Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 11- Ke Pasar Bareng Tian


__ADS_3

Pagi ini Imas sudah dipusingkan dengan kedatangan Tian di depan rumahnya yang teriak-teriak,bahkan sampai Imas terbangun karena suara Tian yang berisik.


"Lo ngapain sih kesini lagi??"Desis Imas seraya mengucek matanya.


"Udah,Ikut gue!"Kata Tian antusias,Kemudian pemuda tersebut menarik Imas masuk ke dalam rumahnya.


"Gue tunggu dua puluh menit,gak usah dandan!"Ucap Tian.


Imas yang masih belum tersadar sepenuhnya bergegas menuju kamarnya.


* * * * *


Sekarang Imas dan Tian sedang berjoging menuju pasar,setelah beberapa jam Tian menunggu Imas karena ketiduran.


"Pasarnya di depan."Kata Tian kemudian menoleh menatap Imas yang sedang menatap lurus ke depan.


"Lo temenin gue belanja buat di kosan,ntar gue traktir.Mau nggak??"Tanya Tian dengan polosnya.


"Mau nolak tapi telat."Ketus Imas seraya melihat Tian dari sudut matanya.


Ternyata di hari libur pasar cukup ramai,sehingga Imas dan Tian harus berdesak-desakan dengan pembeli lainnya.


Imas begitu takjub dengan tempat bernama pasar ini,karena sudah sangat lama ia tak pernah kesini.


"Wah,rame banget."gumam Imas seraya menyusul langkah Tian yang masuk ke kerumunan para pembeli.


Tian menatap Imas di tengah-tengah kerumunan,saat gadis itu menarik bajunya.

__ADS_1


"Gak suka disini??"Tebak Tian yang ditanggapi gelengan oleh Imas.


Karena paham maksud Imas,kemudian Tian menggenggam erat tangan Imas.seraya berkata,


"Jangan dilepas,Ikut gue."Kata Tian.


Cukup lama Tian berpindah-pindah stand penjual untuk membeli berbagai kebutuhan,ternyata pemuda ini juga sangat pintar dalam tawar menawar hingga ia mendapat harga yang lebih murah.


Setelah selesai berbelanja Tian mengajak Imas sarapan di warung sekitar pasar.


"Sorry ya,gue traktirnya di warteg."kata Tian seraya tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


"Gakpapa."Sahut Imas.


"Lo bingung ya,kenapa belanjaan gue banyak?"Tanya Tian yang ditanggapi ekspresi terkejut dari Imas.


"Gue belanja cuma karena ada uang,kalo nggak ya makan mie."Terang Tian.


Mereka berbincang seraya memakan Nasi Rames dan Es teh yang mereka pesan.


"Sedangkan,lo kan belanja per bulan di supermarket kan."Lanjutnya.


"Gue nggak pernah belanja."kata Imas seraya meminum Es tehnya.


"Gak bisa masak dong??"tanya Tian seraya tertawa meledek.


"Bisa."Sahut Imas seraya mendekatkan wajahnya pada Tian.

__ADS_1


Tak sengaja tatapan mereka bertemu,tak kala Tian mengunci pandang mereka.


Cukup lama mereka bertatapan hingga sebuah gebrakan meja mengagetkan mereka berdua.


"Heh,Tian gue cari kemana-mana taunya malah pacaran disini.Modal dikit kek kalo mau pacaran,seenggaknya di restoran."Cerocos seorang pria bercelana training tersebut dengan keringat bercucuran.


Sepertinya pria ini sehabis mengejar maling bermotor,ehh salah maksudnya olahraga.


"Ahh,Dasar Sapu lidi.Ganggu aja!!"Ujar Tian seraya menoyor kepala Angga hingga pemilik kepala sedikit terhuyung.


"Lagian lo gue cariin malah disini,sama cewek lagi."Sahutnya seraya membalas toyoran Tian.


"Ngapain cariin gue??"Tanya Tian.


"Itu loh dicariin cewek,cantik banget broo,bodynya lagi uwow pokoknya."Kata Angga seraya membayangkan perempuan yang ditemuinya tadi di depan kosan Tian.


"Ya..ya serah lo."Kata Tian acuh.


"Ni orang ada yang mau juga ya??"tanya Imas dalam hati.


"Abisin makan lo, mubazir."Bisik Tian di dekat telinga Imas.


.


.


.

__ADS_1


likeeeeee♡


__ADS_2