
Dibawah cahaya rembulan yang terang ini Imas dan Tian sedang berebahan santuy di sebuah bukit kecil,beralaskan rumput-rumput yang lembut seraya memandang langit dengan bintang-bintang yang indah.
Setelah bujuk rayu Tian yang membuat Imas luluh dari marahnya,ralat cemburunya.
"Im,lo ada hal yang lu sesalin gak?"Tanya Tian seraya memiringkan tubuhnya menghadap gadis yang sibuk memandang bintang tersebut.
"Hal yang gue sesalin cuma satu,kenapa gue nggak ikut ibu gue pergi ke luar kota saat kejadian itu terjadi."Lirih Imas seraya menghapus buliran bening yang lolos dari pelupuk matanya.
"Kalo lo ikut sekarang mungkin gue lagi ngomong sendiri dong!"kata Tian seraya mengalihkan pandangannya dari Imas.
"Setidaknya lo masih punya ibu yang bakal sayang sama lo,Iya kan?"Tanya Imas seraya duduk memeluk kedua lututnya.
"Lo bener,tapi lo juga salah!" Imas yang bingung menatap Tian seraya mengernyitkan keningnya.
"Gue emang masih punya ibu yang sayang sama gue,tapi gue juga merasa kehilangan ayah gue yang selalu disalahin atas kecelakaan di masa lalu."Kata Tian disertai senyumannya.
"Berarti lo nyesel karena nggak bisa sama ayah lo?"tanya Imas seraya menilik lelaki berhidung mancung tersebut.
"Bukan itu yang gue sesalin,tapi sampai sekarang gue nggak bisa nemuin cinta pertama gue di kecelakaan itu!"kata Tian seraya menatap Imas yang sedikit mengulum senyumnya.
"Berarti luka di kaki lo itu luka kecelakaan?"tanya Imas yang membuat Tian sedikit terkejut.
"Wah jangan-jangan lo buka celana gue ya!"Tuduh Tian seraya menyilangkan kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"Ya nggak lah,gila aja!"kata Imas dengan nada datar
"Gue kira,lagian lukanya cuma dikaki deng!. Nggak mungkin juga sampe lo buka celana gue."ucap Tian disertai ringisan.
Tampak raut wajah kesal dari Imas kala Tian menatapnya,Seakan taring Imas keluar.Sungguh mengerikan.
"Btw,gue mau nanya!"Kata Tian membuka obrolan yang tadi sempat terhenti karena Tian.
"Lo laki-laki apa perempuan?"Tanya Tian seraya menatap Imas dengan santainya.
Imas memelototkan matanya kala mendengar pertanyaan yang gila terlontar dengan mulus dari mulut Tian.
"Gue perempuan lah,Lo kira gue Lucinta Luna!!"Pekik Imas kesal.
Imas mengatupkan bibirnya rapat,bisa dilihat bahwa pipinya sekarang sedang memerah.aishh sungguh memalukan.
"Mati aja kek lo!"kata Imas seraya menatap Tian tajam yang ditanggapi kekehan oleh Tian.
"Gue bercanda,kalo lu anggep beneran juga gapapa deng!!"Kata Tian Santai.
"Lo mau gue jorokin ke samudra Hindia?!"Tanya Imas seraya mengalihkan pandangannya dari Tian.
Gadis itu tak mau Tian melihat pipinya yang merah merona.
__ADS_1
"Lo ngomong sama gue,Im?"Tanya Tian yang nampak kebingungan.
"Ya iyalah,masak gue ngomong sama kutu!!" Kata Imas diiringi lirikan tajam darinya.
"Kan gue disini,lo ngomongnya madep sana.Ya mana gue tau kalo lo ngomong sama gue!"kata Tian seraya duduk didepan Imas.
"Coba deh lo tatap mata gue!"Kata Tian seraya memegang kedua pipi Imas.
"Lo-lo apaan sih??!"tanya Imas dengan gugup,sudah bisa dipastikan sekarang wajahnya semerah kepiting rebus.
Akhirnya Imas menatap Tian,pandangan mereka beradu cukup lama hingga Tian mendekatkan wajahnya pada Imas hingga hampir saja hidung mereka beradu,yang membuat jantung Imas semakin liar berdetak.
"Masyaallah,calon ibu dari anak-anak gue cantik banget!"bisik Tian di telinga Imas yang membuat Imas tersentak kaget.
Tanpa Imas sadari wajah Tian juga memerah,apalagi dadanya yang sudah bergemuruh ia pegangi.Tian takut jantungnya akan keluar dari sarangnya.
Bersambung...
Tian\=Jahad amat lo Thor,ni kalo jantung copot begimana??!
Thor\=nanti gw bantuin beliin lem kayu,wkwk
Tian\=author semprul😡😡
__ADS_1