Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 15- Salah Paham


__ADS_3

Di sebuah cafe bergaya interior Eropa,Tian dan Cahya sedang duduk menanti jodoh Cahya yang sedang dalam perjalanan.


Cahya sedari tadi mengamati Tian yang nampak cemas,dan selalu menatap pintu cafe.


"Kamu kenapa,Yan?"Tanya Cahya seraya menggenggam tangan Tian,hingga membuat pemilik tangan tersebut tersentak kaget.


"Temen lo masih lama kak?"Tanya Tian kemudian menarik tangannya kembali,seraya tersenyum paksa.


"Katanya udah otw,kita nikmatin aja sebelum dia dateng."Ucap Cahya seraya tersenyum genit menatap Tian.


Tanpa sepengetahuan Cahya sedari tadi Tian mengusapkan tangannya setelah digenggam oleh Cahya pada taplak meja di di hadapannya.


"Kayaknya kak Cahya suka sama gue,tapi maaf ya kak gue udah ada bidadari paling cangtipp! Cuma gue lagi nunggu waktunya aja."Kata Tian dalam hati seraya tersenyum.


Senyuman Tian memudar setelah sorot matanya menangkap sesosok yang sangat ia kenali sedang berjalan bersama seorang pria menuju mejanya.


"Halo,Ya.Sorry lama soalnya nunggu Imas."Kata Ravi seraya melirik Imas yang sudah duduk di samping Cahya dengan tatapan datar.


Sedangkan Tian diam mematung,dia sibuk bergelut dengan pikirannya.


"Aku mau kenalin pacar aku sama kamu,dan kita bakal susun rencana buat batalin perjodohan ini!"Kata Cahya seraya melirik Ravi kemudian Tian.


"Kenalin Ini Tian,pacar aku."Ucap Cahya seraya menggenggam tangan Tian dan tersenyum.


deg.

__ADS_1


Tian tersentak kala melihat Imas berdiri dan pergi keluar cafe tersebut tanpa sepatah kata keluar dari bibir indahnya.


"Permisi,gue pergi dulu."Kata Tian seraya melepas kasar genggaman Cahya.


Tian berlari mencari Imas,tapi tak didapati Imas di lingkungan cafe tersebut.akhirnya Tian kembali pulang ke kosannya.


* * * * *


Seorang wanita melajukan kuda besinya dengan kecepatan penuh,dengan lihai ia menyalip kendaraan di hadapannya.


Bahkan beberapa kali ia sempat menerobos lampu merah.


Perasaan Imas tak menentu,kenapa saat mendengar Cahya bilang bahwa Tian adalah kekasihnya hati kecil Imas merasa terluka bagai dihujam ribuan benda tajam yang menyayat-nyayat hatinya.Oke,terlalu lebay.


Tibalah Imas di rumah megahnya, setelah memarkirkan motor sport kesayangannya,Imas segera bergegas masuk ke dalam rumah.


Setelah membersihkan diri,Imas merebahkan tubuhnya di ranjang berwarna biru tersebut seraya membekap guling kesukaannya.


"Hari ini bener-bener banyak kejadian yang bikin gue capek." Imas mengapai gawainya yang sedari tadi ia letakkan di sampingnya.


Tring


Satu notif muncul dari lambang bergambar telepon dengan beground hijau di gawai berharga puluhan juta miliknya.


Satu pesan bertuliskan "Im,gue bisa jelasin tolong dengerin gue. Please" membuat Imas mengela napas kasar.

__ADS_1


Setelah cobaan di hidupnya hari ini Imas memutuskan untuk menghibur dirinya dengan bermain game.


Di tengah permainan lagi-lagi Tian menelepon,


Dengan terpaksa Imas menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


πŸ“ž"Im,gue mohon den-


"Diem b*go,gue marah sama lo."Bentak Imas seraya mengepalkan tangannya.


πŸ“ž"Gue minta maaf,dan gue gak punya hubungan apa pun sama Cahya."


"Gue gak peduli,jangan hubungin gue lagi!"Kata Imas dengan nada datarnya.


πŸ“ž"...."


Cukup lama Tian diam hingga akhirnya Tian berteriak histeris di ujung telepon.


πŸ“ž"Aghhhh,Im tolongin gue!"


Bersambung....


"Jangan lupa mampir ke novel ku


-SUAMIKU PANGERAN ES,makasih!"

__ADS_1


__ADS_2