda seraya menuju ruang makan,sehingga Imas harus berjalan berdampingan dengan Arda.
"Mas,Kamu tadi dari mana?"Tanya Arda seraya mengandeng tangan Imas.
__ADS_1
"Dari Mars."ucap Imas seraya menarik tangannya kembali.
"Haha kamu ngelawak aja cantik ya,Mas!"Kata Arda seraya mengacak rambut Imas pelan.
Baru saja Imas ingin membombardir Arda dengan jurus seribu tangan melayang,tapi mereka sudah tiba di ruang makan.
Sungguh menjengkelkan!
* * * * *
Sedangkan seorang pemuda dengan kemeja flanel bermotif kotak-kotak sedang duduk termenung di teras kosannya.
Hingga suara seorang wanita membuyarkan lamunannya.
"Tian,Kamu kenapa??"Tanya Cahya seraya melambai-lambai kan tangannya.
"Kita jadi pergikan??" Cahya menilik ke arah Tian yang nampak murung.
"Sorry gue telat cuy!"Kata Angga seraya ngos-ngosan dengan keringat mengucur deras di dahinya.
"Lo habis maraton cung?"Tanya Tian heran.
"Gu-gue abis dikejar gukguk punya tetangga!"Kata Angga seraya menatap kagum pada Cahya.
"Lo cangtipp banget!"Kata Angga dengan senyum termanisnya.
Yang mendapat geplakan dari sahabat tercintahnya,"Cantik ogeb!"Kata Tian.
__ADS_1
Cahya yang mendengar penuturan Tian menjadi salah tingkah,Tingkat kepercayaan dirinya meningkat derastis.
"Lo perginya sama Angga ya kak,gue ada urusan!" Ucapan Tian membuat Cahya sedikit kecewa.
"Kan aku mau ajak kamu ketemu Ravi,Yan!"Kata Cahya seraya merengek.
"Besok aja ya,gue bener-bener ada urusan mendadak!"Tolak Tian lagi.
"Please,Yan." Cahya sedari tadi memperlihatkan raut wajah sedihnya untuk membujuk Tian,karena hanya itu kelemahan Tian saat bersamanya.
Tian mengigit kecil bibir bawahnya melihat Cahya,Dilain sisi ia harus meminta penjelasan pada Imas dan Cahya yang terus memohon.
Akhirnya dengan berat hati Tian menyetujui permintaan Cahya,Bagaimana dengan Angga?
Jangan khawatirkan nasibnya karena sekarang ia sedang senyum-senyum sendiri seraya menatap layar ponselnya.
Rupanya ia sedang berpedekate dengan kenalannya di Instaons.
Bersambung.....
**Angga\=aaa jadi sayang gue sama lo thor😘😘, sini-sini gue peluk lo Thor 🤗🤗
Author\= Maju lah gue enyahin nih cast pacar lo,eh ralat calon pacar😒😒**
Angga\= Thor,**Gue makin sayang sama lo thor🤗
Author\= [Menyiapkan jurus seribu timpukan sepatu**]
__ADS_1