Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 16- Kekhawatiran Imas dan Ibel


__ADS_3

Seorang gadis sedang berdiri di depan kaca sembari menatap dirinya yang terlihat swang dengan t-shirt dan celana jins yang sobek pada lututnya tak lupa topi yang senada dengan t-shirt nya sudah menangkring di kepala.


Ia memoleskan sedikit lip tint pada bibir tipisnya juga beberapa aksesoris yang melekat pada tangan dan leher jenjang miliknya.


"Oke,Tuan putri mau pergi dulu bye~" Kata Ibel seraya melambaikan tangannya pada art di rumahnya.


Setelah siap Ibel segera melajukan mobil Ferrari keluaran terbaru yang baru ia dapatkan dari ayahnya beberapa bulan yang lalu.


Di tengah perjalanan Ibel berhenti pada sebuah toko kue.setelah membeli beberapa kue Ibel kembali melajukan mobilnya melewati jalanan kota yang cukup padat malam itu.


Karena Ibel terlalu asyik memperhatikan ponselnya hingga ia lupa bahwa ia sedang menyetir,dan...


Brukkk


" Gu-gue nggak nabrak orang kan?"Tanya Ibel gemetaran seraya keluar dari mobil.


Dilihatnya seorang laki-laki sedang tergeletak di depan mobil Ibel,


"Haloo,lo nggak mati kan??"Tanya Ibel seraya menendang kecil kaki pemuda itu.


"Please jangan mati,gue bawa lo kerumah sakit!"Kata Ibel seraya menyeret Pemuda tersebut dengan susah payah.


Di perjalanan Ibel nampak sesekali menengok ke belakang dengan raut khawatir juga takut.


"Please jangan mati, please gue nggak sengaja."Lirih Ibel seraya menambah kecepatannya.

__ADS_1


"Ja-jangan ke ru-rumah sakit,an-anter gue pulang!"Kata Pemuda di belakang Ibel dengan lemas.


"Tapi-"


"Please."Ucap pemuda berambut cokelat tersebut seraya memohon.


"O-oke,tapi gue mohon lo jangan banyak gerak."Kata Ibel.


* * * * *


Sementara itu Imas yang panik segera berlari keluar rumah dan hendak menuju kosan Tian yang jaraknya hanya beberapa blok dari rumahnya.


Brukk


Saat Imas hendak keluar pagar rumahnya dengan langkah seribu tanpa melihat jalan,Imas akhirnya menabrak dada bidang yang dapat dipastikan ia seorang pemuda.Ya masak cabe-cabean!


"Elu?!" Imas menatap kaget pemuda di hadapannya.Saking kagetnya Imas lupa bahwa dirinya masih bersandar.


"Lu betah banget ya nempel sama gue!" Ucap pemuda tersebut seraya menatap gadis di depannya dalam,membuat Imas terbawa oleh maniknya.


"Gue tau gue ganteng."Kata Pemuda berkaos putih itu seraya mencubit pipi Imas gemas.


"Awww...Sakit tau!"Kata Imas seraya mendorong Tian hingga hampir terjengkang.Sungguh seperti Hulk yang marah.


Imas yang kesal akhirnya memilih pergi,tetapi Tian dengan sigap sudah menggenggam tangan Imas.

__ADS_1


"Ah lo rese banget sih!"Kata Imas yang kemudian menghempaskan tangan Tian dari tangannya,tapi Tian terus menggenggam erat tangan Imas.


Tian menarik Imas dalam pelukannya dan memeluknya sangat erat,sepertinya Tian terlalu takut untuk kehilangan Imas.


"To-tolong lepasin gu-gue,sesek b*go!!!"Pekik Imas yang membuat Tian mengendurkan Pelukannya.


"Ah,maaf."Kata Tian.


"Lo ngapain sih pake kesini?!!"Tanya Imas seraya melipat tangannya didada.


"Gue mau ketemu lo!"Kata Tian.


"Terus kenapa lo teriak di telepon,lo bikin gue khawatir tau gak?!"Kata Imas seraya menunjuk-nunjuk Tian.


"Lo-lo khawatir sama gue??"Tanya Tian terkejut sekaligus tak percaya.


"Ma*pus gue kebablasan!"Kata Imas dalam hati.


Bersambung....


**Imas\=Kenapa lo bikin mulut gue asal jeplak sih Thor😡😡


Author\=Kalo asal sosor soang dong,wkwk😂


Imas\=Pulang sono lo Thor ke Bantar gebang 😒

__ADS_1


Author\=Lu kira gue sampah😡,bangk*!!


__ADS_2