Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 28- Jepit Rambut


__ADS_3

Azka POV


.


.


.


Aku menatap heran putri dinginku yang tengah tertunduk dengan tubuh yang bergetar, setelah sepuluh menit ia tak bersuara sedikit pun aku menjadi khawatir padanya. Walaupun dia seperti memusuhiku setelah aku menikahi Fania.


Tapi, bagaimana pun sifatnya dia tetap putri tersayang ku yang selalu mengobati kerinduanku pada Diana.


"Ada apa,nak?"


Dia nampak sedikit tersentak dengan pertanyaanku, dan seketika ia mengangkat kepalanya dan menatapku dengan sengit. Hingga membuat bulu romaku berdiri dibuatnya.


Ia masih menatapku tajam dengan mata coklatnya, mirip seperti ibunya.


"Ini apa yah,tolong jelasin!" seru Imas sedikit keras.


Sontak indra pengelihatanku membulat sempurna melihat benda yang selama ini ku sembunyikan darinya ada dihadapan ku sekarang. Ia tersenyum getir menatap potongan koran yang sudah lusuh didepan kami.


Bibirku terasa kelu melihat putriku menahan tangis di depanku, ternyata dia sudah mengetahui tentang hal ini? sejauh apa ia sudah tahu?


Aku mengatur kembali nafasku setelah merasakan dada sebelah kiri ku terasa panas, kerongkongan ku juga tercekat melihat mata gadis dihadapanku berkaca-kaca.


Aku tersenyum paksa, "Imas dapat dari mana?"


"Apa itu penting?" tanyanya kembali seraya menilikku lekat dengan mata basahnya.


Rasa bersalah ku kembali lagi, melihat satu-satunya gadis ku hampir menangis. apakah dia harus tau yang sebenarnya? sepertinya sandiwara ini harusnya sudah aku akhiri.


Tapi aku tidak akan berbuat ceroboh,aku tidak mau lagi kehilangan orang yang paling aku sayangi untuk kedua kalinya.


Aku menarik nafas panjang, haruskah aku beri tahu Imas? tapi apa dia akan menerimanya?


Azka POV End

__ADS_1


.


.


.


Mereka berdua saling kalut dalam pikiran mereka masing-masing, hingga melupakan lawan bicara mereka.


Azka nampak berfikir keras menyangkal bukti didepannya, sedangkan Imas berusaha menahan air matanya agar tak luruh lagi.


Kening bergaris halus milik Azka nampak mengerenyitkan melihat mata Imas yang merah, bukannya takut tapi ia lebih khawatir pada keadaan putrinya.


Imas kembali berdecak sebal, karena tak mendapat jawaban sedikit pun. Ia meremas ujung bajunya hingga menciptakan lipatan-lipatan di sana.


Imas POV


.


.


.


Aku kembali menunduk,"Imas nggak punya waktu banyak!"


"Memang Imas mau jawaban bagaimana?"


"Imas mau jawaban jujur tanpa kebohongan!" kataku mantap, tanpa keraguan.


Aku menatap papa gusar, apa aku terlalu memaksa papa? tapi aku juga tak mau terus terjebak dalam situasi ini, bagaimana pun aku harus mendapatkan jawabannya sekarang!


Papa nampak tersenyum tipis kepadaku, membuatku semakin merasa bersalah. Tapi aku tak pandai mengekspresikannya hingga aku hanya memandang papa datar.


Aku menilik papa lagi, seolah meminta penjelasan. Tapi papa masih bungkam. Lantas aku harus bagaimana lagi?!


"Papa bilang apa berita ini benar?!!" seruku sedikit memekik.


Aku kembali terdiam, melihat respon papa selanjutnya. Diluar dugaan papa hanya tersenyum seraya menuju ke arahku dan mengacak rambutku pelan.

__ADS_1


"Imas mau jawabannya kan?" tanya papa dengan alis yang dinaikkan.


Aku mengangguk dengan antusias masih dengan raut datar. Papa terkekeh pelan dan


membuka laci di meja kerjanya, kemudian mengambil satu benda dari sana.


"Masih ingat ini??"


Papa mendorong pelan jepit rambut itu hingga berada tepat di depanku. Aku sedikit mengerenyit melihat jepit itu, seperti tak asing.


"Ini punya siapa, Pah?"


Papa lantas tersenyum pedih lagi hingga membuatku heran.


"Coba Imas liat baik-baik."


Aku memfokuskan pikiranku pada jepit rambut hijau bergambar semangka itu, tapi nihil. Tak ada gambaran sedikitpun diingatan Imas.


"Imas nggak inget!" keluhku.


"Ingat dulu, Papa mau buat kopi dulu."


Aku masih termangu menatap benda dihadapanku ini, senyumku mulai mengembang kembali mengingat ada yang menganjal di ingatanku.


.


.


.


.


To be continued....


Jangan lupa untuk klik LIKE dan kasih VOTE nya juga, terima kasih semua😘


Mohon dukungannya juga di novelku yang lainnya

__ADS_1


- Suamiku Pangeran Es


See you again💖


__ADS_2