
Di sebuah cafe yang sedang banyak digemari anak milenial duduklah sepasang kekasih,ralat manusia. Mereka nampak memperlihatkan wajah masam mereka.
"Lo nggak bisa gitu batalin perjodohan ini??"Tanya Ravi gusar.
"Gue nggak bisa yakinin papa!"Kata Ravi.
"Gue juga ogah nikah sama lo,gue udah punya cowok yang lebih ganteng dari pada lo!!"kata Perempuan berambut blow tersebut dengan kesal.
"Bisa nggak ngehinanya nanti dulu Cah,ini mempertaruhkan martabat gue sebagai Presiden Jomblo!"Kata Ravi seraya menatap jengah perempuan bertubuh ramping tersebut.
"Gue bakal bujuk papa dengan ngenalin Tian sama Papa."kata Cahya sebagai calon istri Ravi.
"Pacar krempeng lo itu?"Tanya Ravi.
"Enak aja krempeng,Dia tuh sempurna!!"Tanya Cahya seraya menyeruput Hot Americanonya.
Ravi berdecak kesal,"Nyesel gue nanya."Kata Ravi seraya mengangkat telepon dari rekannya.
"Ish,dasar nyebelin.kenapa juga gue harus dijodohin sama Ravi!!"Kata Cahya seraya mengerucutkan bibirnya.
"Ganteng sih ganteng,tapi sengkleknya nggak ketulungan."Kata Cahya seraya mengamati pengunjung di sekitarnya.
"Gue tau gue ganteng."Kata Ravi seraya duduk kembali.
"Gakusah geer deh!" Cahya memalingkan wajahnya dari Ravi yang terus berusaha menatapnya.
"Cantik sih,tapi bukan tipe gue..."Ucap Ravi dalam hati.
__ADS_1
* * * * *
Siang ini burung-burung berkicau dan berterbangan riang gembira di taman rumah Imas.Mungkin bermaksud membangunkan pemilik rumah yang masih setia dengan selimutnya.
Imas menggeliat kala merasakan cahaya yang menyilaukan matanya yang terpejam.
"Jadi cewek kebo banget sih! Jam berapa coba,masa belum bangun."
Sebentar, Sepertinya Imas sangat mengenali suara Durjanah ini.
Saat Imas membuka matanya,sontak jantungnya berdegup kencang dengan mata yang melotot melihat Tian tidur disampingnya.
"Lo ngapain disini?!!"Tanya Imas seraya menarik selimut sampai ke leher jenjangnya.
"Ikut tidur sama lo."Kata Tian seraya memiringkan tubuhnya menghadap Imas dengan seringkaian nakal tentunya.
"Lo-aaaaaa"
"Bangun kebo,udah siang!"kata Tian seraya menarik berusaha selimut Imas.
"Pergi lo! Dasar cowok mesum!!!"Kata Imas seraya menarik selimutnya kembali.
Dan betapa terkejutnya Tian saat berhasil menarik selimut Imas.Dengan amat susah payah Tian mencoba menelan silvanya,Dan Imas yang malu segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Bagaimana tidak malu,Imas tidur hanya menggunakan baju yang kedodoran sampai sebatas paha.
"Lo-lo nggak pake celana??"tanya Tian yang masih nampak syok.
__ADS_1
"Pakelah!!"kata Imas seraya melirik Tian kesal.
Kemudian ide licik pun muncul di kepala Tian untuk menjahili gadis cantik ini.
"Mana buktinya??!"Tanya Tian seolah tak percaya.
Imas yang terlanjur kesal segera melompat dari ranjangnya,dan mengangkat bajunya hingga pusar sehingga sangat jelas menampilkan kaki dan perut yang putih nan mulus miliknya.
Sekarang nampak lah Tian yang merah padam,dengan kembali susah payah Tian menelan silvanya kala melihat pemandangan yang lwarbyasah di depan matanya.Bagaimanapun juga ia lelaki normal.
"Alamak,Kalo gini gue kesiksa lahir dan batin..."batin Tian.
"Puas kan lo sekarang?! Sekarang lo mendingan keluar!" Kata Imas seraya menurunkan kembali bajunya hingga menyadarkan Tian.
"It-itu bajunya bisa lo naikin lagi?"Tanya Tian dengan polosnya.
"Mau gue lempar ke Uranus??"Tanya Imas seraya memelototi Tian.
.
.
.
Bersambung....
***Tian : Yawloh thor lu seneng banget ya liat gue kesiksa,Jepri udah bangun nih ThorðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Author : Makannya peluk dulu dong,nanti Jepri gue kasih bonuss😎
Tian : Gue santet online juga lo Thor😠***