Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 07- Sisi Rapuh Imas


__ADS_3

Imas terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhnya juga napas yang terengah-engah.


Lagi..Lagi mimpi yang sama,yang selalu membuat Imas ketakutan setiap mimpi itu datang.


Seperti kaset rusak yang selalu memutar kejadian yang sama.


Di dalam mimpi tersebut,Imas melihat sebuah bangunan yang akan runtuh,diantara kepulan asap tersebut ia samar-samar melihat,


Seorang wanita berambut pendek sebahu dengan dress putih sedang tersenyum dan melambaikan tangannya pada Imas.


Ingin rasanya Imas berteriak agar wanita itu lari,tetapi suaranya tak keluar sedikitpun.Tubuhnya juga kaku tak bisa digerakkan. Lambat laun wanita tersebut hilang digulung asap yang semakin tebal.


Terkejut? Pasti Imas sangat terkejut,walaupun Imas sudah pernah mengalami mimpi yang sama.Terlebih lagi ia tak pernah menceritakannya pada siapa pun termasuk sahabatnya.


Setiap mimpi itu datang Imas selalu merasa kehilangan sesuatu,dan itulah yang membuat Imas penasaran.


Imas melirik jam dinding di kamarnya,


"Ternyata baru jam sembilan."Kata Imas seraya berjalan keluar kamar.


Saat Imas berjalan hendak turun ia melihat seseorang yang sungguh ia tak mau lihat,lelaki itu tampak tersenyum menunjukkan lesung pipitnya.


"ampun deh dosa apa gue,bangun tidur ketemu sodara gorila."kata Imas dalam hati.


"Imas."

__ADS_1


Imas yang hapal suara tersebut memilih mempercepat jalannya tanpa menghiraukannya.


Sedangkan,dibelakang tampak mama Fania sedang tersenyum walaupun terselip kesedihan dibaliknya.


*****


Imas memandangi sebuah ruangan yang bercat abu abu dan putih tersebut dengan lekat. Tatapannya tertuju pada sebuah foto di atas nakas disamping ranjang.


"Mah,Imas kangen ma."lirih Imas seraya memeluk foto berbingkai kayu tersebut dengan erat.


Tak terasa sudah lebih dari sebelas tahun mamanya pergi untuk selamanya,merasa terpukul? Pasti. Imas bahkan belum bisa menerima mama Fania sebagai ibu barunya.


"Mah,Imas disini kesepian karena Ibel bakal kuliah.Kalo mama masih disini-"Tak terasa bulir bening jatuh membasahi pipi Imas yang langsung di usap olehnya.


Imas terduduk lemas di samping ranjang dengan air mata yang bercucuran,ia teringat saat mamanya dulu selalu bersama.


Dengan tangis sesegukan Imas menatap foto mamanya,Rasa rindu yang tidak pernah tersampaikan selalu Imas simpan sendiri dan semakin lama semakin besar.


"Mah,Imas pengen dipeluk mama huhuhu..." lirih Imas.


"Imas kangen mama,papa disini gak peduli lagi sama Imas hikss...hiksss" lirihnya lagi.


Imas memang tipe wanita yang kuat dan terkesan cuek, tetapi siapa yang tahu seorang Imas bisa menangis sesenggukan siapapun pasti tidak akan percaya.


Tangisan yang menyayat hati siapapun yang mendengarnya mengema di ruangan tersebut,Beruntung karena kamar kedap suara sehingga hanya Imas yang mendengarnya.

__ADS_1


Ternyata,dibalik pintu ternyata ada seseorang yang sedang mengamati adiknya yang sedang menangis dengan iba.


"Kasihan kamu dek."Gumam Ravi.


Diintipnya lagi, ternyata adiknya telah terlelap dengan tangan yang masih memeluk erat sebuah bingkai foto.


Saat Ravi ingin memindahkan Imas,tak sengaja ia membalikkan foto yang dipegang Imas.


"kayak pernah liat,tapi dimana yaa??"kata Ravi dalam hati.


Ravi mengamati foto tersebut dengan seksama,Ia menempelkan telunjuknya di dagu seraya mondar-mandir cem setrika rusak.


Ravi tampak mengerutkan keningnya,


"AHA!!!" Ujar Ravi dengan suara setengah berteriak.


.


.


.


Bersambung.....


Likenya doangggg!

__ADS_1


__ADS_2